Nasib Non ASN Terabaikan, Honorer ‘Siluman’ Lulus PPPK? DPRD Gowa Diminta Bertindak

Minggu, 5 Oktober 2025 - 01:54 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Nasib Non ASN Terabaikan, Honorer ‘Siluman’ Lulus PPPK? DPRD Gowa Diminta Bertindak

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Gowa terkait nasib tenaga honorer Non ASN

Zonafaktualnews.com – Nasib tenaga honorer Non ASN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sangat memprihatinkan.

Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah tersebut dinilai tidak adil.

Pasalnya, sejumlah tenaga honorer yang telah lama mengabdi tidak terakomodir, sementara ada nama-nama “siluman” yang dinyatakan lulus.

Kondisi itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di kantor DPRD Kabupaten Gowa pada Jumat (3/10/2025).

Rapat tersebut mempertemukan LSM Gempa Indonesia, BKPSDM Gowa, anggota DPRD Gowa, serta para guru dan tenaga kesehatan Non ASN yang hingga kini belum jelas nasibnya.

RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gowa, Ramli Rewa, berlangsung penuh emosi. Salah satu tenaga pendidik bahkan tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan isi hatinya di hadapan forum.

“Kami hanya ingin legalitas, Pak Ibu. Kami ini mengabdikan diri untuk bangsa ini. Tolonglah kami juga diangkat, jangan dibiarkan menggantung seperti ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Suasana ruang sidang mendadak hening. Beberapa anggota dewan tampak tertegun, menahan haru mendengar curahan hati tersebut.

BACA JUGA :  Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Gempa Indonesia, Ari Paletteri, menegaskan bahwa kedatangan pihaknya bukan sekadar untuk menyampaikan aspirasi, tetapi memperjuangkan keadilan bagi para tenaga Non ASN yang telah lama terabaikan.

“Banyak dari mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi, tapi sampai hari ini belum juga diangkat. Lebih ironis lagi, ada yang bahkan tidak terdata sama sekali di BKN,” tegas Ari.

Dalam kesempatan itu, LSM Gempa Indonesia bersama perwakilan Non ASN melayangkan tiga tuntutan utama kepada DPRD Gowa:

1. Mengusut tuntas oknum Dinas Pendidikan yang diduga menghilangkan data guru Non ASN dari database BKN.

2. Mengusulkan seluruh Non ASN, termasuk yang mengabdi di sekolah yayasan, untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu tanpa terkecuali.

3. Menindaklanjuti dugaan adanya honorer “siluman” yang secara misterius dinyatakan lulus PPPK paruh waktu tahun 2025.

Menurut Ari, perjuangan ini tidak berhenti di forum RDP semata.

BACA JUGA :  Tolak Interogasi Liar, Bupati Gowa “Skakmat” Pansus dengan Walk Out dari Sidang

“Kami tidak akan mundur sampai para guru dan tenaga Non ASN yang telah lama mengabdi benar-benar mendapatkan NIP. Jangan ada lagi ketidakadilan di negeri ini,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi itu, Ketua DPRD Gowa, Ramli Rewa, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil RDP.

 Ia berjanji akan mengawal masalah tersebut hingga ke tingkat pusat, termasuk berkoordinasi dengan Bupati Gowa dan Kemenpan-RB.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Ini janji kami,” ujar Ramli saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (4/10/2025).

Ramli juga menyebutkan bahwa pihaknya akan segera mengundang BKPSDM Gowa untuk menelusuri data Non ASN yang belum terakomodir, sebelum hasil verifikasi disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri dan Menpan-RB.

“Kami akan memastikan semua data diverifikasi. Jangan sampai ada yang sudah bertahun-tahun aktif mengabdi tapi tidak terakomodir,” tambahnya.

Ketika ditanya soal kejelasan data Non ASN yang sudah terdaftar di BKN, Ramli mengaku belum bisa memastikan.

“Terkait itu, saya belum tahu. Saya tidak bisa mengatakan apakah terdaftar atau tidak, karena datanya belum saya lihat. Makanya kami akan melakukan audiensi ke Kemenpan-RB untuk meminta penjelasan resmi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dana Reses DPRD Gowa Tak Bisa Dipertanggungjawabkan

Bagi para tenaga Non ASN, terutama guru dan tenaga kesehatan, hasil RDP ini menjadi setitik harapan di tengah rasa kecewa. Mereka menaruh keyakinan bahwa DPRD Gowa benar-benar akan menepati janji untuk memperjuangkan nasib mereka hingga ke pemerintah pusat.

Meski data pasti jumlah Non ASN belum dirilis secara resmi, LSM Gempa Indonesia mengklaim telah mengantongi daftar lengkap para tenaga honorer yang selama ini terabaikan.

Kini, publik menunggu langkah nyata DPRD Gowa untuk membuktikan komitmennya yakni menegakkan keadilan bagi honorer asli, sekaligus mengungkap siapa sebenarnya honorer “siluman” yang berhasil lulus PPPK tanpa jejak pengabdian yang jelas.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan
Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik
VinFast Diduga Penipu Ulung, Jual Unit Tanpa Baterai, Gowa-Maros Dikadalin
Jual Janji Palsu, Oknum Kades Rangkap Bos PT Mustika DBL Diduga Tipu Warga
Tepis Fitnah Keji, Eks Paur Propam Makassar Sebut Mantan Istri Playing Victim
Polisi Tangkap Empat “Palukka” Sapi di Maros, Tiga Ternak Laku Rp24 Juta
Laskar Indonesia Kuliti Borok Revitalisasi Sekolah di Parepare, Diduga Digarap Kontraktor

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 01:26 WITA

Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok

Minggu, 20 September 2026 - 20:21 WITA

Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan

Minggu, 20 September 2026 - 19:20 WITA

Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WITA

VinFast Diduga Penipu Ulung, Jual Unit Tanpa Baterai, Gowa-Maros Dikadalin

Minggu, 20 September 2026 - 04:12 WITA

Jual Janji Palsu, Oknum Kades Rangkap Bos PT Mustika DBL Diduga Tipu Warga

Berita Terbaru