Netizen Ungkap Jejak Rekam Prabowo : Tak Layak Nyapres

Senin, 11 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Netizen Ungkap Jejak Rekam Prabowo : Tak Layak Nyapres

Netizen Ungkap Jejak Rekam Prabowo : Tak Layak Nyapres

Zonafaktualnews.com – Jejak rekam Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menunjukkan jati diri sebenarnya yang dianggap tak layak.

Video jejak rekam Prabowo Subianto pun diunggah oleh akun @BosPurwa yang dilihat pada Minggu (10/11/2023).

Disebutkan Prabowo Subianto tidak layak nyapres, untuk nyapres, serahkan ke yang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terhadap masalah pengungsi Rohingya sikap Prabowo dari 2018 sampai 2023 tetap Pesimis silakan simak, debat Pilpres 2019 Prabowo Vs Jokowi Prabowo,” kata akun @BosPurwa

Dalam postingannya tersbeut, @BosPurwa memberikan poin-poin jejak rekam Prabowo Subainto di antaranya ;

Pertama, Indonesia belum bisa mengurus dirinya sendiri, hutang banyak, mata uang lemah, suka import bahan makanan pokok, masih banyak rakyat yang miskin dan miskin

BACA JUGA :  Kapolri Diam, Akun Fufufafa Bikin Gaduh, Pengamat: Gibran Terlibat, Jokowi Lepas Tangan?

Kedua, Indonesia belum mempunyai kekuatan dan pengaruh besar di dunia Internasioal, tidak dihormati di mata negara lain.

1 Indonesia bangga telah diberikan kepercayaan oleh PBB akan menjebatani dan mencarikan solusi masalah Rohingya

2 Indonesia sudah berhasil mendesak dan menekan pemerintah Myanmar untuk repatriasi (pemulangan warganya Kembali).

Pernyataan Prabowo 2023 terhadap pengungsi Rohingya terkini mengkonfirmasi banyak hal bahwa selama 9 tahun pemerintahan Jokowi bangsa dan negara Indonesia tetap tidak bisa mengurus dirinya sendiri, utang banyak, mata uang lemah, suka import bahan makanan pokok, masih banyak rakyat miskin dan kelaparan, tidak punya kekuatan dan pengaruh besar di dunia Internasional.

BACA JUGA :  Anies Blak-blakan Soal Utang Rp 50 Miliar

Pernyatan itu pula memastikan bahwa pemerintah Jokowi tidak punya prestasi lebih dalam menyelesaikan masalah Rohingya padalah jadi kebanggaan di debat pilpres 2019.

Dan perlu dicatat, Jokowi dan Prabowo berada dalam satu atap yang sama dari 2019, meskipun pun begitu hal-hal diatas masih tidak bisa bahkan oleh mereka berdua.

Lebih lanjut artinya peran Prabowo dan Jokowi untuk masalah Rohingya minim, bahkan Prabowo tidak bisa memberikan kontribusi apapun untuk masalah itu dengan jabatan yang dia sandang sebagai menhan.

BACA JUGA :  Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Peran Prabowo sebagai menhan selama 4 tahun memberikan bukti bahwa tidak membuat Indonesia menjadi negara yang punya kekuatan dan pengaruh yang besar di dunia internasional. Kalau berdua saja tidak mampu maka sudah tidak layak lagi

@Prabowo untuk nyapres, serahkan ke yang lain!

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru