Tiga Anggota OPM Tewas Ditembak di Papua Tengah, 8 Senjata Api Disita

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:25 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Delapan jenis senjata api lengkap dengan peluru tajam berhasil diamankan Satgas TNI dari persembunyian kelompok OPM di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026). Senjata itu diduga disiapkan untuk melancarkan aksi teror menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. (Foto: Ist)

Delapan jenis senjata api lengkap dengan peluru tajam berhasil diamankan Satgas TNI dari persembunyian kelompok OPM di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026). Senjata itu diduga disiapkan untuk melancarkan aksi teror menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. (Foto: Ist)

Ringkasan

Kontak senjata antara TNI dan kelompok OPM terjadi di hutan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Tiga anggota OPM dilaporkan tewas setelah melawan saat diminta menyerahkan diri.

Pasukan TNI kemudian menyita delapan senjata api beserta amunisi yang diduga akan digunakan untuk aksi teror. TNI menegaskan tindakan diambil sesuai aturan operasi dan berlandaskan profesionalisme serta hukum.

Zonafaktualnews.com – Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, terjadi kontak senjata antara pasukan TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan hutan Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Insiden itu berakhir dengan tewasnya tiga anggota kelompok bersenjata tersebut.

“Tiga anggota OPM terpaksa ditembak mati karena melawan dan menghujani pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dengan peluru tajam,” ungkap Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, Minggu (16/8/2026).

Peristiwa berlangsung di wilayah Distrik Eral Makawia saat personel Satgas menelusuri keberadaan kelompok itu di dalam belantara rimba Papua.

Sebelum baku tembak meletus, pasukan TNI telah mendatangi lokasi persembunyian dan mengajak mereka menyerahkan diri serta meletakkan senjata guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Seruan itu justru dibalas dengan rentetan tembakan secara membabi-buta ke arah prajurit. Kondisi itu memaksa pasukan Satgas TNI mengambil langkah balasan.

“Tiga anggota OPM tewas dalam kontak senjata tersebut dan jasad ketiganya dibawa kelompoknya yang melarikan diri ke dalam hutan,” tambah Lucky.

Penyisiran yang dilakukan pasukan TNI pasca-insiden membuahkan hasil berupa pengamanan delapan jenis senjata api lengkap dengan amunisi peluru tajam.

Barang bukti itu diduga disiapkan untuk dilancarkan aksi penyebaran teror tepat pada momentum peringatan HUT ke-81 RI.

“Satgas TNI berhasil mengamankan 8 jenis senjata api berikut peluru tajam yang diduga kuat akan digunakan OPM untuk menyebar teror khususnya pada peringatan HUT RI ke-81 yang akan diperingati besok,” jelas Lucky.

Pihaknya menegaskan setiap ancaman terhadap keselamatan prajurit maupun warga akan ditindak tegas berlandaskan peraturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk aturan keterlibatan operasi atau rules of engagement.

Seluruh tindakan tetap berpegang pada sikap profesionalisme, menjunjung tinggi hukum serta hak asasi manusia, dengan mendahulukan prinsip bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi.

“Menangkap seluruh anggota OPM hanyalah persoalan waktu bagi TNI mengingat besarnya dukungan masyarakat dan semakin kentalnya sinergitas antar penyelenggara negara di Papua saat ini,” tegas Lucky.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru