Siswa Barru Terancam Gagal Dapat Beasiswa PIP, Sekolah dan Disdik Lepas Tangan?

Sabtu, 28 September 2024 - 06:56 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Siswa Barru Terancam Gagal Dapat Beasiswa PIP, Sekolah dan Disdik Lepas Tangan?

Pesan Kadisdik Barru melalui Grup WA mengenai bantuan biaya pendidikan menjadi kewenangan yang tidak melalui sekolah.

Zonafaktualnews.com – Sejumlah siswa di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, terancam gagal menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) hingga pada saat ini Sabtu (28/9/2024).

Hal ini disebabkan oleh kebuntuan komunikasi antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, yang membuat proses penyaluran beasiswa tersebut terganggu.

Orang tua siswa menyampaikan keluhan mereka terkait sulitnya mendapatkan surat aktivasi yang menjadi syarat utama pencairan beasiswa.

Nur Asia, salah satu orang tua siswa penerima beasiswa PIP, menuturkan kekecewaannya atas ketidakpastian yang dihadapi.

“Anak saya tidak bisa menerima beasiswa karena belum ada surat aktivasi dari sekolah. Katanya, dinas pendidikan belum memberikan arahan, jadi sekolah tidak berani mengeluarkan surat tersebut,” ungkap Nur Asia saat ditemui, Rabu (25/9/2024).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Nur Cahaya, orang tua siswa dari SDN 15 Lemba, Barru.

BACA JUGA :  Sopir Barang Ungkap Modus Mafia BBM Solar di SPBU Bojo Barru

Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah enggan memberikan surat aktivasi karena belum ada instruksi dari Disdik.

“Semua kepala sekolah menolak memberikan surat, padahal BRI juga tidak bisa memproses beasiswa tanpa surat dari sekolah. Jadi, kami sebagai orang tua merasa sangat dirugikan,” katanya.

Tidak hanya itu, seorang siswa dari SDN 4 Batu Bessi juga mengalami hal yang sama. Pihak sekolah tempat ia belajar menolak mengeluarkan surat aktivasi dengan alasan takut melanggar aturan.

“Sekolah takut memberikan surat aktivasi, katanya bisa kena teguran dari Disdik. Padahal, kalau beasiswa tidak cair, yang dirugikan adalah kami para siswa,” ujar siswa tersebut.

Pihak sekolah pun mengonfirmasi alasan mereka. Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 2 Barru, Zaenuddin, menjelaskan bahwa surat aktivasi belum bisa dikeluarkan karena masih menunggu perintah dari Disdik Kabupaten Barru.

BACA JUGA :  Banjir Terjang Sulsel, Pasuruan dan Jayapura Diguncang Gempa

“Kami hanya mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan. Jika belum ada perintah resmi, kami tidak akan berani mengeluarkan surat aktivasi. Ini untuk menjaga agar tidak ada kesalahan prosedur yang bisa berujung teguran,” kata Zaenuddin.

Meski demikian, pihak Disdik Kabupaten Barru belum memberikan klarifikasi resmi terkait permasalahan ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, A. Adnan Asiz, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui WhatsApp.

Usaha untuk menemui langsung pun menemui kendala, di mana salah satu staf Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa Kadis sedang tidak berada di tempat.

“Mobilnya lagi tidak ada, sedang keluar,” ujar salah satu staf ketika dikonfirmasi di kantor Disdik Barru.

Ketidakjelasan ini membuat para orang tua dan siswa penerima beasiswa PIP semakin khawatir.

Program Indonesia Pintar (PIP), yang merupakan salah satu inisiatif Kementerian Pendidikan untuk membantu siswa kurang mampu, terancam tidak dapat disalurkan tepat waktu di Barru.

BACA JUGA :  Studi Tour Dinas Pertanian Barru Habiskan Rp 700 Juta untuk 100 Peserta, Layakkah?

Kondisi ini tentunya merugikan siswa yang sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk kelangsungan pendidikan mereka.

Nur Asia, yang mewakili banyak orang tua siswa, mendesak agar Disdik segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami hanya berharap anak-anak kami bisa mendapatkan hak mereka. Jangan sampai tertunda lebih lama lagi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Barru terkait penundaan dan prosedur pencairan beasiswa PIP tersebut.

 

(AK/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar
Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa
2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?
Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati
Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau
Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:47 WITA

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar

Sabtu, 19 September 2026 - 01:02 WITA

Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa

Jumat, 18 September 2026 - 18:08 WITA

2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?

Jumat, 18 September 2026 - 17:07 WITA

Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati

Jumat, 18 September 2026 - 08:49 WITA

Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau

Berita Terbaru