Tragedi 98 Kembali Mengintai, Siapa Dalang di Balik Politik Gelap Ini ?

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi – Aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia

Foto ilustrasi – Aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia

Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti tragedi 98 yang kembali mengintai di tahun 2025.

Mahasiswa, buruh, dan massa lain bergerak spontan, pola yang muncul ibarat skenario politik gelap yang seolah terakumulasi.

“Rakyat” yang turun ke jalan bukan sekadar menyalurkan ketidakpuasan, tetapi membakar gedung-gedung DPRD, merusak fasilitas publik, dan menimbulkan kekacauan yang melumpuhkan aktivitas kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang ini memaksa aparat keamanan menahan diri, mengamati setiap langkah, sambil menjaga keseimbangan di tengah ketegangan yang mengisi ruang publik.

Pertemuan tertutup Presiden Prabowo dengan sejumlah ketua umum partai politik menegaskan bahwa dinamika ini lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

BACA JUGA :  Tagar #TolakRUUPolri Trending, Ini 7 Poin yang Bikin Netizen Geram

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyebut adanya potensi upaya makar, langkah yang bisa memanfaatkan gelombang demonstrasi sebagai panggung untuk mengguncang stabilitas kekuasaan.

Ancaman ini memperlihatkan bahwa ketegangan bukan hanya spontanitas massa, tetapi bagian dari strategi tersusun yang memengaruhi arah politik.

Di balik kerusuhan, pola pergerakan massa menyingkap kemungkinan adanya mobilisasi terstruktur. Rumah pejabat dan fasilitas publik yang dirusak menimbulkan pertanyaan: siapa yang menggerakkan langkah-langkah ini, dan untuk tujuan apa?

Sejarah menjadi cermin; Tragedi 1998 memperingatkan bahwa tekanan publik bisa memicu perubahan besar, dan gelombang 2025 ini menunjukkan interaksi kepentingan tersembunyi yang kompleks.

BACA JUGA :  Riza Chalid Disebut “Bohir” Aksi DPR, Benarkah Buronan Triliunan Kendalikan Massa?

Nama Geng Solo muncul sebagai bayangan yang mungkin terlibat, bukan sebagai tuduhan langsung, tetapi sebagai simbol jaringan kepentingan yang memanfaatkan ketegangan untuk kepentingan tertentu. Mereka hadir sebagai aktor tersembunyi, menggerakkan massa, menunggu momentum untuk memengaruhi arah politik.

Masyarakat dan media menjadi pengamat, menafsirkan langkah demi langkah. Invisible hand politik tetap memberi tekanan, membentuk dinamika yang menantang semua pemain di lapangan.

Jika gelombang demonstrasi berlanjut, medan politik akan semakin rumit. Demonstrasi bukan sekadar ekspresi sosial, tetapi refleksi dari kepentingan yang saling bertabrakan, membentuk ketidakpastian yang harus dikelola dengan cermat.

BACA JUGA :  F-KRB Desak Prabowo Buktikan Janji Tindak Oknum Jenderal Beking Tambang Ilegal

Akhirnya, siapa dalang di balik politik gelap ini tetap menjadi pertanyaan. Geng Solo muncul sebagai simbol bayangan, sementara massa bergerak mengikuti arus yang tak sepenuhnya mereka pahami.

Memahami pola, membaca risiko, dan menempatkan strategi tepat menjadi kunci agar demokrasi tetap berjalan dan sejarah kelam tidak terulang.

Makassar, Senin 1 September 2025
Penulis : Ibhe Ananda
Ketum Serikat Wartawan Media Online Indonesia
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru