Walhi Soroti Ketertutupan Medco, Dana CSR di Aceh Timur Diduga Tak Tepat Sasaran

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin

Zonafaktualnews.com – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh menyoroti ketidaktransparanan PT Medco E&P Malaka dalam pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan Participating Interest (PI) di wilayah operasi migas Blok A, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Direktur Walhi, Ahmad Shalihin menyatakan bahwa kehadiran industri migas seharusnya membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Namun, hingga kini, pelaksanaan program CSR dinilai belum menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“CSR bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas laporan tahunan. Program itu harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di kawasan lingkar tambang,” ujar Ahmad Shalihin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar kegiatan sosial Medco masih terfokus pada wilayah tertentu dan dikelola langsung oleh perusahaan, tanpa pelibatan aktif Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Kondisi ini memunculkan kecemburuan sosial di sejumlah desa seperti Jambo Bale, Alue Ie Mirah, Jambo Lubok, dan Suka Makmu.

Ahmad Shalihin menegaskan, CSR dan PI bukan bentuk kemurahan hati korporasi, melainkan bagian dari hak ekonomi daerah.

BACA JUGA :  Jangan Ada yang Luput, KPK Diminta Periksa Deputi BI Filianingsih dan Gubernur Riau

Ia mendorong agar Medco membuka data dan mekanisme pengelolaan dana secara terbuka kepada publik.

“Transparansi menjadi kunci. Masyarakat berhak tahu ke mana dana CSR dan PI disalurkan. Pemerintah daerah harus turut mengawasi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah aksi protes terjadi di kawasan operasi Blok A. Warga dari beberapa desa menuntut pemerataan program CSR serta perbaikan infrastruktur di sekitar wilayah kerja Medco.

BACA JUGA :  Bank Sulselbar Barru Ogah Keterbukaan Publik, Penggunaan Dana CSR Ditutup-tutupi

Aksi terbesar terjadi di Desa Bandar Baro pada 28 Oktober 2025, ketika warga sempat mengambil alih sumur minyak JR 50 sebagai bentuk kekecewaan terhadap perusahaan.

Walhi menilai, kehadiran industri migas di Aceh Timur harus disertai tanggung jawab sosial yang nyata, bukan sekadar janji.

“Investasi harus memberi nilai tambah bagi daerah, bukan meninggalkan kerusakan lingkungan dan kesenjangan sosial,” pungkasnya.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak
Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna
Kebijakan Pilah Sampah di Makassar Dinilai Sisakan Celah Kesiapan Sistem
Menteri LH Jumhur Hidayat Nangis Bela MBG, Warganet Ramai Beri Cibiran
Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies
Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Dua Mobil Mewah Raib Usai Tergiur Janji Rp1,5 Miliar, Pelajar Lapor Polisi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:55 WITA

Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:25 WITA

Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:38 WITA

Kebijakan Pilah Sampah di Makassar Dinilai Sisakan Celah Kesiapan Sistem

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:14 WITA

Menteri LH Jumhur Hidayat Nangis Bela MBG, Warganet Ramai Beri Cibiran

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:18 WITA

Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies

Berita Terbaru