Pihak Istana Tanggapi Soal Teror Kepala Babi: “Masak Saja, Nggak Usah Dibesar-besarkan”

Sabtu, 22 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi dan Paket Kiriman Kepala Babi di Kantor Tempo

Foto Kolase : Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi dan Paket Kiriman Kepala Babi di Kantor Tempo

Zonafaktualnews.com – Kiriman kepala babi ke kantor Tempo jadi sorotan. Banyak yang menilai itu sebagai teror terhadap kebebasan pers. Tapi pihak Istana justru merespons santai.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menanggapi insiden itu dengan enteng.

Alih-alih menganggapnya sebagai ancaman, Hasan malah menyarankan kepala babi itu dimasak saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah dimasak saja, masak saja,” kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Wartawan yang hadir menegaskan bahwa kepala babi yang dikirim sudah busuk dan tak layak konsumsi. Tapi Hasan tetap pada jawabannya.

Tak hanya itu, Hasan juga menepis anggapan bahwa teror tersebut adalah ancaman serius.

BACA JUGA :  Wartawan Bongkar Borok Oknum Polisi, Kapolda Sulsel Murka

Dia bahkan menyinggung wartawan Tempo yang menerima paket itu, Francisca Christy Rosana alias Cica, yang dinilainya santai saja.

“Enggak lah. Saya lihat ya, saya lihat dari media sosialnya Francisca yang wartawan Tempo itu, itu dia justru minta dikirimin daging babi,” ujar Hasan.

Menurutnya, kalau Cica bisa bercanda soal itu, berarti dia tak merasa terancam.

“Ya, sama artinya dia enggak terancam kan. Buktinya dia bisa bercanda. Kirimin daging babi,” sambungnya.

Hasan juga menegaskan bahwa pihak Istana tidak ingin ikut campur dalam kasus ini. Baginya, masalah ini murni urusan Tempo dengan pihak lain.

BACA JUGA :  Puji Hartoyo Sebut Tidak Pernah Keluarkan Surat KPI Larang Liput Demo

“Kita kan enggak tahu. Ini problem mereka dengan entah siapa. Siapa yang ngirim? Apakah itu benar teror atau cuma lelucon? Saya lihat mereka malah menanggapinya dengan jokes. Jadi menurut saya enggak usah dibesar-besarkan,” tandas Hasan.

Sebelumnya, kantor Tempo menerima paket berisi kepala babi pada Rabu (19/3/2025). Paket itu ditujukan untuk Cica, wartawan desk politik Tempo yang juga host siniar Bocor Alus Politik.

Kepala babi itu dibungkus dalam kotak kardus berlapis styrofoam dan diterima satuan pengamanan Tempo pukul 16.15 WIB. Cica baru membukanya keesokan harinya setelah kembali dari liputan.

BACA JUGA :  Prinsip Presisi Terabaikan! HMI Makassar Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Begitu kardus dibuka, bau busuk menyengat. Ternyata isinya kepala babi dengan kedua telinga terpotong.

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyebut kiriman itu sebagai bentuk upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” ujar Setri dalam keterangan tertulis, Kamis (20/3/2025).

Hingga kini, belum diketahui siapa pengirim paket tersebut dan apa motifnya. Namun satu hal yang pasti, Istana menilai tak perlu ada yang diributkan.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru