Jusuf Kalla Buka Suara Usai Dilaporkan, Singgung Fitnah dan Klarifikasi Syahid

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla saat konferensi pers terkait polemik ceramah di Jakarta (Ist)

Jusuf Kalla saat konferensi pers terkait polemik ceramah di Jakarta (Ist)

Zonafaktualnews.comJusuf Kalla (JK) akhirnya angkat bicara usai dirinya dilaporkan ke polisi terkait dugaan penistaan agama.

Laporan tersebut muncul usai pernyataannya mengenai makna “mati syahid” dalam ceramah di Universitas Gadjah Mada.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), JK menegaskan dirinya justru merasa menjadi korban fitnah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jusuf Kalla juga menyampaikan doa agar pihak yang melaporkannya diberikan ampunan.

“Saya sedang mempelajari itu di mana letak (tuduhan). Mudah-mudahan Tuhan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Wal-fitnatu asyaddu minal-qatl. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, semua memfitnah saya semua,” kata Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI ini.

JK menjelaskan, penggunaan istilah “syahid” dalam ceramahnya tidak lepas dari konteks audiens yang hadir saat itu.

Menurutnya, ceramah berlangsung di lingkungan masjid dengan jamaah yang seluruhnya Muslim.

“Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadan, artinya yang hadir cuma orang Muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami,” ujarnya.

BACA JUGA :  Penangkapan Tak Sah, Roy Suryo Tumbangkan Polda Metro Jaya Lewat Praperadilan

Jusuf Kalla juga memaparkan bahwa sebelum membahas istilah tersebut, ia lebih dahulu mengulas berbagai konflik yang pernah terjadi, termasuk di Maluku dan Poso.

JK menggambarkan betapa brutalnya konflik tersebut dan bagaimana isu agama kerap memperkeruh keadaan.

“Inilah konflik, bagaimana kejamnya waktu itu, paling jahat, paling ganas, inilah. Itu jelas dikatakan tadi (tokoh agama), agama masuk di situ, Islam-Kristen berbuat begitu,” tuturnya.

Menurut JK, konflik yang dipicu sentimen agama kerap membuat masyarakat kehilangan akal sehat hingga melakukan tindakan kekerasan, bahkan terhadap tetangga sendiri. Ia mengaku pernah turun langsung ke wilayah konflik untuk meredakan situasi.

“Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan, anda berani tidak, berani tidak Ade Armando ke situ?” jelasnya.

Lebih jauh, JK menegaskan bahwa kehadirannya di Masjid UGM dalam rangka memenuhi undangan ceramah Ramadan 2026 dengan tema utama perdamaian. Ia menyebut materi yang disampaikan mencakup berbagai konflik global hingga nasional.

BACA JUGA :  Polisi Usut Teror Kepala Babi dan Tikus Busuk di Kantor Tempo

“Jadi, saya ingin jelaskan tentang di UGM itu, acara di UGM itu, acara ceramah bulan puasa dilakukan di masjid, saya diundang datang karena temanya perdamaian. Saya jelaskan tentang perdamaian, perdamaian adalah akhir dari konflik, apa itu konflik, akhir dari perdamaian. Kemudian mulai konflik dunia ini, konflik di Eropa, perang dunia pertama saya uraikan,” paparnya.

Jusuf Kalla menambahkan, pembahasan konflik berbasis agama hanya disinggung secara singkat dibandingkan keseluruhan materi ceramahnya.

“Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah sepeti Tim-Tim, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu per satu. Kemudian 1 menit saja saya bicarakan konflik karena agama,” terangnya.

Terkait polemik istilah, JK menekankan bahwa penggunaan kata “syahid” dan “martir” pada dasarnya memiliki makna serupa, hanya berbeda dalam konteks penyebutan.

BACA JUGA :  Terbongkar! Jokowi Ternyata Cuma Serahkan Fotokopi Ijazah, Bukan Dokumen Asli

“Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama, saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya,” ungkapnya.

“Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu,” lanjutnya.

Sebelumnya, pernyataan JK dalam ceramah tersebut menuai polemik hingga berujung laporan ke Polda Metro Jaya oleh DPP GAMKI bersama sejumlah pihak lainnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
Bos MNC Group Diduga Sumpal Bawahan Pakai Sepatu hingga Disuruh Buka Baju
Nikmatnya Biji “Peler”mu

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:09 WITA

Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:38 WITA

Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA