Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi melahap kawasan hutan pinus di lereng Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Tangkapan layar video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi melahap kawasan hutan pinus di lereng Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Ringkasan

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Nona, Enrekang, Sulawesi Selatan, meluas hingga 10 hektare berdasarkan pengukuran resmi KPH Mata Allo. Area yang terbakar merupakan hutan lindung, dengan sebagian besar tanaman pinus yang baru ditanam ikut hangus.

Kebakaran diduga berawal dari kelalaian warga saat beraktivitas di kaki gunung pada 15 Agustus 2026. Pemadaman dan pengamanan dilakukan oleh petugas kehutanan dan BPBD, sementara akses ke kawasan kini ditutup dan rencana penanaman kembali disiapkan.

Zonafaktualnews.com – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ternyata meluas jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Dari yang semula diduga hanya sepuluh are, hasil pengukuran resmi kini menyebutkan hutan pinus yang hangus terbakar mencapai 10 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang menerima data terbaru dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mata Allo setelah dilakukan pemetaan secara cermat.

BACA JUGA :  Modus Mutilasi! Akbar Curi Sapi di Maros, Dagingnya Dijual Usai Dipotong-potong

“Update luas lahan terbakar 10 hektare yang kami terima dari KPH Mata Allo,” ungkap Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kebakaran BPBD Enrekang, Amiruddin, Selasa (18/8/2026).

Pengukuran kali ini menggunakan aplikasi dan alat pemetaan khusus, sehingga hasilnya jauh lebih akurat dibandingkan perkiraan yang hanya berdasarkan pengamatan mata langsung.

“Kalau yang kemarin 10 are itu hasil pemantauan, kalau ini pakai aplikasi pemetaan, jadi beda dan ini lebih akurat,” jelas Amiruddin.

Amiruddin menjelaskan bahwa menghitung luas di kawasan pegunungan tidak sama dengan di dataran terbuka, sehingga pihaknya menempatkan data dari KPH sebagai acuan resmi.

“BPBD selama ini lebih banyak melakukan perkiraan awal. Untuk angka yang pasti, kami mengikuti hasil pengukuran pihak kehutanan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Petani di Bone Tewas Tersambar Petir

Kawasan yang terbakar itu merupakan hutan lindung yang telah dipagari oleh Dinas Kehutanan. Sebagian besar yang hangus justru berupa tanaman pinus yang baru saja ditanam.

Amiruddin memastikan pemulihan akan segera dilakukan, dan penanaman kembali dijadwalkan di titik-titik yang terdampak.

Peristiwa kebakaran sendiri bermula Sabtu (15/8/2026) sore. Diduga kuat, api bermula dari kelalaian warga yang beraktivitas di kaki gunung.

BACA JUGA :  Gunung Dikeruk, Hutan Ditebang! GMPH Sulsel Desak Tambang Ilegal di Maros Ditutup

Sisa pembakaran atau peralatan memasak yang tidak diperiksa sempurna diperkirakan memicu kobaran api yang lalu merambat liar.

“Kebakaran ini diduga disebabkan oleh kelalaian masyarakat saat beraktivitas di pinggir gunung. Api merambat dan membakar tanaman pinus serta pepohonan lainnya,” ujar Amiruddin menegaskan dugaan penyebab kejadian.

Upaya pemadaman dilakukan dengan dua jalur: petugas kehutanan masuk ke dalam kawasan untuk memadamkan titik api, sementara tim BPBD berjaga di garis luar.

Kini akses ke kawasan itu sudah ditutup rapat. Warga dilarang masuk maupun beraktivitas di sekitar lereng gunung. Polisi Kehutanan juga telah ditempatkan untuk menjaga dan memantau kawasan secara rutin.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet
Supriyadi Dibusur Geng Motor di Makassar, Anak Panah Menancap di Pelipis
Evaluasi Terus Dilakukan, CFD Boulevard Makassar Terus Bertransformasi Lebih Baik
Tiga Anggota OPM Tewas Ditembak di Papua Tengah, 8 Senjata Api Disita
Kalah Lomba Minum Ballo, Dg Tolo Terdampar di Rumah Janda
Pasar Senggol Makassar Bergolak Diserang Geng Motor, Lima Pelaku Dibekuk
Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati
Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:32 WITA

Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:34 WITA

Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:23 WITA

Supriyadi Dibusur Geng Motor di Makassar, Anak Panah Menancap di Pelipis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Evaluasi Terus Dilakukan, CFD Boulevard Makassar Terus Bertransformasi Lebih Baik

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:25 WITA

Tiga Anggota OPM Tewas Ditembak di Papua Tengah, 8 Senjata Api Disita

Berita Terbaru