Ironis, Kasus Wawan Ngebut di Polrestabes, Budiman S Mandek di Polda Sulsel

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase – Advokat Wawan Nur Rewa (Kiri) dan Budiman S (Kanan)

Foto Kolase – Advokat Wawan Nur Rewa (Kiri) dan Budiman S (Kanan)

Zonafaktualnews.com – Budiman S, warga Kabupaten Maros, mempertanyakan lambannya penanganan laporan-laporan yang ia ajukan ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Budmian S menilai, perlakuan hukum terhadap dirinya tidak adil bila dibandingkan dengan cepatnya penanganan kasus lain oleh aparat kepolisian.

Laporan-laporan Budiman S berkaitan dengan dugaan penganiayaan, perusakan, serta penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah laporannya telah resmi diterima dan sebagian naik ke tahap penyidikan, namun belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Salah satu peristiwa kekerasan yang dialami Budiman terjadi pada Sabtu malam, 10 Mei 2025, sekitar pukul 22.40 WITA di kediamannya.

Budiman S mengaku dikeroyok oleh tujuh orang pelaku yang juga merusak bagian rumah dan kendaraannya.

“Lengan kanan saya mengalami luka memar dan bengkak. Sudah divisum di Puskesmas Moncongloe. Selain itu, mobil saya juga kena lemparan batu hingga lecet,” ujar Budiman kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bekuk 10 Pelaku Perusakan dan Pembakaran Gedung DPRD Makassar

Laporan resmi atas insiden tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/28/V/2025/SPKT/Polsek Moncongloe, tertanggal 11 Mei 2025. Dugaan tindak pidana yang dilaporkan mengacu pada Pasal 351 dan 170 KUHP.

Melalui kuasa hukumnya, K. Budi Simanungkalit dari Kantor Hukum Padeng & Manungkalit, Budiman juga telah mengajukan permohonan gelar perkara khusus ke Ditreskrimum Polda Sulsel.

Ia mendesak agar seluruh barang bukti, termasuk puluhan batu yang ditemukan di lokasi, dihadirkan.

“Ini bukan hanya masalah pribadi, tapi soal keadilan. Kami meminta penyidik menindaklanjuti dengan serius dan adil,” ujarnya.

Tak hanya soal penganiayaan, Budiman juga menjadi korban pemberitaan bohong yang memuat tuduhan serius seperti dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

Ia melaporkan sejumlah media daring dan oknum LSM yang menurutnya menyebarkan informasi fitnah yang merusak nama baik.

Media yang dilaporkan antara lain indonesiatimurnews.com, koranmerahputihnews.com, dan jurnalinti24jam.my.id.

BACA JUGA :  Bripda F Selamat dari PTDH, Putusan Banding Ubah Sanksi Jadi Demosi

“Pemberitaan mereka ngawur, menyesatkan, dan penuh kebohongan. Bahkan alamat dan identitas redaksi tidak jelas,” tegas Budiman S.

Meski sudah mengirimkan hak jawab, hanya dua media yang memberikan respons dan klarifikasi, yakni forummakassarinfo.com dan makassar.satu.suara.co.id.

Sementara itu, laporan Budiman atas penyebaran hoaks tersebut saat ini berada di bawah penanganan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel, namun belum menunjukkan perkembangan konkret.

Yang membuat Budiman merasa janggal adalah ketika ia membandingkan penanganan laporannya dengan kasus lain yang ditangani aparat.

Ia menyoroti cepatnya proses hukum dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat seorang advokat, Wawan Nur Rewa.

Meski tidak terlibat langsung dalam perkara itu, Budiman menjadikan kasus Wawan sebagai pembanding.

Kasus tersebut bermula dari laporan informasi tertanggal 17 April 2025, yang kemudian ditingkatkan menjadi laporan polisi pada 27 Juni 2025 oleh Polrestabes Makassar.

BACA JUGA :  Tahanan yang Kabur dari Polres Barru Ditangkap di Lokasi Berbeda

Menariknya, laporan itu langsung naik ke tahap penyidikan pada hari yang sama.

Menurut Budiman, perbedaan kecepatan ini mengindikasikan adanya ketimpangan dalam penegakan hukum.

“Kalau kasus lain bisa cepat, kenapa laporan saya lambat? Saya hanya minta keadilan ditegakkan secara merata,” tegasnya.

Budiman S pun menilai lambannya penanganan terhadap laporannya mencerminkan lemahnya perlindungan hukum terhadap masyarakat biasa. Terlebih, laporan-laporannya telah memuat bukti-bukti lengkap dan dilakukan sesuai prosedur.

Lebih jauh, Budiman S mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dalam dunia informasi digital.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut nama baik dirinya, tapi juga menyangkut profesionalitas media dan kepercayaan publik.

“Berita itu membentuk opini publik. Kalau isinya bohong, maka masyarakat yang dirugikan. Saya hanya menuntut satu: keadilan dan tanggung jawab,” tutupnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Loket Check In Molor, Penumpang Keluhkan Pelayanan Pelabuhan Makassar
Minim Pemeliharaan, Pipa PDAM Makassar Blokade Jalur Nelayan Jongayya
Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026
12 Agustus 2026 Terjadi Gerhana Matahari Total, Ini Wilayah yang Dilintasi
Sadis! Gadis ABG di Nabire Dibunuh Lalu Jasadnya Dibakar hingga Hangus
ACW Minta Kejari Usut Total Jalan Beton Parepare 2025, Jangan Pilih-Pilih
Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:40 WITA

Loket Check In Molor, Penumpang Keluhkan Pelayanan Pelabuhan Makassar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:30 WITA

Minim Pemeliharaan, Pipa PDAM Makassar Blokade Jalur Nelayan Jongayya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:09 WITA

12 Agustus 2026 Terjadi Gerhana Matahari Total, Ini Wilayah yang Dilintasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:37 WITA

Sadis! Gadis ABG di Nabire Dibunuh Lalu Jasadnya Dibakar hingga Hangus

Berita Terbaru