Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Kembali “Menguliti” Kasus Korupsi Lewat Puisi

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulo Lasman Simanjuntak

Pulo Lasman Simanjuntak

Zonafaktualnews.com – Penyair Pulo Lasman Simanjuntak dari Kota Jakarta kembali “menguliti” kasus korupsi di tengah maraknya unjuk rasa dan demonstrasi di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir.

Kritik tajam itu ia tuangkan melalui dua karya puisi terbaru yang ditulis pada Agustus dan September 2025.

“Saya akan ungkapkan kasus terakhir korupsi yang menjadikan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus pengadaan laptop Chromebook,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serta sebelumnya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanoel Ebennezer atau Noel, baik oleh KPK maupun Kejaksaan Agung RI.

Bahkan saat ini KPK masih memeriksa dugaan kasus korupsi kuota haji tambahan tahun 2014 yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoum,” ujar Pulo Lasman kepada wartawan di Jakarta, Jumat sore (5/9/2025).

Menurutnya, kritik sosial yang dituangkan dalam bentuk karya sastra, termasuk puisi dan sajak, merupakan suara rakyat yang mewakili batin dan nurani.

Lasman menegaskan peran penyair adalah menyuarakan keprihatinan bangsa dan negara melalui tulisan.

BACA JUGA :  Pengamat Sebut Praktik Korupsi Terstruktur untuk Pilpres Jokowi Harus Diusut

“Sebagai penyair dan sastrawan saya juga ikut prihatin dengan kondisi negara kita akhir-akhir ini. Dalam dua puisi yang saya tulis ini, semoga bisa mewakili hati nurani rakyat di negeri ini,” katanya.

Sejak tiga tahun terakhir, Pulo Lasman yang juga dikenal sebagai wartawan dan rohaniawan telah banyak menulis puisi seputar perkembangan kasus korupsi di Indonesia.

Lasman menyebut praktik korupsi telah merugikan negara hingga hampir Rp1.700 triliun.

“Saya dukung agenda mahasiswa untuk segera sahkan RUU penyitaan aset harta, agar bisa memiskinkan para koruptor dan keluarganya,” tegasnya.

Sajak

Pulo Lasman Simanjuntak

KORUPSI DI NEGERI TELAPAK KAKI

Korupsi di negeri telapak kaki

sudah dibungkus

jadi kejahatan ekonomi

luar biasa

kerugian bangsa ini

membuntingi kemiskinan

menikam

perut-perut busung lapar

meledak suara rakyat

di gedung-gedung parlemen

dan penjaga keamanan

tanpa seragam

tanpa senjata

dibakar amarah

gas air mata

penjarahan senantiasa

diiringi koor nyanyian

dibenturkan di media sosial

seratus triliun rupiah sepanjang tahun

seribu triliun rupiah sepanjang sepuluh tahun

BACA JUGA :  KPK Didesak Periksa Dugaan Korupsi Menteri Bahlil Lahadalia

dapat kenyangkan

anak-anak jalanan

kami, atas nama rakyat tertindas

masih setia bersedekah

di bawah terik matahari

tubuhnya dilindas

sampai tak punya ibu jari

menghisap darah sendiri

untuk sepiring nasi

dan sepotong ikan asin

hanya itu

yang kami punya

Jakarta, Jumat, 5 September 2025

INDONESIA DARURAT KORUPSI

-Episode tiga-

Di depan gedung DPR/MPR

hari ini

diserukan satu suara rakyat

:bubarkan DPR RI

sita harta hasil korupsi

dari kejauhan

awan masih berkabut

aku sendiri

masih

mendendangkan parodi politik

sambil terus menggendong matahari

terkapar sajakku

karena semprotan peluru tajam

berlumuran teriakkan massa  para mahasiswa

mari gulungkan tirani

di atas tiang gantungan

penderitaan harga pangan

pajak melambung tinggi

jadi bersetubuh liar

dengan dendam

sangat tinggi

oi, mau dikemanakan negeri ini ?

kibarkan terus bendera merah putih

lalu sama-sama kita bertanya

kepada ribuan langit hitam

terpampang di depan mata

orang-orang rakus

para pejabat munafik

mengapa terjadi korupsi lagi

aku bertanya

engkau harus menjawab

sampai kapan

BACA JUGA :  Megawati Minta Jokowi Lenyapkan KPK

berakhir

semua mitos kejahatan luar biasa ini

Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025

Biodata

Pulo Lasman Simanjuntak lahir di Surabaya, 20 Juni 1961. Ratusan karyanya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi tunggal dan 50 buku antologi bersama penyair Indonesia.

Sejak 1980 hingga 2025, karyanya dimuat di 23 media cetak dan lebih dari 300 media online di Indonesia dan Malaysia. Puisinya juga dipublikasikan di mancanegara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Bangladesh, dan India.

Ia kerap tampil dalam acara sastra, di antaranya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Radio Republik Indonesia (RRI), hingga komunitas sastra Jabodetabek.

Dua puisinya, “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu”, bahkan telah diangkat menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan. Saat ini ia menetap di Pamulang, Tangerang Selatan, dan aktif sebagai wartawan sekaligus rohaniawan.

Kontak: 08561827332 (WA), Medsos: Facebook (Bro), Instagram (Lasman Simanjuntak), TikTok (Lasman Simanjuntak), YouTube (Lasman TV).

Kontributor : Eykel Lasflorest
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Danantara Sikat BUMN Bermasalah, Ribuan Direksi Berpotensi Terseret Kasus Korupsi
Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai
Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros
HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati
Berawal Baku Lirik Berakhir Tatap Polisi, Penganiaya Selebgram Makassar Diciduk
Pengendali Sabu Medan-Makassar Tak Dituntut, Nama Andido Tak Masuk Berkas JPU
Tak Puas Dibui, Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Taufik Sontoloyo Dicungkil

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:49 WITA

Danantara Sikat BUMN Bermasalah, Ribuan Direksi Berpotensi Terseret Kasus Korupsi

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:50 WITA

Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:54 WITA

Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:42 WITA

HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02 WITA

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati

Berita Terbaru