Waspada! Kebanyakan Tidur Saat Puasa Bisa Bahaya

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi : Seorang pria tertidur di sofa dengan ekspresi lelah saat puasa ramadan

Foto Ilustrasi : Seorang pria tertidur di sofa dengan ekspresi lelah saat puasa ramadan

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun fisik.

Namun, banyak orang justru menganggap bulan Ramadan sebagai waktu untuk lebih banyak beristirahat, bahkan tidur berlebihan. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Istilah “tidur adalah ibadah” memang kerap terdengar selama Ramadan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, tidur justru dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidur lebih dari 9 jam dalam sehari, terutama saat berpuasa, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak disadari.

Berikut enam dampak buruk tidur berlebihan saat puasa yang perlu diwaspadai:

  1. Tubuh Terasa Lemas dan Tidak Bertenaga

Banyak orang mengira tidur lebih lama bisa membuat tubuh lebih segar. Nyatanya, tidur berlebihan justru membuat tubuh lebih pasif dan kurang bertenaga.

Otot-otot tubuh menjadi kurang aktif, sehingga metabolisme pun melambat. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lemas, terutama saat menjelang siang hingga sore hari, yang seharusnya bisa digunakan untuk beraktivitas produktif.

  1. Menurunkan Daya Tahan Tubuh
BACA JUGA :  Melampaui Hawa Nafsu, Puasa Ramadan sebagai Jalan Pencerahan

Tidur yang cukup memang penting untuk menjaga sistem imun, tetapi tidur berlebihan justru berdampak sebaliknya.

Kurangnya aktivitas akibat terlalu banyak tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga lebih rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, atau gangguan pencernaan seperti diare.

Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif selama berpuasa agar daya tahan tubuh tetap optimal.

  1. Menurunkan Fungsi Kognitif Otak

Tidur memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Saat tidur, otak membersihkan zat-zat sisa metabolisme dan memproses informasi.

Namun, jika seseorang tidur lebih dari 9 jam, justru bisa berdampak negatif pada fungsi otak.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan kognitif dan daya ingat, sehingga membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dalam beraktivitas sehari-hari.

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas
BACA JUGA :  Mana yang Didahulukan: Takjil, Salat Magrib, atau Makan Berat? Begini Penjelasan Buya Yahya

Kurangnya aktivitas akibat tidur berlebihan dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat, sehingga tubuh lebih mudah menyimpan lemak.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan secara perlahan dan meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti gangguan hati dan penyakit metabolik.

  1. Meningkatkan Risiko Depresi

Tidur yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 10 jam sehari cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih buruk.

Hal ini disebabkan oleh perubahan pola tidur yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur suasana hati.

  1. Berisiko Menyebabkan Penyakit Jantung

Tidur berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian yang dikutip dari Medical News Today menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam per hari memiliki risiko 34% lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidur dalam durasi normal (6-8 jam).

BACA JUGA :  Mana yang Didahulukan: Takjil, Salat Magrib, atau Makan Berat? Begini Penjelasan Buya Yahya

Selain itu, tidur terlalu lama juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko angina atau nyeri dada akibat kurangnya aliran darah ke jantung.

Tidur yang cukup selama 6-8 jam per hari adalah durasi ideal untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama saat menjalankan ibadah puasa.

Tidur berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari rasa lemas, menurunnya daya tahan tubuh, gangguan fungsi otak, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas dan gangguan jantung.

Oleh karena itu, pastikan tetap aktif selama Ramadan dan manfaatkan waktu dengan baik agar puasa semakin berkah dan bermanfaat bagi kesehatan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru