Jokowi Wariskan Utang Rp8.338 Triliun, Ekonom Kritik Kebijakan Fiskal

Selasa, 18 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi dan Prabowo Subianto (Instagram Prabowo)

Jokowi dan Prabowo Subianto (Instagram Prabowo)

Zonafaktualnews.com – Presiden Jokowi mewariskan utang negara sebesar Rp8.338 triliun pada April 2024 kepada pemerintahan berikutnya, menjelang akhir masa jabatannya.

Selama 10 tahun kepemimpinannya, utang pemerintah melonjak tajam dari sekitar Rp 2.700 triliun pada 2014 menjadi lebih dari Rp 8.000 triliun pada 2024.

Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J Rachbini, menilai lonjakan utang ini menunjukkan inkompetensi pemerintah, terutama presiden dan menteri keuangan, dalam mengelola kebijakan fiskal.

“Ini adalah hasil dari kebijakan fiskal yang tidak bijaksana dari Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan Presiden (Jokowi),” ujar Didik seperti yang dikutip dari RMOL, Selasa (18/6/2024).

Didik juga menyebut bahwa warisan utang yang sangat besar ini akan menjadi beban berat bagi pemerintahan berikutnya yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Utang yang tinggi ini menjadi warisan buruk bagi pemerintahan selanjutnya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Per April 2024, rasio utang pemerintah tercatat mencapai 38,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI pada awal Juni, Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci bahwa mayoritas utang pemerintah berupa surat berharga negara (SBN).

“Mayoritas instrumennya adalah SBN, hampir 88 persen,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA :  Rocky Soal “Bajingan Tolol” Bukan Hina Jokowi, Tapi Istilah Keakraban

Sebanyak 12,06 persen utang lainnya berasal dari pinjaman, dengan rincian Rp7.333 triliun dari SBN dan Rp1.005 triliun dari pinjaman.

Utang yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan kebijakan fiskal Indonesia di masa depan.

Tantangan besar menanti pemerintahan berikutnya dalam upaya mengelola dan mengurangi beban utang yang diwariskan ini.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pertamina Pangkas Harga BBM Juli 2026, Ini Daftar Terbaru di Seluruh Provinsi
Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila
Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target
Rupiah Makin Meriang, Klaim Ekonomi Kuat Prabowo Digilas Dolar yang Menggila
Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik, Pertalite-Biosolar Tetap
Jangan Kaget, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru April 2026

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:34 WITA

Pertamina Pangkas Harga BBM Juli 2026, Ini Daftar Terbaru di Seluruh Provinsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:55 WITA

Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:52 WITA

Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:41 WITA

Rupiah Makin Meriang, Klaim Ekonomi Kuat Prabowo Digilas Dolar yang Menggila

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:44 WITA

Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda

Jumat, 17 Jul 2026 - 00:25 WITA