Tawaran Dialog Trump Ditolak, Iran : “Kami Tak Bicara dengan Setan di Ramadan”

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:17 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tawaran Dialog Trump Ditolak, Iran : “Kami Tak Bicara dengan Setan di Ramadan”

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (Foto Kolase)

Zonafaktualnews.com – Pemerintah Iran menutup peluang dialog dengan Amerika Serikat di tengah konflik Timur Tengah.

Teheran memilih fokus pada perlawanan militer terhadap serangan yang mereka tuding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pengalaman panjang perundingan dengan Washington membuat Iran tidak lagi percaya pada jalur diplomasi dengan Amerika.

Dalam wawancara dengan PBS News yang dikutip Selasa (10/3/2026), Araghchi mengatakan serangan awal Amerika Serikat pada 28 Februari justru terjadi ketika pembicaraan antara kedua pihak disebut-sebut menunjukkan perkembangan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa dialog dengan Washington tidak memberikan jaminan keamanan bagi Iran.

“Tembakan terus berlanjut, dan kami bersiap. Kami sangat siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal-rudal kami selama diperlukan dan selama waktu yang dibutuhkan,” kata Araghchi.

Araghchi menegaskan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat saat ini tidak lagi menjadi pilihan bagi pemerintah Iran.

“Saya tidak berpikir berbicara dengan orang Amerika lagi akan ada dalam agenda kami,” tambahnya.

Pemerintah Iran juga mengklaim upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menggoyang pemerintahan di Teheran tidak berhasil.

BACA JUGA :  Rusia Desak AS Tahan Diri, Situasi Iran–Israel Kian Tak Terkendali

Araghchi bahkan menyebut operasi militer yang dilakukan Barat kini berjalan tanpa tujuan yang jelas.

Di dalam negeri, sikap keras pemerintah mendapat dukungan dari sebagian masyarakat.

Sejumlah warga turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas kepada pemimpin tertinggi Iran serta menyerukan pembalasan atas korban yang mereka sebut sebagai para martir akibat serangan AS dan Israel.

Di media sosial, berbagai pernyataan bernada sindiran terhadap Amerika Serikat juga bermunculan.

“Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan,” demikian pernyataan warga Iran yang bersebaran di media-media sosial.

Sikap keras juga disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak sedang mencari jalan menuju gencatan senjata.

Menurutnya, satu-satunya cara menghentikan agresi adalah dengan menunjukkan kekuatan militer yang mampu memberi efek jera kepada pihak yang menyerang.

“Kami sama sekali tidak mencari gencatan senjata. Kami percaya bahwa agresor harus dipukul mulutnya agar dia mendapat pelajaran sehingga dia tidak akan pernah berpikir untuk menyerang Iran tercinta lagi,” tulis Qalibaf melalui akun X miliknya.

Qalibaf juga menuding Amerika Serikat dan Israel kerap menggunakan pola konflik yang berulang, perang, negosiasi, lalu gencatan senjata, untuk mempertahankan pengaruh mereka di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA :  Puluhan Roket Gaza Bombardir Israel, Satu Orang Tewas

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap menunjukkan sikap optimistis mengenai operasi militer terhadap Iran.

Dalam konferensi pers di Florida, ia menyebut operasi tersebut sebagai misi jangka pendek.

“Ini akan segera berakhir, dan jika itu dimulai lagi, mereka akan dipukul lebih keras lagi,” kata Trump.

Trump bahkan mengklaim pihaknya telah meraih sejumlah kemenangan meski konflik belum sepenuhnya berakhir.

“Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup menang,” ujarnya.

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump menyinggung kemungkinan Iran mengganggu jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz.

Melalui unggahan di Truth Social, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan yang jauh lebih besar jika hal tersebut terjadi.

“Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran Minyak di dalam Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat 20 kali lipat lebih keras daripada yang pernah mereka alami sejauh ini,” tulisnya.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

BACA JUGA :  Tolak Permintaan Jokowi, Biden Khawatir Hamas Manfaatkan Peluang

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran bahkan menyatakan tidak akan membiarkan satu tetes pun minyak keluar dari kawasan tersebut selama serangan AS dan Israel terhadap Iran masih berlangsung.

Situasi ini mulai berdampak pada sektor energi global. CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan sejumlah kapal tanker terpaksa mengubah jalur pelayaran untuk menghindari kawasan Selat Hormuz.

Meski Arab Saudi telah memaksimalkan jalur pipa Timur-Barat menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah dengan kapasitas sekitar 7 juta barel per hari, volume minyak yang tertahan tetap sangat besar.

“Situasi di Selat Hormuz memblokir volume minyak yang cukup besar dari seluruh wilayah,” kata Nasser.

Nasser memperingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan, dampaknya bisa sangat serius bagi ekonomi global, terutama melalui lonjakan harga bahan bakar seperti bensin dan avtur.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali
Dulu Minimarket Gowa Dihajar Tak Goyang, Terjawab Usai Bupati Tersangka PBG

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Berita Terbaru