Drama Hukum KPK Versus Hasto Bakal Selesai Mirip Teletubbies

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis

Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis

Kesimpulan/Penutup

Sebaliknya apa yang bakal menjadi diskresi Prabowo Presiden RI. Hal terkait Harun Masiku dan penghianatan Jokowi terhadap Megawati atau PDIP andai tak terjadi perdamaian dan KPK nekad akan melanjutkan perkara sesuai tupoksinya sebagai lembaga anti rasuah ?

Diyakini, Prabowo tentunya menerima apa baiknya, oleh sebab konflik politik dan individu-individu yang berkonflik itu berasal dari internal sebuah partai yang sama (PDIP). Dan selebihnya merupakan ranah hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, kebijakan politik yang bakal diambil kelak sebagai Presiden RI “jika permusuhan berlanjut antara Jokowi dan Gibran versus Megawati dan Hasto serta pihak ketiga Harun Masuki, lalu dihubungkan dengan peristiwa, dan eksistensi KPK  yang menyangkut domain hukumnya, termasuk kepada pihak manapun yang terlibat, Prabowo tak akan ambil pusing.

BACA JUGA :  Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar Terungkap, Ada Mobil dan Jam Mewah

Terlebih terhadap Jokowi yang banyak terbelit dusta termasuk teka- teki ijasah. Maka Prabowo bakal elegen, terhadap peristiwa yang melibatkan Jokowi, Hasto dan Mega serta Harun Masiku, akan Ia sisihkan, lalu menyerahkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Prabowo bakal berlaku tegas, walau disebelahnya ada anak kandung Jokowi sekalipun.

Dampak positifnya, jika Prabowo bertindak elegan dan objektif terhadap Jokowi utamanya, justru bakal menarik dan dibanjiri simpati dari sahabat lamanya di pilpres 2019, yang lalu kemudian para sahabat lama akan memberi dukungan sebagai pengganti Jokowi dan “para antek-anteknya”, bahkan sudah banyak yang lebih dulu berada disisi Prabowo, atau yang sudah ucapkan goodbye Jokowi.

BACA JUGA :  AI LISA UGM Jadi “Tahanan” Usai Senggol Jokowi, Netizen: Robot pun Dikriminalisasi Hehe

 

Rabu, 13 Juni 2024
Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis
Follow Berita Zona Faktual News di Google News


Referensi :

BACA JUGA :  Rocky Soal “Bajingan Tolol” Bukan Hina Jokowi, Tapi Istilah Keakraban

Berita Terkait

Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Jangan Sembunyi di Balik Aturan, Luwu Raya Daerah Kaya yang “Dimisikinkan”
Membongkar Tipu Muslihat APK Scam Berkedok Drama China
Ramalan Shio dan Zodiak 2026: Tahun Kuda Api, Ini yang Paling Hoki dan Perlu Waspada

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WITA

Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WITA

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:29 WITA

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Berita Terbaru