SMP Negeri Pakkabba Takalar Sudah Punya 3 Kelas, Sistem Pagi-Siang Diterapkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 08:41 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

SMP Negeri Pakkabba Takalar Sudah Punya 3 Kelas, Sistem Pagi-Siang Diterapkan

Suasana pembelajaran di salah satu ruang kelas SMP Negeri Pakkabba, Takalar.

Zonafaktualnews.com – SMP Negeri Pakabba kini punya 3 kelas, masing-masing kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Sebelumnya, sekolah yang berada di Dusun Julumata, Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, ini hanya terdiri dari kelas 1 dan kelas 2.

“Pada tahun ajaran 2025/2026 ini SMP Negeri Pakkabba menerima 32 siswa. Kuota jumlah siswanya dibatasi karena keterbatasan ruangan,” kata Nasrah, S.Pd, di sekolahnya, Jalan Pendidikan No 2, Rabu, 16 Juli 2025.

Berdasarkan mekanisme SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) 2025, ada empat jalur masuk SMP, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Mendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 yang mengatur penerimaan murid baru untuk jenjang PAUD, SD, SMP.

Namun di SMP Negeri Pakkabba, jumlah 32 siswa itu hanya melalui jalur domisili, sebanyak 26 siswa (81%), dan jalur afirmasi sebanyak 6 siswa (19%).

BACA JUGA :  Pemerkosa Bertopeng di Takalar Kebal Hukum, Polisi Tak Berdaya?

SMP Negeri Pakkabba diresmikan pada tanggal 14 Desember 2022 oleh Dr H Syamsari Kitta, S.Pt, MM, Bupati Takalar, saat itu.

Sekolah ini punya tiga unit bangunan. Bangunan untuk ruang kelas, untuk ruang guru, dan untuk toilet.

Satu unit bangunan untuk ruang kelas itu, yang menghadap ke timur, diperuntukkan bagi 3 kelas. Sedangkan gedung untuk kantor disekat untuk ruang kepala sekolah, ruang guru, dan perpustakaan mini.

Meski bangunannya terbatas, tapi SMP Negeri Pakabba, punya lahan yang seluas, mencapai 2 hektare. Di atas lahan itu tumbuh pohon lontar, bambu, dan jenis tanaman lainnya.

Di belakang bangunan yang diperuntukkan bagi ruang kelas, terdapat hamparan sawah yang luas.

Ibu Nasrah menyampaikan bahwa selama pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), siswa kelas 7, 8, dan 9 masih diliburkan. MPLS dilaksanakan selama 5 hari, mulai 14-18 Juli 2025. Kelas 8 dan 9 akan masuk sekolah Senin depan, 21 Juli 2025.

BACA JUGA :  Keluarga Terduga Pencuri Emas di Takalar Sweeping Jalan

Dijelaskan, keterbatasan ruangan membuat sekolah bikin kebijakan bahwa kelas 7 dan kelas 9 masuk pagi. Sedangkan kelas 8 masuk siang. Ini kemudian dikomunikasikan kepada orangtua dan Komite Sekolah dan mereka setuju.

Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, kata dia, sebenarnya tidak menginginkan ada sekolah siang. Namun karena situasinya tidak memungkinkan untuk semua siswa bersekolah pagi maka jalan itu terpaksa ditempuh.

“Awalnya ada pilihan, yaitu satu ruangan disekat untuk 2 kelas, tapi dibayangkan pembelajaran jadi tidak efektif,” jelas Ibu Nasrah.

Selain kepala sekolah, SMP Negeri Pakkabba memiliki 18 guru dan 3 staf.

Pada tahun ajaran 2023/2024, yang merupakan angkatan pertama, SMP Negeri Pakabba menerima 46 siswa, terdiri dari 28 laki-laki dan 18 perempuan.

Pada tahun ajaran berikutnya, 2024/2025, total siswa yang diterima sebanyak 54 orang, rinciannya 31 siswa laki-laki dan 23 perempuan.

BACA JUGA :  Pemborosan Anggaran, Bangunan di Pantai Tope Jawa Mirip Rumah Hantu

Di era Bupati Takalar, Ir H Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, dan Wakil Bupati, Dr H Hengky Yasin, S.Sos, MM, salah satu programnya adalah digitalisasi di sekolah. Melalui aplikasi skull.id orangtua dapat memantau kehadiran anaknya di sekolah.

Terkait pemanfaatan teknologi digital itu, kata Bu Nasrah, perpustakaan sekolahnya sejak awal berbasis digital.

Kini dengan adanya seorang pustakawan, yakni Lisna, S.Pd, yang sudah mengikuti pelatihan oleh Perpusnas RI secara daring maka dibuatkan perpustakaan mini yang berada di ruang kantor.

“Namun, koleksi perpustakaan mini ini masih terbatas. Perlu penambahan jenis buku untuk meningkatkan kecintaan dan wawasan anak-anak terhadap membaca,” pungkas Ibu Nasrah.

(RT/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?
Kabut Asap Karhutla “Serang” Makassar, Racun PM2.5 Ancam Kesehatan Warga
Neon Box Nganro Mart di Barru “Offside”, Tinggal Tunggu Dihantam Truk
Balap Liar di Gowa Didenda Rp 3 Juta, Polisi Didesak Transparansi Soal BRIVA

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:48 WITA

Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:21 WITA

Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?

Berita Terbaru