Zonafaktualnews.com – Ratusan siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Duren Sawit, Kamis (2/4/2026).
Mayoritas korban merupakan siswa sekolah dasar (SD), meski kasus ini juga dilaporkan terjadi pada tingkat sekolah menengah.
Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah sekolah di wilayah Pondok Kelapa.
Data yang dihimpun menunjukkan, di SDN 09 Pondok Kelapa sebanyak 33 siswa mengalami gejala diduga keracunan dan tujuh di antaranya dirawat di RSKD Duren Sawit.
Di SDN 01 Pondok Kelapa terdapat 37 siswa dengan gejala serupa, sementara di SDN 07 Pondok Kelapa tercatat 31 siswa terdampak dengan delapan orang menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain siswa SD, kasus ini juga terjadi di SMAN 91, di mana sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan, terdiri dari 28 siswa serta enam guru dan tenaga pendidik.
Salah satu orang tua siswa, Z, mengungkapkan bahwa pada hari kejadian para siswa menerima menu MBG berupa spageti, yang berbeda dari menu biasanya.
“Biasanya menu nasi, anak-anak jarang makan dan dibawa ke rumah, kebetulan hari itu menunya spageti yang mungkin disukai anak-anak,” kata Z saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Usai mengonsumsi makanan tersebut, anaknya mendadak mengalami gejala seperti pusing, demam, hingga sesak napas. Ia kemudian membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.
Z mengaku sempat ke Puskesmas Duren Sawit, namun kondisi saat itu sudah penuh oleh pasien dengan gejala serupa.
“Di puskesmas penuh, keracunan semua, saya diminta ke rumah sakit Duren Sawit,” ujarnya.
Saat ini, sebagian siswa masih menjalani perawatan dengan keluhan muntah dan diare (muntaber), meski sebagian lainnya dilaporkan mulai membaik.
Kepala Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M Fahmi, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.
“Nggak tahu apakah itu bagian keracunan atau bukan,” kata Fahmi.
“Kami masih fokus kepada keselamatan anak anak menyangkut kesehatannya,” lanjutnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.
BGN juga menghentikan sementara operasional dapur MBG di SPPG Pondok Kelapa 2 karena dinilai belum memenuhi standar.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar,” tegasnya.
Menu yang disajikan saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Dugaan sementara, makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.
Para korban saat ini dirawat di beberapa rumah sakit rujukan, di antaranya RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga telah meninjau langsung penanganan para korban dan memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan yang maksimal.
“Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua,” ujarnya.
Pramono menambahkan, dugaan sementara mengarah pada menu spageti, namun pihaknya masih menunggu hasil resmi dari laboratorium.
“Memang diduga dari makanan spagetinya, diduga. Tapi saya tidak mau berandai-andai. Nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ungkapnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















