Aktivis GAM di Makassar Galang Petisi Copot Kapolri dan Adili Pembunuh Ojol

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 00:41 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Aktivis GAM di Makassar Galang Petisi Copot Kapolri dan Adili Pembunuh Ojol

Aksi demonstrasi aktivis GAM di Makassar galang petisi pencopotan Kapolri

Zonafaktualnews.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali menggelar aksi Pra-Kondisi di pertigaan Jalan Boulevar dan Pettarani.

Aksi ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan petisi pencopotan Kapolri sebagai bentuk penegasan sikap politik mahasiswa terhadap tragedi kemanusiaan yang baru-baru ini terjadi.

Dalam aksi ini, GAM menegaskan tiga poin utama tuntutan:

1. Copot Kapolri.

2. Tangkap dan adili seluruh oknum yang terlibat dalam kasus tewasnya driver ojol Affan Kurniawan.

BACA JUGA :  30 Tahun Beroperasi, KOSIPA Sulselbar Diduga Kelola Dana Puluhan Miliar Tanpa Pajak

3. Hentikan segala bentuk tindakan represif terhadap ruang-ruang demokrasi rakyat

Fajar Wasis sebagai Jenderal Lapangan beranggapan Tragedi Affan Kurniawan adalah cermin gagalnya kepolisian menjalankan amanah konstitusi.

“Tragedi tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan yang dilindas mobil Brimob pada 28 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kepolisian telah gagal menjalankan fungsi sebagai pelindung dan pengayom rakyat.

Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi ancaman yang mencederai demokrasi dan merenggut nyawa rakyat kecil yang tengah mencari nafkah,” ucapnya

Bagi Fajar, Reformasi Total Kepolisian adalah harga mati. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membiarkan tragedi seperti ini terus berulang. Kapolri harus segera dicopot, aparat yang terlibat harus diadili, dan ruang demokrasi rakyat harus dilindungi, bukan dibungkam.

BACA JUGA :  Tak Hanya DPRD Kota, Massa Juga Bakar Gedung DPRD Provinsi dan Kejati Sulsel

Di waktu yang sama, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Banggulung juga menegaskan bahwa tindakan represif aparat kepolisian dengan melakukan penahanan ratusan massa aksi semakin memperlihatkan wajah asli institusi yang kerap mengedepankan kekerasan dibandingkan perlindungan terhadap rakyat.

“Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa demokrasi di Indonesia sedang berada di ujung tanduk,” tegasnya

BACA JUGA :  Berantas Mafia Skincare, Solar, dan Rokok Ilegal, PTKP Badko HMI Sulselbar Aksi di Jalan

“Aksi pra-kondisi ini akan terus berlanjut dan akan mencapai puncaknya pada esok pagi,” Jelasnya

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah
Skandal CCTV di Gang Sepi
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?