Parah, Komunitas Fantasi Inses Menjamur di Facebook

Jumat, 16 Mei 2025 - 19:47 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tangkapan layar Grup Fantasi Sedarah (Inses) di Facebook

Tangkapan layar Grup Fantasi Sedarah (Inses) di Facebook

Zonafaktualnews.com – Jagat maya kembali digegerkan oleh kemunculan grup-grup menyimpang yang mempromosikan fantasi inses secara terang-terangan di Facebook.

Salah satu grup yang menjadi sorotan utama adalah “Fantasi Sedarah”, yang memiliki lebih dari 32 ribu anggota.

Grup ini menjadi bukti nyata bahwa penyimpangan seperti ini bukan lagi hal tersembunyi di media sosial.

Isi grup tersebut mengerikan. Para anggotanya bebas membagikan cerita, gambar, bahkan pengalaman pribadi seputar fantasi inses—yakni hubungan seksual imajiner dengan keluarga kandung seperti ibu, adik, atau anak sendiri. Kemunculan grup ini menuai kemarahan luas dari warganet.

Salah satu pengguna X, @pablolaurentt, sempat membongkar aktivitas tak senonoh dalam grup tersebut. Ia menunjukkan bagaimana ada anggota yang mengunggah foto ibu dan adiknya sambil menuliskan kalimat vulgar bernuansa fantasi inses. Sayangnya, akun tersebut langsung ditangguhkan setelah cuitannya viral.

Yang lebih parah, grup Fantasi Sedarah bukan satu-satunya. Belasan grup lain dengan konsep serupa bermunculan, mulai dari “Fantasi Ibu Kandung”, “Cerita Fantasimu”, hingga “Cerita Dewasa Sedarah”.

BACA JUGA :  Polri Bekuk Pelaku Grup Fantasi Sedarah, Anak-anak dan Keluarga Jadi Korban

Semuanya memiliki anggota ribuan dan memuat konten eksplisit bertema fantasi inses, yang jelas-jelas melanggar norma dan etika.

Masyarakat pun bereaksi keras. Banyak yang menyebut keberadaan komunitas ini sebagai tanda darurat moral di dunia digital.

“Internet sekarang udah nggak aman buat anak-anak. Grup kayak gini bisa muncul dan tumbuh tanpa pengawasan,” tulis seorang netizen. Jumat (16/5/2025).

Lebih memprihatinkan lagi, banyak konten dalam grup-grup ini yang menjadikan perempuan sebagai objek utama fantasi inses—mulai dari ibu, kakak perempuan, hingga anak perempuan.

Hal ini memperlihatkan pola kekerasan seksual terselubung yang harus segera dihentikan.

Tak tinggal diam, sejumlah warganet telah melaporkan keberadaan grup-grup ini ke Facebook dan juga ke aparat penegak hukum.

Beberapa bahkan menyindir ketimpangan penegakan hukum di dunia digital.

“Bikin gambar AI bisa dipenjara, tapi komunitas pedofil dan fantasi inses kayak gini masih bebas? Negara harus turun tangan,” tulis seorang pengguna X.

BACA JUGA :  Bos Skincare Dr. Richard Lee Masuk Islam, Netizen: Hidayah atau Pencitraan?

Menanggapi kegelisahan publik, akun resmi Divisi Humas Polri di X akhirnya buka suara. Mereka menyatakan tengah melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat untuk aktif melapor lewat patrolisiber.id atau call center 110 jika menemukan aktivitas serupa.

Fakta Mengerikan: Bayi Hasil Fantasi Inses Dikirim via Ojol

Tak hanya terjadi di dunia maya, penyimpangan fantasi inses juga menyeret korban di dunia nyata.

Di Medan, sepasang kakak-adik ditangkap karena mengirim jenazah bayi—hasil hubungan inses mereka—melalui ojek online ke sebuah masjid.

Kasus ini menjadi bukti bahwa fantasi menyimpang bisa berubah menjadi tragedi nyata.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, menjelaskan bahwa bayi tersebut sudah meninggal saat diterima di Masjid Jamik, Medan Timur.

Pelaku ingin agar jenazah langsung dikuburkan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Menurut Kanit PPA Polrestabes Medan, Iptu Dearma Sinaga, pasangan tersebut mencari lokasi masjid secara acak melalui Google, lalu menitipkan bayi lewat paket ojol.

BACA JUGA :  Bak Film Gangster, Ormas GRIB Obrak-abrik Markas Pemuda Pancasila

Motifnya: agar bayi bisa langsung dimakamkan oleh pihak masjid, tanpa proses hukum.

Keduanya kini telah ditahan dan diperiksa intensif. Kasus ini membuka mata bahwa penyimpangan seperti fantasi inses tidak hanya berbahaya secara moral, tapi juga bisa berujung pada kejahatan nyata.

Lawan Penyimpangan Digital, Laporkan Fantasi Inses

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, platform digital, dan penegak hukum. Maraknya komunitas fantasi inses di media sosial adalah bentuk nyata dari degradasi moral yang tak bisa ditoleransi.

Masyarakat diminta lebih waspada, terutama dalam memantau aktivitas online anak-anak dan remaja.

Jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang melalui patrolisiber.id, call center 110, atau fitur pelaporan resmi di platform digital. Penyimpangan ini tidak boleh dibiarkan tumbuh.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat
Abu Vulkanik Jangkau Empat Provinsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Selasa, 8 September 2026 - 13:34 WITA

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 September 2026 - 01:39 WITA

Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:34 WITA