P3TGAI Takalar Diduga Tak Bersih, Pola Setoran Mirip Kasus Luwu Utara?

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator AMTPK Takalar, Takhifal Mursalin, menyuarakan aspirasi dalam aksi demonstrasi.

Koordinator AMTPK Takalar, Takhifal Mursalin, menyuarakan aspirasi dalam aksi demonstrasi.

Zonafaktualnews.com – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mulai menjadi sorotan publik.

Program yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi serta mendukung produktivitas pertanian itu kini dipertanyakan integritas pelaksanaannya.

Sejumlah informasi yang beredar di kalangan kelompok tani menyebutkan adanya dugaan praktik setoran komitmen fee dari kelompok penerima program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap kelompok irigasi yang mendapatkan program P3TGAI disebut-sebut diminta memberikan setoran berkisar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta.

Setoran tersebut diduga berkaitan dengan proses pengusulan hingga pelaksanaan kegiatan pembangunan irigasi di lapangan.

BACA JUGA :  DPRD Sulsel Diminta Segera Realisasikan Keputusan RDP Soal Polemik Lahan Yon TP 872

Meski demikian, informasi ini masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Menariknya, pola dugaan yang berkembang di Takalar dinilai memiliki kemiripan dengan kasus serupa yang sebelumnya terungkap di Kabupaten Luwu Utara.

Dalam kasus tersebut, aparat penegak hukum menemukan adanya praktik setoran dari kelompok penerima program yang dikumpulkan oleh pihak tertentu sebelum kegiatan dilaksanakan.

Sejumlah sumber juga menyebutkan adanya indikasi peran seorang koordinator atau “ketua kelas” yang diduga mengatur serta menghimpun setoran dari berbagai kelompok irigasi penerima program.

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Anak di Polres Takalar Sudah P21, Terlapor Masih Bebas

Sosok tersebut disebut-sebut memiliki pengaruh dalam jaringan politik dan diduga merupakan seorang legislator di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan yang membutuhkan klarifikasi dan proses hukum lebih lanjut.

Melihat kemiripan pola tersebut, berbagai kalangan mendesak Kejaksaan Negeri Takalar untuk segera melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kasus dengan pola serupa sudah berhasil diungkap di Luwu Utara. Karena itu, publik berharap Kejaksaan Takalar juga dapat menelusuri dugaan praktik yang sama agar program pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan,” ujar Koordinator AMTPK Takalar, Takhifal Mursalin, dalam keterangannya (16/3/2026).

BACA JUGA :  Proyek Sentra UMKM Rp9 Miliar Gagal, Kejari Takalar Diminta Seret Para Penanggung Jawab

Program P3TGAI sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi melalui pemberdayaan kelompok petani.

Karena itu, dugaan adanya praktik pungutan atau setoran dalam pelaksanaannya dinilai sebagai persoalan serius yang harus ditangani secara transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.

 

(DS/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru