CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPK dalam laporannya menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk biaya medical check up berupa pengobatan masyarakat miskin di RSUD Syekh Yusuf yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS, serta biaya pemeriksaan kesehatan anggota KPPS Pilkada pada 26 puskesmas di Kabupaten Gowa (Foto ilustrasi)

BPK dalam laporannya menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk biaya medical check up berupa pengobatan masyarakat miskin di RSUD Syekh Yusuf yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS, serta biaya pemeriksaan kesehatan anggota KPPS Pilkada pada 26 puskesmas di Kabupaten Gowa (Foto ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Celebes Corruption Watch (CCW) mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan pengalihan anggaran bansos kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, menyusul temuan BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun anggaran 2024.

Ketua Umum CCW, Masryadi, meminta Kejati Sulsel segera melakukan penyelidikan atas temuan tersebut.

BPK mencatat anggaran sebesar Rp 2.669.167.356 yang seharusnya dibukukan sebagai Belanja Bantuan Sosial justru dianggarkan dan disajikan dalam pos Belanja Pengadaan Barang dan Jasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masryadi menilai temuan tersebut sangat memprihatinkan karena mengindikasikan lemahnya perencanaan dan pengawasan anggaran di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

BACA JUGA :  Skandal Hotel MaxOne Makassar, L-Kompleks Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

“Anggaran seperti ini patut dipertanyakan. Apa dasarnya bantuan sosial dicatat sebagai belanja barang dan jasa? Ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Masryadi, Rabu (7/1/2026).

Atas dasar itu, CCW secara tegas meminta aparat penegak hukum memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa serta pejabat pengadaan yang terlibat dalam proses pengalihan akun anggaran tersebut.

Menurut Masryadi, kesalahan pemilihan akun atau kode rekening bukan persoalan sepele karena dapat berdampak pada distorsi laporan keuangan daerah dan membuka celah dugaan manipulasi anggaran.

“Jangan sampai kegiatan yang tidak urgent dijadikan celah dugaan manipulasi. Publik berhak tahu apa dasar penganggaran ini,” ujarnya.

BPK dalam laporannya menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk biaya medical check up berupa pengobatan masyarakat miskin di RSUD Syekh Yusuf yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS, serta biaya pemeriksaan kesehatan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada pada 26 puskesmas di Kabupaten Gowa.

BACA JUGA :  Ironi, Bansos Orang Miskin Kurang, Korban Judi Online Diprioritaskan

Meski kegiatan tersebut bersifat sosial, namun berdasarkan ketentuan pengelolaan keuangan daerah harus dianggarkan sebagai Belanja Bantuan Sosial, bukan Belanja Barang dan Jasa.

Akibat kesalahan tersebut, laporan keuangan menunjukkan Belanja Barang dan Jasa tercatat lebih tinggi, sementara Belanja Bansos lebih rendah dengan selisih sekitar Rp 2,6 miliar.

CCW menilai temuan ini menunjukkan minimnya ketelitian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dalam menyusun perencanaan belanja daerah serta lemahnya fungsi pengawasan internal.

BACA JUGA :  Temuan BPK di RS UPT Vertikal Makassar Jadi Alarm Bahaya, KPK Jangan Diam

Masryadi menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan dokumen dan data pendukung untuk langkah hukum lanjutan.

“Kami tidak menutup kemungkinan akan melaporkan secara resmi dalam waktu dekat, setelah seluruh bahan lengkap,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa belum memberikan klarifikasi meskipun telah dikonfirmasi secara resmi melalui surat permintaan keterangan.

Diamnya pejabat publik atas persoalan penggunaan uang rakyat dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi dan keterbukaan informasi, serta berpotensi memperkuat kecurigaan publik terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini
Lagu Siti Mawarni Meledak di Medsos, Liriknya Bikin Bandar Sabu Gerah
Mahfud MD Buka Borok MBG, Makan Cuma Rp34 Miliar, Sisanya ke Mobil dan Kaos
F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Selasa, 28 April 2026 - 09:08 WITA

7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WITA

Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WITA

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WITA

SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini

Berita Terbaru