Modus Video Call Seks, Mahasiswi di Riau Peras Bos Sawit hingga Rp1,6 Miliar

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi asal Kampar, Riau, Sisilia Hendriani, ditangkap bersama kekasihnya Syamsul Zekri. (Ist)

Mahasiswi asal Kampar, Riau, Sisilia Hendriani, ditangkap bersama kekasihnya Syamsul Zekri. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Mahasiswi asal Kampar, Riau, Sisilia Hendriani (24), ditangkap bersama kekasihnya Syamsul Zekri (34) usai terbukti memeras seorang pengusaha sawit melalui modus video call seks (VCS).

Aksi keduanya membuat korban mengalami kerugian fantastis hingga Rp1,6 miliar.

Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, mengatakan bahwa pasangan ini mengancam akan menyebarkan tangkapan layar VCS apabila korban tidak menuruti permintaan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku meminta uang dengan ancaman menyebarkan foto tidak senonoh korban. Karena takut, korban akhirnya terus mengirim uang,” ujar Kombes Ade, Jumat (10/10/2025) malam.

BACA JUGA :  Hutan Lindung Dijarah, Polisi Tangkap 4 Pelaku Perusakan Lingkungan di Kampar

Kasus ini bermula dari perkenalan antara korban berinisial MT dan Sisilia di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru pada tahun 2019.

Hubungan keduanya sempat terputus, namun kembali terjalin lewat pesan pribadi di Instagram dan WhatsApp pada Agustus 2023.

Dalam komunikasi yang kembali intens itu, korban mengajak Sisilia melakukan VCS dengan imbalan Rp1 juta.

Setelah sempat menolak, pelaku akhirnya setuju. Saat panggilan berlangsung, Sisilia diam-diam mengambil tangkapan layar ketika keduanya tampil tanpa busana.

Dari situlah drama pemerasan dimulai. Bersama kekasihnya, Syamsul, Sisilia menekan korban agar mengirim uang, dengan ancaman akan menyebarkan foto-foto hasil VCS.

BACA JUGA :  Hutan Lindung Dijarah, Polisi Tangkap 4 Pelaku Perusakan Lingkungan di Kampar

Ketakutan, korban mentransfer uang pertama Rp10 juta melalui layanan BRI Link di Aliantan, Rokan Hulu. Namun teror tidak berhenti sampai di situ.

Selama dua tahun, permintaan uang terus berlanjut hingga total mencapai Rp1,6 miliar. Merasa terjebak dan terancam, korban akhirnya melapor ke Polda Riau.

Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Riau yang dipimpin Kompol Dani Andika Karya Gita kemudian menelusuri jejak digital kedua pelaku.

Hasil penyelidikan mengarah ke sebuah tempat kos mewah A3 Executive di Jalan Surya, Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

BACA JUGA :  Hutan Lindung Dijarah, Polisi Tangkap 4 Pelaku Perusakan Lingkungan di Kampar

Keduanya diringkus tanpa perlawanan. Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua unit mobil, satu sepeda motor, perhiasan emas, beberapa ponsel, serta bukti transfer uang hasil pemerasan.

Menurut Kombes Ade, Sisilia berperan sebagai pelaku utama yang berinteraksi langsung dengan korban, sementara Syamsul berperan menampung dan menikmati hasil kejahatan tersebut.

Keduanya kini ditahan di Mapolda Riau dan dijerat Pasal 27B ayat (2) huruf a jo Pasal 45 ayat (10) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, serta Pasal 55 dan 56 KUHP.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru