Pengakuan Eks Napi Sebut Oknum Lapas Bollangi Paksa Aborsi Usai Dihamili

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi eks napi dipaksa aborsi usai dihamili oknum Lapas Bollangi Gowa

Ilustrasi eks napi dipaksa aborsi usai dihamili oknum Lapas Bollangi Gowa

Zonafaktualnews.com – Seorang mantan narapidana Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial NN (29), mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya usai bebas dari penjara.

NN mengaku dihamili oleh seorang oknum sipir berinisial APK (29), lalu mendapat tekanan untuk menggugurkan kandungan.

NN menuturkan, upaya pemaksaan aborsi itu tidak hanya berupa desakan verbal, tetapi juga disertai tindakan yang dinilainya tidak manusiawi, termasuk diminta mengonsumsi minuman beralkohol.

Menurut NN, awal perkenalannya dengan APK terjadi tak lama setelah dirinya keluar dari lapas perempuan pada Juli 2025. Ia membantah tudingan bahwa dirinya lebih dulu menghubungi petugas tersebut.

“Waktu saya bebas, justru dia yang datang minta nomor saya. Tapi bukan saya yang simpan, dia sendiri yang tulis di buku telepon,” ujar NN saat ditemui wartawan, Rabu (18/3/2026).

Beberapa waktu kemudian, NN sempat bertemu dua pegawai perempuan lapas untuk makan malam.

Dalam momen itu, salah satu rekannya melakukan panggilan video dengan APK yang kemudian mulai aktif berkomunikasi dengannya.

BACA JUGA :  Pemuda di Makassar Diseret dan Diamuk Massa Usai Tabrak 3 Kendaraan

“Dia tanya kenapa tidak pernah chat. Saya bilang waktu itu belum ada kartu. Setelah itu dia terus hubungi, tapi saya tidak terlalu tanggapi,” katanya.

Seiring waktu, komunikasi keduanya semakin intens. Meski demikian, NN mengaku menjaga jarak karena mengetahui APK telah berkeluarga.

“Dia sering ajak ketemu, awalnya saya tolak. Baru setelah dia ajak lagi, saya iyakan. Setelah itu jadi sering chat, tanya kabar, video call, tapi tidak pernah ada status hubungan,” jelasnya.

NN juga menyebut perilaku tersebut bukan hal baru, karena menurutnya APK kerap melakukan hal serupa kepada tahanan lain.

Hubungan keduanya berlanjut hingga beberapa kali pertemuan, termasuk di hotel. Pada pertemuan pertama, NN mengaku menolak ajakan berhubungan badan. Namun komunikasi tetap berjalan hingga akhirnya ia mengetahui dirinya hamil beberapa bulan kemudian.

“Saya cek sendiri pakai test pack, hasilnya positif. Saya kirim ke dia, tapi reaksinya malah seperti tidak percaya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bos Pabrik Air Minum MineralQu Bantah Tudingan Izin Operasi Tak Resmi

Alih-alih bertanggung jawab, NN mengaku justru diarahkan untuk menggugurkan kandungan. Bahkan, pada hari yang sama, APK disebut membawakan minuman beralkohol dan memintanya untuk diminum.

“Dia bilang kalau masih muda kandungannya bisa keluar. Malam itu dia kasih minuman alkohol,” tuturnya.

Tak hanya itu, NN juga diminta mengonsumsi nanas muda serta mencari obat penggugur kandungan. APK disebut sempat mengirimkan sejumlah uang secara bertahap untuk tujuan tersebut.

“Dia kirim uang sedikit-sedikit, sambil suruh saya cari obat. Totalnya katanya sampai jutaan,” katanya.

Tekanan yang terus berlangsung membuat NN memilih menghentikan komunikasi. Namun di tengah kondisi tersebut, ia mengalami sakit perut hebat hingga akhirnya keguguran.

“Saya sudah capek ditekan. Tidak minum obat, tapi tiba-tiba sakit sekali perutku sampai akhirnya keguguran,” ucapnya.

NN mengaku peristiwa itu bahkan disaksikan langsung oleh APK. Ia juga mengklaim memiliki bukti berupa percakapan dan dokumentasi terkait kejadian tersebut.

“Dia lihat langsung waktu itu. Saya juga simpan bukti chat dan foto,” ungkapnya.

BACA JUGA :  8 Pelaku Pengeroyokan Mansur Dg Seha Dibekuk, 5 Buron

Setelah kejadian itu, hubungan mereka masih berlanjut meski tanpa kejelasan. NN menyebut APK sempat berjanji akan bertanggung jawab, namun pada akhirnya memilih kembali ke keluarganya.

“Awalnya masih cari saya terus, tapi tiba-tiba bilang mau kembali ke istri dan anaknya,” katanya.

NN menegaskan, dirinya bukan mempermasalahkan ditinggalkan, melainkan sikap yang dinilai tidak bertanggung jawab.

“Saya tidak masalah ditinggal, tapi kenapa dari awal dibawa sejauh ini kalau akhirnya tidak ada tanggung jawab. Saya cuma mau itikad baik, minta maaf saja,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Kanwil Pemasyarakatan Kemenkum Sulsel, Ardi Akbar, mengaku belum menerima laporan detail terkait kasus tersebut dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Kami akan cek dulu ke lapas terkait untuk memastikan informasi ini,” singkatnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat
Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi
Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik
1 SK Valid, 15 Pejabat di Gowa Antre Giliran Disikat di Bawah Teropong Bupati?
Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing
2 Hektare Hutan Pinus Malino Dilalap, Jago Merah Diduga dari Sampah Warga
Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri
Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:33 WITA

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:02 WITA

Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:22 WITA

1 SK Valid, 15 Pejabat di Gowa Antre Giliran Disikat di Bawah Teropong Bupati?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:53 WITA

Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing

Berita Terbaru