Google Investasi di Malaysia Rp 32 Triliun

Sabtu, 1 Juni 2024 - 02:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Google Investasi di Malaysia Rp 32 Triliun

Google Investasi di Malaysia Rp 32 Triliun

Zonafaktualnews.com – Google mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar (Rp 32 triliun) di Malaysia.

Investasi itu akan digunakan untuk membangun pusat data dan wilayah cloud pertama di negara tersebut, seiring meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud regional.

“Investasi ini dibangun berdasarkan kemitraan kami dengan Pemerintah Malaysia untuk memajukan ‘Kebijakan Cloud First’, termasuk standar keamanan siber terbaik di kelasnya,” ujar Presiden, CFO, dan CIO Google Ruth Porat seperti yang dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (31/5/2024).

Porat menambahkan bahwa investasi tersebut akan menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan Google di Malaysia selama 13 tahun beroperasi di sana.

BACA JUGA :  Danny Wanti-wanti ASN Jangan Terlalu Bergaya Hedon

Pusat data ini akan mendukung layanan digital untuk konsumen Google, seperti Search, Maps, dan Workspace.

Sementara Cloud akan menyediakan layanan kepada perusahaan dan organisasi di sektor publik dan swasta.

Google juga meluncurkan dua program literasi AI di negara tetangga RI tersebut untuk pelajar dan pendidik.

Investasi dan program diharapkan memberikan kontribusi lebih dari us$3,2 miliar terhadap PDB Malaysia dan mendukung 26.500 lapangan kerja pada 2030.

Cloud regional Malaysia adalah tambahan dalam jaringan Google yang mencakup 40 wilayah dan 121 zona di dunia.

Ini terjadi setelah perusahaan raksasa teknologi lainnya, Microsoft, mengatakan akan investasi sebesar US$2,2 miliar di Malaysia untuk memajukan infrastruktur cloud dan AI. Mereka juga mengumumkan investasi di Indonesia dan Thailand tahun ini.

BACA JUGA :  KKP Lumpuhkan 2 Kapal Malaysia yang Lakukan Illegal Fishing

Raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft telah menjanjikan miliaran dolar ke Asia Tenggara untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan layanan AI dan komputasi awan.

Booming AI telah meningkatkan permintaan layanan cloud serta pusat data, karena diperlukan kapasitas data yang besar untuk melatih model AI dan cloud untuk menyediakan akses ke kumpulan data.

Pusat data adalah fasilitas yang berisi server yang diperlukan untuk menyimpan data dan menjalankan aplikasi atau layanan.

BACA JUGA :  PPN 12 Persen Dikenakan pada Transaksi Digital di Google, Apple, dan Tokopedia

“Investasi Google sebesar US$2 miliar di Malaysia akan secara signifikan memajukan ambisi digital yang diuraikan dalam Rencana Induk Industri Baru 2030,” kata Senator YB Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Aziz, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia.

Ia menambahkan bahwa investasi Google akan memungkinkan industri manufaktur berbasis jasa dapat memanfaatkan AI dan teknologi canggih lainnya sehingga dapat meningkatkan rantai pasokan global.  (***)

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Serangan Houthi dan Data Inflasi AS Rontokkan IHSG Hingga 2,59 Persen
Sentimen Negatif Meledak! Saham Bank Mandiri Tergerus Isu Rekening Pati
Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”
Pertamina Pangkas Harga BBM Juli 2026, Ini Daftar Terbaru di Seluruh Provinsi
Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila
Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target
Rupiah Makin Meriang, Klaim Ekonomi Kuat Prabowo Digilas Dolar yang Menggila