Biadab, Debt Collector AdaKami Teror Nasabah hingga Bunuh Diri

Rabu, 20 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biadab, Debt Collector AdaKami Teror Nasabah hingga Bunuh Diri

Biadab, Debt Collector AdaKami Teror Nasabah hingga Bunuh Diri

Zonafaktualnews.com – Seorang nasabah bunuh diri usai diteror dari Debt Collector (DC) pinjaman online (pinjol) AdaKami.

Peristiwa tersebut dibagikan oleh akun @rakyatvspinjol yang dilihat pada Rabu 20 September 2023

Akun tersebut mengunggah tangkapan layar cerita korban pinjol aplikasi AdaKami yang mengakhiri hidupnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diceritakan bahwa terdapat keluarga korban yang mengaku mendapatkan teror brutal dari DC pinjol legal AdaKami

Dari teror tersebut korban inisial K nekat mengakhiri hidupnya karena merasa tertekan.

“Keluarga saya bunuh diri, karena tidak mampu membayar di AdaKami. Teror dan cacian hingga menjurus ke pemecatan dari pekerjaan membuatnya makin terpuruk,” tulis pihak korban dalam unggahan tersebut.

Korban ini sudah memiliki istri dan seorang balita perempuan yang baru berusia 3 tahun.

Petaka korban diawali pada saat K mencoba mengajukan pinjaman sebesar 9,4 juta di platform tersebut.

“K (korban) meminjam uang di AdaKami sebesar 9,4 juta dan harus mengembalikan 18 jutaan hampir 19 juta,

BACA JUGA :  Gerak-gerik CV Irsan Phone Dipertanyakan, Bisnis Mulus, Izin Tak Jelas?

Ketika K memiliki kesulitan pembayaran dan telat bayar, mulai lah teror DC AdaKami berdatangan,” tulis akun @rakyatvspinjol.

Buntut teror DC AdaKami menyebabkan K dipecat dari kantornya.

Korban sendiri merupakan seorang pegawai honorer di salah satu kantor pemerintahan yang terikat kontrak selama 5 tahun, namun harus dipecat setelah teror AdaKami kerap mengganggu kinerja operator telepon perusahaan tersebut.

Setelah dipecat, korban semakin dibuat tertekan karena terus mendapatkan teror untuk melakukan pembayaran. Di sisi lainnya, keluarga korban tengah dilanda krisis perekonomian.

Tak hanya sampai situ, keluarga korban juga disebut mendapatkan teror lainnya berupa order fiktif gojek/gofood.

Pesanan fiktif itu dalam satu hari disebut bisa berdatangan 5-6 kali dan beberapa diantaranya ada yang memaksa harus dibayar.

Saat itu, K berusaha memulangkan istrinya ke rumah orang tuanya agar terhindar dari teror. Namun, istri korban menolak untuk pulang kembali karena takut dihantui berbagai teror.

BACA JUGA :  Dua Debt Collector Babak Belur Dikeroyok Massa Usai Tarik Paksa Motor

Kondisi korban kemudian semakin dibuat tertekan akibat teror dan konflik yang terjadi di dalam keluarganya.

Tak lama setelah percobaan untuk mediasi dengan sang istri agar pulang kembali ditambah teror DC AdaKami yang terus berlanjut, K memutuskan mengakhiri hidupnya.

“K menghembuskan napas terakhirnya pada bulan Mei 2023. Setelah K bunuh diri dan meninggal, apakah teror DC AdaKami berhenti? Jawabannya tidak,” tambah akun tersebut.

Akibat teror yang disebut masih terus berlanjut kendati korban sudah meninggal.

AdaKami tetap tidak percaya korban sudah meninggal dan menyebut catatan kematiannya dipalsukan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari mengatakan saat ini sedang proses pemanggilan AdaKami.

“Sedang proses pemanggilan oleh tim perlindungan konsumen,” katanya.

Setali tiga uang, Deputi Komisioner Perlindungan OJK Sarjito juga mengatakan sedang melakukan pemanggilan kepada AdaKami, dan masih mendalami pemberitaan yang heboh di sosial media tersebut.

BACA JUGA :  Tak Terima Ditagih, Oknum Polisi Tusuk dan Tembak Debt Collector

“Soal AdaKami sedang didalami,” ujarnya.

Menanggapi pemberitaan viral tersebut, Brand Manager AdaKami Jonathan Kiss angkat bicara.

Dia mengatakan bahwa saat ini manajemen sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut agar bisa melakukan investigasi lebih dalam.

Jonathan pun mengimbau masyarakat agar segera melapor dan mengumpulkan bukti lengkap jika ada tindakan penagihan yang melanggar SOP.

“AdaKami turut prihatin mendengar kabar tersebut. Saat ini pihak kami telah menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol untuk minta keterangan lebih lanjut dan mengumpulkan fakta agar dapat melakukan investasi lebih mendalam,” ujar Jonathan dalam keterangan tertulis.

“Saat ini kami juga masih berusaha untuk mendapatkan nama korban ataupun keluarga korban yang diceritakan untuk dapat dilakukan konfirmasi agar dapat dilakukan investigasi yang secara menyeluruh,” pungkasnya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Perjalanan dari Jakarta Berakhir Tragis, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Diserang
Kesal Istri Sering Diganggu, Petani di Wajo Tikam Pria Berkali-kali hingga Tewas
Cahaya Misterius Melintas di Langit Lampung, Diduga Sampah Roket-Antariksa
Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG
Gempa M 7,6 Landa Sulut dan Malut, Satu Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan
Heboh, Hujan Es Guyur Lembah Napu di Poso, Warga Rekam Fenomena Langka
Kepergok Tiduri Istri Orang, Oknum Ustaz di Karawang Babak Belur Dihajar Warga
2 Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Tembak dengan KKB di Papua Barat Daya

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 02:16 WITA

Perjalanan dari Jakarta Berakhir Tragis, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Diserang

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WITA

Kesal Istri Sering Diganggu, Petani di Wajo Tikam Pria Berkali-kali hingga Tewas

Minggu, 5 April 2026 - 10:47 WITA

Cahaya Misterius Melintas di Langit Lampung, Diduga Sampah Roket-Antariksa

Minggu, 5 April 2026 - 02:21 WITA

Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG

Kamis, 2 April 2026 - 11:30 WITA

Gempa M 7,6 Landa Sulut dan Malut, Satu Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan

Berita Terbaru