Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Ngawi Ditemukan di Dua Kota

Senin, 27 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Koper Merah dan Korban Mutilasi Uswatun Khasanah

Foto Kolase : Koper Merah dan Korban Mutilasi Uswatun Khasanah

Zonafaktualnews.com – Kasus mutilasi sadis yang menggegerkan warga Ngawi akhirnya menemui titik terang. Potongan tubuh korban, Uswatun Khasanah (29), ditemukan di dua lokasi berbeda di Jawa Timur.

Penemuan ini sekaligus menjadi awal terungkapnya kasus pembunuhan keji yang melibatkan RTH alias A, suami siri korban, sebagai tersangka utama.

Motif Pembunuhan: Cemburu dan Sakit Hati

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur secara resmi menetapkan RTH alias A sebagai tersangka pembunuhan bermodus mutilasi terhadap Uswatun Khasanah.

Dalam keterangannya, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, menjelaskan bahwa motif di balik tindakan keji tersebut adalah rasa sakit hati dan cemburu.

“Motifnya, pelaku sakit hati dan cemburu karena korban diketahui pernah memasukkan laki-laki lain ke kosnya. Selain itu, korban juga pernah melontarkan ucapan yang melukai perasaan pelaku, seperti mendoakan putri pelaku menjadi PSK saat besar nanti,” ujar Kombes Pol Farman pada Senin (27/1/2025).

BACA JUGA :  Tak Hanya Malaikat dan Semut, Mama Ghufron Klaim Dipanggil 44 Bidadari

Tidak hanya itu, pelaku juga merasa tersinggung karena korban tidak menerima keberadaan anak keduanya. Korban bahkan sempat meminta pelaku untuk “menghilangkan” anak tersebut, yang semakin memicu amarah tersangka.

Pembunuhan di Hotel Adisurya

Kasus ini bermula saat pelaku mengajak korban untuk menginap di Hotel Adisurya, Kota Kediri, pada 19 Januari 2025.

Di dalam kamar hotel, keduanya sempat terlibat pertengkaran hebat yang akhirnya berujung tragis. Dalam keadaan emosi, pelaku mencekik korban hingga tewas.

Setelah korban tewas, pelaku melakukan mutilasi tubuh korban menjadi beberapa bagian.

Potongan tubuh tersebut dimasukkan ke dalam koper dan kantong plastik sebelum dibuang di beberapa lokasi, termasuk Tulungagung dan Ponorogo.

BACA JUGA :  Hamil 5 Bulan, Gadis 19 Tahun di Gowa Tewas Ditusuk Kekasih 79 Kali

Barang Bukti yang Diamankan

Polda Jatim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan terhadap tersangka, antara lain:

  • Koper merah besar yang berisi potongan tubuh korban
  • Plastik besar berisi bubble wrap
  • Pisau dapur yang digunakan untuk memutilasi korban
  • Tali tambang untuk mengikat mayat
  • Aksesoris dan pakaian milik korban
  • Pakaian pelaku
  • Handphone, dompet, dan tiga unit mobil

Penangkapan Tersangka

Pelaku berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian di wilayah Madiun pada Sabtu (25/1/2025), dua hari setelah jasad korban ditemukan dalam koper merah di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan intensif, termasuk menganalisis barang bukti dan jejak digital pelaku.

Hukuman Berat Menanti

Atas tindakan keji yang dilakukan, RTH alias A dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 338 tentang Pembunuhan, dan subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP. Tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

BACA JUGA :  Terjerat Masalah Ekonomi, Istri Bunuh Suami

Kronologi yang Mengerikan

Kasus ini mencuri perhatian publik sejak koper merah berisi potongan tubuh ditemukan pada Kamis (23/1/2025). Penemuan tersebut sontak menghebohkan warga sekitar dan menjadi awal penyelidikan intensif oleh kepolisian.

Pihak Polda Jatim memastikan akan mengusut tuntas kasus ini untuk memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban sekaligus memberikan efek jera terhadap tindakan kriminal yang serupa.

“Proses hukum akan kami jalankan seadil-adilnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” tegas Kombes Pol Farman.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru