Skandal Lendir Guncang Enrekang, Oknum Dewan Diduga Terseret Video Panas

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI Google Opal

Visual dibuat dengan AI Google Opal

Zonafaktualnews.com – Skandal lendir mengguncang Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjelma jadi bola panas yang terus bergulir dan menyedot perhatian publik tanpa henti.

Bagaimana tidak, video panas yang beredar luas di jagat maya diduga menyeret nama seorang oknum anggota DPRD, membuat isu ini tak lagi sekadar bisik-bisik, melainkan meledak di ruang publik.

Rekaman berdurasi singkat itu langsung menyita perhatian. Isinya dinilai tak pantas, menampilkan adegan intim di dalam sebuah kamar hotel, layaknya pasangan suami istri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat geger, sosok pria dalam video tersebut diduga merupakan figur publik yang selama ini dikenal sebagai wakil rakyat.

Sejak mencuat pada Kamis (23/04/2026), perbincangan soal video ini menjalar cepat. Dari media sosial hingga percakapan warga, semuanya seolah membicarakan hal yang sama. Rasa kaget berubah jadi kekecewaan, lalu menjelma kemarahan yang terus membesar.

BACA JUGA :  Momen Menggelikan, Paspampres Jatuh dari Motor Saat Kawal Presiden di Ciamis

Dari penelusuran berbagai sumber, identitas para pemeran mulai terkuak. Pria dalam video itu diduga kuat berinisial ST, yang saat ini masih aktif menjabat sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKB.

Sementara perempuan yang bersamanya diketahui berinisial SR, seorang perempuan muda yang disebut-sebut berasal dari Kota Makassar.

Lokasi kejadian pun disinyalir kuat terjadi di salah satu hotel berbintang di wilayah Kabupaten Enrekang.

Tak hanya video, bukti pendukung berupa tangkapan layar percakapan intim keduanya juga turut beredar luas. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya hubungan terlarang di balik layar yang kini terbuka ke publik.

Sorotan pun mengarah ke lembaga legislatif. Tindakan tersebut dinilai telah mencoreng wajah institusi dan melanggar kode etik pejabat publik. Desakan agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Enrekang segera turun tangan pun semakin nyaring terdengar.

BACA JUGA :  Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik

Konsekuensi yang mengintai tidak ringan. Jika terbukti bersalah, Badan Kehormatan DPRD berwenang menjatuhkan sanksi tegas hingga ke tahap Pemberhentian Antar Waktu (PAW).

Dari sisi partai, sebagai kader yang berbasis nilai religius, PKB diprediksi tidak akan tinggal diam dan sangat mungkin menjatuhkan sanksi organisasi.

Lebih jauh, perbuatan ini juga berpotensi melanggar aturan UU ITE dan UU Pornografi, yang bisa menyeret pihak terkait ke ranah hukum pidana.

Di tengah kegaduhan ini, masyarakat Enrekang tampak tak tinggal diam dan mengecam keras peristiwa tersebut.

Masyarakat menilai, seorang anggota dewan seharusnya menjadi teladan, bukan justru menjadi sumber kegaduhan publik.

BACA JUGA :  Viral Servis Intim Bebas Remas “Novi Chindo” dan Tukang Cilok, Video Diburu Netizen

“Kami berharap pihak berwenang dan partai pengusung segera memberikan klarifikasi dan tindakan nyata agar tidak terjadi kegaduhan yang berlarut-larut,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi awak media.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Enrekang, Syamsul Iwan, S membenarkan bahwa pihaknya akan segera berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

Meskipun perbuatan tersebut terjadi di luar jam dan lingkungan kedinasan, namun jika terbukti melanggar norma dan etika, maka akan segera diadakan rapat khusus untuk memproses pemberhentian (PAW) oknum tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPC PKB Enrekang di bawah kepemimpinan ST masih bungkam dan belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot
Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti
Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan
3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas
Proyek Jalan Seko Pakai Material Ilegal, PT Millenium Persada Kangkangi UU Minerba
Wali Kota Makassar Ditampar Balik Soal Wartawan Abal-abal, Jangan Alihkan Isu KPK
Nyaris Tabrak Petugas Dishub di Makassar, Pengendara Pajero Ngaku Keluarga Aparat
Kenalan Lewat Medsos, Gadis ABG di Polman Diperkosa dan Dijual ke Pria Lain

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:06 WITA

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:27 WITA

Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:55 WITA

Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:19 WITA

3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WITA

Proyek Jalan Seko Pakai Material Ilegal, PT Millenium Persada Kangkangi UU Minerba

Berita Terbaru