Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata Kemanusiaan

Rabu, 22 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Zonafaktualnews.com – Israel akhirnya mengumumkan gencatan senjata dengan milisi Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan gencatan senjata selama 4 hari ini.

Kesepakatan tersebut termasuk dalam pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah memutuskan keputusan yang sulit malam ini, tapi ini adalah keputusan yang benar,” ucap Netanyahu, Rabu (22/11/2023).

Sementara itu, Hamas menyambut baik kesepakatan gencatan senjata “kemanusiaan” dengan Israel ini.

“Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya yang bertujuan untuk melayani rakyat kami dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi,” bunyi pernyataan Hamas seperti dikutip AFP.

Hamas juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata akan berlangsung selama 4 hari. Namun tidak jelas kapan gencatan senjata akan dimulai karena Israel hingga saat ini terus menggempur.

BACA JUGA :  Heboh, Lembaran Surat As Saffat Ditemukan di Masjid Gaza, Kode Alam?

Israel bahkan memerintahkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza untuk dievakuasi dengan mengancam akan menggempur fasilitas kesehatan itu dalam empat jam ke depan.

Sementara itu, Hamas membeberkan detail gencatan senjata versi mereka.

Menurut kelompok yang menguasai Gaza itu, kesepakatan gencatan senjata mencakup janji Israel akan menghentikan aksi militernya di semua wilayah tersebut, termasuk menghentikan pergerakan kendaraan militer.

Israel juga diminta mengizinkan akses ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan termasuk pasokan alat medis dan bahan bakar ke Gaza.

Dikutip Al Jazeera, drone di Gaza selatan juga akan berhenti beroperasi selama gencatan senjata berlangsung.

Penggunaan drone juga akan berhenti di utara Gaza selama enam jam per hari, antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat selama empat hari.

Gaza utara dan selatan memang menjadi target gempuran Israel sejak agresi berlangsung 7 Oktober lalu.

BACA JUGA :  Bang Onim Sebut Pengetahuan Buya Arrazy Soal Palestina 1 Persen

Selama masa gencatan senjata, Israel “berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.”

Kebebasan bergerak akan dijamin di sepanjang Jalan Salah al-Deen Gaza. Selain itu, Hamas juga harus mengizinkan tim Palang Merah Internasional untuk menengok dan memberi perawatan terhadap para sandera.

Sementara itu, pihak Israel meminta pembebasan setidaknya 50 sandera dari total sekitar 200 orang yang masih ditahan Hamas.

Pembebasan 50 sandera ini termasuk perempuan, anak-anak, dan warga asing seperti orang Amerika Serikat.

Israel juga sepakat mengembalikan sekitar 150 warga Palestina yang selama ini ditahan di penjara negara tersebut, termasuk tahanan perempuan dan anak-anak.

Israel juga berjanji akan menghentikan pertempuran selama gencatan senjata berlangsung.

Tel Aviv juga menawarkan perpanjangan gencatan senjata jika Hamas berkenan menambah jumlah sandera yang dibebaskan.

BACA JUGA :  Netanyahu Iri dengan Perlakuan Baik Hamas ke Sandera Israel

Al Jazeera melaporkan Israel menawarkan satu hari tambahan gencatan senjata untuk setiap sepuluh sandera tambahan yang dibebaskan oleh Hamas.

Meski begitu, kesepakatan gencatan senjata tidak serta merta membuat perang antara Israel dan Hamas di Gaza berhenti.

PM Netanyahu mewanti-wanti bahwa agresi Israel ke Gaza akan tetap lanjut sampai tujuan negaranya tercapai.

“Saya ingin menegaskan. Kita sedang dalam perang dan akan terus berperang sampai kita mencapai seluruh tujuan kita, untuk menghancurkan Hamas, dan untuk membebaskan seluruh sandera dan warga kita yang hilang,” kata Netanyahu.

“Kami akan memastikan bahwa tidak ada lagi entitas di Gaza yang akan mengancam Israel,” pungkasnya menambahkan seperti dikutip Jerusalem Post.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Trump Spill Bestie Baru Bareng “Alien”, Netizen : Dunia Ketar-ketir hehehe
AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia
Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:32 WITA

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:15 WITA

Trump Spill Bestie Baru Bareng “Alien”, Netizen : Dunia Ketar-ketir hehehe

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:49 WITA

AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 16:48 WITA

Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Berita Terbaru