Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ratusan siswa SD di Jaktim keracunan usai konsumsi MBG (Visual : Whisk.Google lab/FX)

Ilustrasi ratusan siswa SD di Jaktim keracunan usai konsumsi MBG (Visual : Whisk.Google lab/FX)

Zonafaktualnews.com – Ratusan siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Duren Sawit, Kamis (2/4/2026).

Mayoritas korban merupakan siswa sekolah dasar (SD), meski kasus ini juga dilaporkan terjadi pada tingkat sekolah menengah.

Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah sekolah di wilayah Pondok Kelapa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang dihimpun menunjukkan, di SDN 09 Pondok Kelapa sebanyak 33 siswa mengalami gejala diduga keracunan dan tujuh di antaranya dirawat di RSKD Duren Sawit.

Di SDN 01 Pondok Kelapa terdapat 37 siswa dengan gejala serupa, sementara di SDN 07 Pondok Kelapa tercatat 31 siswa terdampak dengan delapan orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain siswa SD, kasus ini juga terjadi di SMAN 91, di mana sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan, terdiri dari 28 siswa serta enam guru dan tenaga pendidik.

BACA JUGA :  Ekonomi Rontok, Dampak Kebijakan Jokowi-Prabowo Kian Terasa

Salah satu orang tua siswa, Z, mengungkapkan bahwa pada hari kejadian para siswa menerima menu MBG berupa spageti, yang berbeda dari menu biasanya.

“Biasanya menu nasi, anak-anak jarang makan dan dibawa ke rumah, kebetulan hari itu menunya spageti yang mungkin disukai anak-anak,” kata Z saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/4/2026).

Usai mengonsumsi makanan tersebut, anaknya mendadak mengalami gejala seperti pusing, demam, hingga sesak napas. Ia kemudian membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.

Z mengaku sempat ke Puskesmas Duren Sawit, namun kondisi saat itu sudah penuh oleh pasien dengan gejala serupa.

“Di puskesmas penuh, keracunan semua, saya diminta ke rumah sakit Duren Sawit,” ujarnya.

Saat ini, sebagian siswa masih menjalani perawatan dengan keluhan muntah dan diare (muntaber), meski sebagian lainnya dilaporkan mulai membaik.

Kepala Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M Fahmi, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

BACA JUGA :  Mobil MBG Tabrak Barisan Siswa di SD Kalibaru, Puluhan Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

“Nggak tahu apakah itu bagian keracunan atau bukan,” kata Fahmi.

“Kami masih fokus kepada keselamatan anak anak menyangkut kesehatannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

BGN juga menghentikan sementara operasional dapur MBG di SPPG Pondok Kelapa 2 karena dinilai belum memenuhi standar.

“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar,” tegasnya.

Menu yang disajikan saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

BACA JUGA :  Program Bergizi, Tapi Bikin Sakit! 9 Siswa SD dan 1 SMP di Mamuju Jadi Korban MBG

Dugaan sementara, makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.

Para korban saat ini dirawat di beberapa rumah sakit rujukan, di antaranya RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga telah meninjau langsung penanganan para korban dan memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan yang maksimal.

“Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua,” ujarnya.

Pramono menambahkan, dugaan sementara mengarah pada menu spageti, namun pihaknya masih menunggu hasil resmi dari laboratorium.

“Memang diduga dari makanan spagetinya, diduga. Tapi saya tidak mau berandai-andai. Nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot
Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti
Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan
3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas
Proyek Jalan Seko Pakai Material Ilegal, PT Millenium Persada Kangkangi UU Minerba
Wali Kota Makassar Ditampar Balik Soal Wartawan Abal-abal, Jangan Alihkan Isu KPK
Nyaris Tabrak Petugas Dishub di Makassar, Pengendara Pajero Ngaku Keluarga Aparat
Kenalan Lewat Medsos, Gadis ABG di Polman Diperkosa dan Dijual ke Pria Lain

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:06 WITA

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:27 WITA

Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:55 WITA

Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:19 WITA

3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WITA

Proyek Jalan Seko Pakai Material Ilegal, PT Millenium Persada Kangkangi UU Minerba

Berita Terbaru