Tagar #TolakRUUPolri Trending, Ini 7 Poin yang Bikin Netizen Geram

Senin, 24 Maret 2025 - 20:22 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tagar #TolakRUUPolri Trending, Ini 7 Poin yang Bikin Netizen Geram

Tagar #TolakRUUPolri Trending (X/@Dwynna_Win)

Zonafaktualnews.com – Gelombang protes terhadap revisi UU Polri mengguncang jagat maya. Tagar #TolakRUUPolri mendadak viral di platform X, dibagikan lebih dari 382 ribu kali.

Publik ramai-ramai menolak aturan ini karena dianggap akan memberikan kewenangan berlebihan bagi kepolisian, bahkan menjadikannya lembaga superbody yang sulit diawasi.

“Ayo guys bersuara lagi sebelum kebebasan berekspresi kita di sosmed dan internet dibatasi atau dibungkam!” tulis akun @Dw***, Senin (24/3/2025).

Bukan tanpa alasan, revisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi menggerus hak asasi manusia, terutama di ranah digital.

Kepolisian bisa mendapatkan wewenang lebih besar untuk menyadap komunikasi, mengawasi media sosial, hingga membentuk pasukan pengamanan sendiri.

BACA JUGA :  Tak Hanya Bukber, Makassar Global - Radar NKRI Debat Kusir dengan Ketum SEKAT RI

“Yth Pak Presiden @prabowo @Gerindra, tolong buat kebijakan yang tidak bikin gaduh. Apa iya lembar kertas lebih penting dari harga diri rakyat?” cuit akun @Gan***.

Di tengah derasnya kritik, DPR memang belum menerima Surat Presiden (Supres) untuk membahas revisi ini.

Namun, langkah Komisi III DPR yang mendorong pembahasan RUU Polri-Kejaksaan membuat publik curiga: apakah ada agenda tersembunyi di balik revisi ini?

Tujuh Poin ‘Bahaya’ dalam RUU Polri

1 Kebebasan Berpendapat Terancam

Dengan revisi ini, polisi bisa mengawasi ruang digital lebih ketat, membuka celah pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan institusi negara.

2 Polisi Jadi Intelijen Superkuat

Wewenang intelijen Polri diperluas, bahkan melebihi lembaga lain yang selama ini menangani urusan intelijen nasional.

BACA JUGA :  Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Pegiat Sosial Polisikan Bos Kosmetik

3 Penyadapan Longgar Tanpa Regulasi Tegas

Polisi diberikan hak untuk menyadap, tetapi Indonesia belum memiliki undang-undang khusus yang mengatur penyadapan, membuka ruang penyalahgunaan.

4 Polisi Berpotensi Jadi Super Investigator

Jika revisi ini lolos, Polri bisa menangani hampir semua jenis penyelidikan, mengaburkan batasan fungsi dengan lembaga lain.

5 PAM Swakarsa Dihidupkan Kembali

Polisi berhak membentuk dan membina Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa, yang berpotensi jadi alat kontrol dengan otoritas berlebihan.

6 Kewenangan yang Bertabrakan dengan Lembaga Lain

Alih-alih memperjelas peran, revisi ini justru berisiko menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara Polri dan lembaga lainnya.

BACA JUGA :  Bentangkan Spanduk Sindir Gibran, Tiga Mahasiswa Blitar Ditangkap Paspampres

7 Minim Pengawasan terhadap Kepolisian

Meski memberikan banyak kewenangan baru, RUU ini tidak mengatur mekanisme pengawasan yang tegas, membuat institusi kepolisian semakin sulit dikontrol.

RUU ini menambah kekuatan polisi tanpa memastikan keseimbangan dalam pengawasan.

Wajar jika publik bertanya: ini untuk keamanan rakyat atau justru memperbesar kuasa aparat?

Tagar #TolakRUUPolri terus bergema. Masyarakat menunggu, apakah DPR akan mendengar aspirasi rakyat atau tetap meloloskan revisi ini diam-diam?

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali
Dulu Minimarket Gowa Dihajar Tak Goyang, Terjawab Usai Bupati Tersangka PBG
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Senin, 28 September 2026 - 02:24 WITA

Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan

Berita Terbaru