Tragedi 98 Kembali Mengintai, Siapa Dalang di Balik Politik Gelap Ini ?

Senin, 1 September 2025 - 16:49 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto ilustrasi – Aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia

Foto ilustrasi – Aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia

Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti tragedi 98 yang kembali mengintai di tahun 2025.

Mahasiswa, buruh, dan massa lain bergerak spontan, pola yang muncul ibarat skenario politik gelap yang seolah terakumulasi.

“Rakyat” yang turun ke jalan bukan sekadar menyalurkan ketidakpuasan, tetapi membakar gedung-gedung DPRD, merusak fasilitas publik, dan menimbulkan kekacauan yang melumpuhkan aktivitas kota.

Gelombang ini memaksa aparat keamanan menahan diri, mengamati setiap langkah, sambil menjaga keseimbangan di tengah ketegangan yang mengisi ruang publik.

Pertemuan tertutup Presiden Prabowo dengan sejumlah ketua umum partai politik menegaskan bahwa dinamika ini lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

BACA JUGA :  Viral Bagan Pemakzulan Gibran Vs Bubarkan DPR Versi Diaspora Bocor, Skenario Siapa?

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyebut adanya potensi upaya makar, langkah yang bisa memanfaatkan gelombang demonstrasi sebagai panggung untuk mengguncang stabilitas kekuasaan.

Ancaman ini memperlihatkan bahwa ketegangan bukan hanya spontanitas massa, tetapi bagian dari strategi tersusun yang memengaruhi arah politik.

Di balik kerusuhan, pola pergerakan massa menyingkap kemungkinan adanya mobilisasi terstruktur. Rumah pejabat dan fasilitas publik yang dirusak menimbulkan pertanyaan: siapa yang menggerakkan langkah-langkah ini, dan untuk tujuan apa?

Sejarah menjadi cermin; Tragedi 1998 memperingatkan bahwa tekanan publik bisa memicu perubahan besar, dan gelombang 2025 ini menunjukkan interaksi kepentingan tersembunyi yang kompleks.

BACA JUGA :  F-KRB Desak Prabowo Buktikan Janji Tindak Oknum Jenderal Beking Tambang Ilegal

Nama Geng Solo muncul sebagai bayangan yang mungkin terlibat, bukan sebagai tuduhan langsung, tetapi sebagai simbol jaringan kepentingan yang memanfaatkan ketegangan untuk kepentingan tertentu. Mereka hadir sebagai aktor tersembunyi, menggerakkan massa, menunggu momentum untuk memengaruhi arah politik.

Masyarakat dan media menjadi pengamat, menafsirkan langkah demi langkah. Invisible hand politik tetap memberi tekanan, membentuk dinamika yang menantang semua pemain di lapangan.

Jika gelombang demonstrasi berlanjut, medan politik akan semakin rumit. Demonstrasi bukan sekadar ekspresi sosial, tetapi refleksi dari kepentingan yang saling bertabrakan, membentuk ketidakpastian yang harus dikelola dengan cermat.

BACA JUGA :  Tagar #TolakRUUPolri Trending, Ini 7 Poin yang Bikin Netizen Geram

Akhirnya, siapa dalang di balik politik gelap ini tetap menjadi pertanyaan. Geng Solo muncul sebagai simbol bayangan, sementara massa bergerak mengikuti arus yang tak sepenuhnya mereka pahami.

Memahami pola, membaca risiko, dan menempatkan strategi tepat menjadi kunci agar demokrasi tetap berjalan dan sejarah kelam tidak terulang.

Makassar, Senin 1 September 2025
Penulis : Ibhe Ananda
Ketum Serikat Wartawan Media Online Indonesia
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Berita Terbaru