Gayanajie, Baru Dibangun Gedung MIN 2 Takalar Roboh, Anggaran Miliaran Mubazir

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek gedung dua lantai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, roboh.

Proyek gedung dua lantai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, roboh.

Zonafaktualnews.com – Proyek pembangunan gedung dua lantai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, roboh.

Bangunan yang baru sebagian rampung itu roboh pada Rabu malam (5/11/2025), saat area proyek dalam keadaan kosong dari aktivitas pekerja. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Meski begitu, kejadian ini menjadi tanda tanya besar tentang kualitas dan pengawasan pembangunan proyek pendidikan bernilai miliaran rupiah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat publik semakin terkejut, proyek ini diketahui mendapat pendampingan langsung dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

BACA JUGA :  Menguak Praktik Manipulasi Cukai Rokok OPAA dan RC, Bea Cukai Sulbagsel Lembek

Alih-alih menjadi jaminan mutu dan transparansi, pendampingan tersebut kini justru menuai sorotan tajam lantaran kualitas pengerjaan dan pengawasan proyek dipertanyakan.

Pelaksana lapangan proyek, Manurding, mengaku belum mengetahui penyebab pasti runtuhnya bangunan.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Pekerjaan sudah kami lakukan sesuai gambar dan petunjuk teknis,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (6/11/2025).

Manurding mengatakan bahwa material dan struktur bangunan telah dikerjakan sesuai arahan.

“Bangunan sebelahnya bagusji, insyaallah bisa diselesaikan sama tukang,” tambahnya.

BACA JUGA :  Remaja di Takalar Dikeroyok OTK hingga Patah Tulang, Polisi Diminta Tangkap Pelaku

Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari ideal. Pasalnya, sejumlah pekerja terlihat tetap beraktivitas tanpa alat pelindung diri (APD), sementara konsultan pengawas proyek tidak tampak di lokasi dan belum bisa dimintai keterangan.

Sementara itu, perwakilan LSM Perak, Taufan, menilai ambruknya bangunan ini merupakan bukti adanya kegagalan konstruksi akibat lemahnya pengawasan dan pelaksanaan teknis di lapangan.

“Penyebab ambruknya pelat lantai dua serta terlepasnya sambungan pembesian kemungkinan besar merupakan kombinasi faktor teknis dan nonteknis, dengan akar masalah utama pada kekuatan bekisting, penyangga (perancah), serta kualitas pelaksanaan dan pengawasan yang buruk,” tegas Taufan.

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Anak di Polres Takalar Sudah P21, Terlapor Masih Bebas

Taufan menilai kegagalan tersebut muncul karena ketidakpatuhan terhadap standar keamanan dan teknis konstruksi, baik pada tahap persiapan bekisting, pembesian, maupun pengecoran.

“Investigasi lebih lanjut oleh ahli konstruksi sangat diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab ambruknya bangunan yang disebut menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
Bos MNC Group Diduga Sumpal Bawahan Pakai Sepatu hingga Disuruh Buka Baju
Nikmatnya Biji “Peler”mu

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:09 WITA

Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:38 WITA

Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA