Kemenkes Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Sebarkan Hoaks Virus Nipah

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:31 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kemenkes Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Sebarkan Hoaks Virus Nipah

Ilustrasi Virus Nipah beserta struktur virus dan jalur penularannya dari hewan ke manusia. Virus ini diketahui berasal dari kelelawar buah (Pteropus sp) dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga ensefalitis pada manusia.

Zonafaktualnews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya terkait isu penyebaran Virus Nipah.

Langkah ini disampaikan seiring meningkatnya perhatian publik setelah muncul laporan kasus penyakit tersebut di India.

Arahan Kemenkes tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah yang ditetapkan pada Jumat (30/1/2026).

Surat edaran itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami.

“Menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran hoaks dengan merujuk pada sumber informasi resmi pemerintah,” ujar Murti, dikutip Minggu (1/2/2026).

Murti menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak erat antar manusia.

BACA JUGA :  Kemenkes Tanggapi Isu Penghapusan Kelas 1,2 dan 3 BPJS Kesehatan

Penyakit tersebut dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, termasuk infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis.

Tingkat kematian akibat Virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen.

Kemenkes mencatat, pada 14 Januari 2026 India kembali melaporkan kasus konfirmasi Virus Nipah di Negara Bagian West Bengal.

Hingga 26 Januari 2026, terdapat dua kasus terkonfirmasi tanpa laporan kematian di Distrik North 24 Parganas.

Selain itu, lebih dari 120 orang yang memiliki kontak erat telah diidentifikasi dan menjalani karantina.

Murti menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi Virus Nipah pada manusia di Indonesia.

Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah yang berisiko berdasarkan kedekatan geografis serta tingginya mobilitas masyarakat.

BACA JUGA :  KPK Temukan Praktik Mark Up dan Kongkalikong Alkes

“Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia,” katanya.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes juga menginstruksikan dinas kesehatan di seluruh daerah untuk memperkuat surveilans, termasuk pemantauan kasus infeksi saluran pernapasan akut berat, pneumonia, serta sindrom meningitis dan ensefalitis.

Pemantauan dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans sentinel lainnya.

Selain itu, Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan diminta meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara, terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit.

“Melakukan pengamatan suhu melalui thermal scanner, serta pengamatan tanda dan gejala terhadap seluruh pelaku perjalanan yang masuk Indonesia dengan menyiagakan petugas di area kedatangan internasional,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kemenkes Klarifikasi Soal Aturan Kontrasepsi untuk Remaja

Fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, juga diminta menyiapkan ruang isolasi serta alat pelindung diri (APD) sebagai langkah pencegahan.

“Segera melapor dalam waktu kurang dari 24 (dua puluh empat) jam melalui Surveilans Berbasis Kejadian (event based surveillance) di aplikasi SKDR dengan link https://skdr.kemkes.go.id dan PHEOC di nomor Telp/WhatsApp 0877-7759-1097,” katanya.

“Mengirimkan spesimen kepada Prof. Sri Oemiyati/Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jalan Percetakan Negara 23 Jakarta 10560 (Kontak Person: 0812-9990-7400),” ujarnya lagi.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA