Solar Industri Tembus Rp28 Ribu, Black Market Mulai Dilirik Pebisnis di Sulsel

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Solar Industri Tembus Rp28 Ribu, Black Market Mulai Dilirik Pebisnis di Sulsel

Ilustrasi peredaran dan transaksi solar ilegal atau black market di lapangan. (Visual : Labs.Google/Fx-Whisk)

Zonafaktualnews.com – Kenaikan harga solar industri pada April 2026 semakin menekan pelaku usaha di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Harga BBM industri dari Pertamina kini mencapai sekitar Rp28.150 per liter di tingkat pengguna akhir.

Di sisi lain, harga solar subsidi tetap bertahan di Rp6.800 per liter tanpa mengalami perubahan.

Sementara di lapangan, beredar solar ilegal atau “black market” yang dijual di kisaran Rp8.500 hingga Rp12.500 per liter.

Perbedaan harga yang sangat mencolok ini menjadi perhatian serius karena membuka celah penyimpangan distribusi BBM.

Jika dibandingkan, selisih harga antar jenis solar sangat signifikan. Solar subsidi berada di harga Rp6.800 per liter, solar ilegal berkisar Rp8.500 hingga Rp12.500 per liter, sedangkan solar industri resmi mencapai sekitar Rp28.150 per liter. Artinya, terdapat selisih hingga hampir Rp20 ribu per liter antara solar industri resmi dan solar ilegal.

BACA JUGA :  Harga BBM Turun Per 1 Oktober 2024, Ini Rinciannya

Dengan selisih harga tersebut, perusahaan yang menggunakan sekitar 5.000 liter solar per hari bisa menghemat puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan jika menggunakan solar ilegal dibanding solar industri resmi.

Kondisi inilah yang dinilai menjadi salah satu pemicu maraknya praktik penyalahgunaan BBM subsidi.

“Dengan selisih harga sebesar itu, godaan untuk beralih ke solar ilegal pasti ada, apalagi untuk kebutuhan besar,” ujar seorang pelaku usaha logistik di Makassar yang enggan disebutkan namanya, Jumat (3/4/2026).

Kenaikan harga solar industri membuat biaya operasional pelaku usaha melonjak tajam, terutama di sektor logistik, konstruksi, dan industri yang bergantung pada mesin diesel.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga solar industri terus naik dari kisaran Rp26 ribu hingga kini menembus Rp28 ribu per liter.

BACA JUGA :  Surat Aktivasi PIP Ditahan, PERAK Minta Kepsek Pembangkang di Barru Ditindak Tegas

Pelaku usaha mengaku kondisi ini mulai menggerus margin keuntungan dan memaksa mereka melakukan efisiensi, bahkan mempertimbangkan penyesuaian tarif jasa.

Di tengah tekanan tersebut, solar ilegal menjadi alternatif yang dinilai lebih murah. Solar ini diduga berasal dari penyalahgunaan BBM subsidi yang kemudian dijual kembali ke sektor industri.

Dengan harga hanya sedikit di atas solar subsidi namun jauh di bawah solar industri resmi, praktik ini dinilai sulit diberantas.

“Kalau kebutuhan ribuan liter per hari, selisihnya bisa ratusan juta per bulan. Itu yang membuat praktik ini terus ada,” ungkap sumber lain.

Meski menawarkan harga murah, penggunaan solar ilegal memiliki konsekuensi hukum serius. Selain melanggar aturan distribusi BBM, praktik ini juga berpotensi merugikan negara karena subsidi tidak tepat sasaran.

BACA JUGA :  Kanit Tipidter Diminta Tak Jadi Pahlawan ke Mafia BBM di SPBU Terang-Terang

Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan memperketat pengawasan distribusi BBM, terutama di wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki aktivitas industri dan logistik cukup tinggi.

Pelaku usaha sendiri berharap adanya kebijakan yang mampu menstabilkan harga solar industri agar tidak semakin membebani operasional mereka.

Disparitas harga yang terlalu tinggi antara solar subsidi dan solar industri dinilai menjadi celah utama munculnya solar black market. Tanpa pengawasan distribusi yang ketat serta kebijakan harga yang lebih stabil, praktik penyalahgunaan BBM subsidi dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin sulit diberantas.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?
Kabut Asap Karhutla “Serang” Makassar, Racun PM2.5 Ancam Kesehatan Warga
Neon Box Nganro Mart di Barru “Offside”, Tinggal Tunggu Dihantam Truk
Balap Liar di Gowa Didenda Rp 3 Juta, Polisi Didesak Transparansi Soal BRIVA

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:48 WITA

Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:21 WITA

Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?

Berita Terbaru