Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:41 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Ilustrasi – Jokowi merangkul Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis

Zonafaktualnews.com – Status tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis resmi gugur usai penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Penghentian perkara itu terbit dalam waktu singkat, hanya sehari setelah mantan Presiden Joko Widodo mengajukan permohonan penyelesaian kasus melalui mekanisme restorative justice.

SP3 tersebut dikeluarkan pada Kamis sore, 15 Januari 2026, sekaligus mengakhiri proses hukum atas dugaan fitnah terkait isu ijazah palsu Jokowi yang sebelumnya menyeret sejumlah nama.

Keputusan cepat aparat kepolisian itu memantik beragam reaksi publik. Salah satunya datang dari mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems.

Saiful menilai penghentian perkara tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Jokowi masih terasa kuat, meskipun tidak lagi menjabat sebagai presiden.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Sebut Jokowi Terjepit, ‘Mark-Up’ Kereta Cepat Tak Bisa Dihindari

Menurut Saiful, ritme penanganan perkara tersebut sulit dianggap sebagai proses hukum yang berjalan normal.

Ia bahkan menyebut adanya kekuatan tak terlihat yang ikut membentuk arah keputusan hukum.

“Hukum seperti tidak berjalan dengan nalar yang seharusnya. Yang terlihat justru bayang-bayang kekuasaan,” kata Saiful melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Minggu (18/1/2026).

Selain itu, Saiful turut menyoroti masih intensnya kunjungan sejumlah tokoh dan advokat ke kediaman Jokowi di Solo.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memunculkan persepsi publik yang meragukan independensi penegakan hukum.

“Advokat seharusnya berdiri pada rasionalitas, kebenaran, dan keadilan, bukan pada kedekatan personal,” ujarnya.

Dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu ini, Polda Metro Jaya sebelumnya membagi penanganan kasus ke dalam dua klaster.

BACA JUGA :  Jokowi Didesak Copot Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Klaster pertama mencakup lima orang, yakni Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, serta Muhammad Rizal Fadillah.

Sementara klaster kedua melibatkan Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa.

Pertemuan Eggi Sudjana dengan Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026 menjadi titik balik dalam perjalanan kasus tersebut.

Tak lama setelah pertemuan itu, Jokowi mengirimkan surat permohonan restorative justice kepada pihak kepolisian, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan SP3.

Menariknya, sikap Eggi terhadap Jokowi turut berubah pasca pertemuan tersebut. Jika sebelumnya ia berada di barisan terdepan dalam tudingan ijazah palsu, kini Eggi justru menyampaikan apresiasi terhadap sikap Jokowi yang dinilainya tetap terbuka.

BACA JUGA :  Begini Alasan Jokowi Soal Surat Suara Datang Lebih Awal di Taipe

“Pak Jokowi menerima kami dengan baik, padahal beliau merasa difitnah. Itu menunjukkan akhlak yang patut dihargai,” ujar Eggi, menyinggung pertemuannya di Solo.

Di sisi lain, Eggi juga melontarkan sindiran kepada pihak-pihak yang masih aktif menggulirkan isu ijazah tersebut.

Ia menyebut mereka yang merasa paling benar seharusnya siap menghadapi proses hukum secara terbuka.

“Kalau ada yang merasa jago, ya silakan hadapi sendiri,” tandasnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana