CSIS Kuliti Klaim Gibran Soal Keberhasilan Food Estate: Itu Sawah Palsu

Senin, 22 Januari 2024 - 15:31 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

CSIS Kuliti Klaim Gibran Soal Keberhasilan Food Estate: Itu Sawah Palsu

CSIS Kuliti Klaim Gibran Soal Keberhasilan Food Estate: Itu Sawah Palsu

Zonafaktualnews.com – Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan menguliti pernyataan cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka.

Pasalnya, Gibran mengklaim food estate di Gunung Mas berhasil. Menurutnya, food estate tidak berhasil karena ditanam di lahan yang tidak cocok untuk singkong.

Belakangan pemerintah mengganti menanam jagung namun menggunakan planter bag atau polybag supaya tanaman bisa hidup.

Food estate tidak berhasil karena lemah perencanaan. Program tersebut dilakukan secara serampangan, minim perencanaan, tanpa melihat apakah lahan yang akan diolah cocok dengan jenis tanaman yang bakal ditanam.

Salah satu proyek food estate yang gagal adalah proyek perkebunan singkong di Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Jokowi Melawan Soal Food Estate yang Dianggap PDIP Kejahatan Lingkungan

Pada 2020, Prabowo membabat sekitar 600 hektar hutan di sana untuk ditanami singkong. Namun ternyata tanah di sana tidak cocok untuk singkong sehingga tanaman tersebut susah tumbuh.

Proyek tersebut gagal total. Hanya menyisakan kerusakan hutan dan banjir di desa sekitar food estate. Belakangan, pemerintah mengganti tanaman singkong menjadi jagung.

Namun, penanaman jagung tersebut juga dipaksakan sebab ditanam di dalam planter bag, tidak langsung di tanah.

Deni mengatakan, keputusan pemerintah untuk menanam jagung lewat platter bag merupakan siasat untuk mengatasi lahan yang tidak bisa ditanami.

BACA JUGA :  Gibran Berdusta Klaim Food Estate Singkong Prabowo Panen

Dengan cara itu, lanjut Deni, jagung memang bisa tumbuh tapi biaya penanaman dan perawatan jadi sangat mahal.

“Ini istilahnya sawah palsu. Karena terlanjur terbuka lahannya daripada gagal, ya itu solusinya (menanam di planter bag) tapi costly (mahal),” ujarnya.

Deni menyebut, memang perluasan lahan pertanian diperlukan mengingat tanah di Pulau Jawa semakin menyempit.

Namun pembukaan lahan semestinya diiringi perencanaan yang matang dan tidak merusak lingkungan.

“Sehingga jawabannya bukan food estate. Tidak semata-mata membuka hutan yang serampangan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam debat Cawapres Minggu (21/1/2024). Gibran Rakabuming Raka menanggapi berbagai kritik Mahfud Md terhadap program food estate alias lumbung pangan yang gagal.

BACA JUGA :  Gibran Berdusta Klaim Food Estate Singkong Prabowo Panen

“Saya tegaskan sekali lagi Pak, (food estate) memang ada yang gagal, tapi ada yang berhasil, juga ada yang sudah panen,” ujar putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut.

Gibran pun mencontohkan food estate di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Gibran mengklaim, proyek tersebut sudah panen jagung dan singkong.

Gibran maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Mereka berhadapan dengan dua pasangan lainnya yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU
Feri Amsari Sindir Rocky Gerung Lewat Video Lama Janji Penolakan Jabatan
Kritikus Akal Sehat Rocky Gerung Dilantik Prabowo, Netizen : Si Paling “Dungu” Takluk