Sikap Humanis Wagub Aceh Tuai Simpati, Bobby Nasution Dinilai Arogan

Minggu, 5 Oktober 2025 - 01:07 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Sikap Humanis Wagub Aceh Tuai Simpati, Bobby Nasution Dinilai Arogan

Tokoh masyarakat Lhokseumawe Aceh Utara, Ali Quba (kiri)

Zonafaktualnews.com – Tokoh masyarakat Lhokseumawe Aceh Utara, Ali Quba, menilai perbedaan sikap antara Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mencerminkan dua pendekatan kepemimpinan yang sangat berbeda dalam menghadapi isu kendaraan berpelat luar.

Baru-baru ini, Bobby mengeluarkan edaran bernada tegas dan dinilai sebagian kalangan arogan, yang mewajibkan pemilik kendaraan pelat luar untuk segera melakukan mutasi ke pelat BK (Sumut).

Edaran tersebut disertai ancaman sanksi dan penertiban lapangan, memicu reaksi keras terutama dari masyarakat perbatasan yang merasa belum siap.

BACA JUGA :  KPK Bidik Bobby Nasution, Aliran Uang Proyek Jalan Rp231 Miliar Diselidiki

Sebaliknya, Wagub Aceh memilih pendekatan berbeda. Dalam momen viral di Gunung Geurutee, Aceh Jaya, Dek Fadh menghampiri sopir truk berpelat BA dan BK, berdialog santai, dan bahkan memberi “uang makan” ratusan ribu rupiah, tanpa ada nada mengancam.

Tindakan spontan tersebut menuai banyak tanggapan positif di media sosial, dianggap sebagai bentuk kepedulian dan pendekatan hati ke hati terhadap masyarakat kecil.

“Wagub Aceh menunjukkan akhlak kepemimpinan rakyat Aceh yang sesungguhnya—terbuka, rendah hati, dan tidak arogan. Ini sangat berbeda dengan gaya instruksi top-down yang ditunjukkan Gubsu,” ujar Ali Quba, Sabtu (4/10/2025).

BACA JUGA :  KPK Didesak Panggil Paksa Bobby Nasution ke Sidang Suap, Jangan Jadi Banci

Menurutnya, dalam konteks sosial Aceh, pendekatan seperti yang ditunjukkan Wagub jauh lebih diterima masyarakat.

Ali Quba menilai pemimpin yang merangkul rakyat kecil akan mendapatkan kepercayaan publik yang lebih kuat dibandingkan pemimpin yang hanya menakuti dengan edaran dan sanksi.

“Kebijakan boleh tegas, tapi cara menyampaikannya juga penting. Jangan arogan. Dek Fadh menunjukkan cara pemimpin Aceh: tidak berjarak dengan rakyat, bahkan dengan sopir truk sekalipun,” tegasnya.

BACA JUGA :  KPK Melempem Periksa Bobby, Mahfud: Ini Lembaga Boneka, Titipan Siapa?

Ali Quba menambahkan, tindakan Wagub ini bukan berarti menolak penertiban, melainkan memberikan contoh bahwa penegakan aturan juga bisa dilakukan dengan pendekatan kultural dan humanis.

“Kalau Gubsu terkesan main perintah dan sanksi, Wagub Aceh justru membangun komunikasi langsung. Ini dua gaya kepemimpinan yang sangat kontras,” pungkasnya.

(RD/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Usai Jenderal Kuat Tersangka Penyadapan Presiden, Aktor Berinisial J Mulai Dibidik
Kecewa Kasus Tambang Liar Diabaikan, Propam Diminta Evaluasi Polres Lutra
Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu