Rocky Gerung Sebut Jokowi Terjepit, ‘Mark-Up’ Kereta Cepat Tak Bisa Dihindari

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat poitik, Rocky Geurng (Ist)

Pengamat poitik, Rocky Geurng (Ist)

Zonafaktualnews.com – Pengamat politik Rocky Gerung menilai Mantan Presiden RI Joko Widodo, atau Jokowi, kini menghadapi posisi yang semakin terjepit.

Menurut Rocky, berbagai kontroversi sepanjang dua periode kepemimpinannya (2014–2024) kini diperparah oleh sengkarut utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang menembus ratusan triliun rupiah.

Rocky menyebut Jokowi mengalami kondisi yang dalam filsafat Jawa dikenal sebagai ‘kelangan pulung’, yakni kehilangan kemampuan membaca tanda-tanda zaman atau alam, termasuk indikasi bahwa masa kekuasaannya telah berakhir dan imunitas politiknya melemah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di dalam filsafat Jawa, ada orang yang kehilangan pulung, tidak lagi mampu membaca tanda-tanda alam. Itulah yang terjadi pada Pak Jokowi sekarang,” ungkap Rocky dalam video yang diunggah kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (20/10/2025).

BACA JUGA :  Arief Hidayat Ungkap Jokowi Lakukan Pelanggaran TSM di Pilpres

Akibat situasi ini, Rocky memperkirakan Jokowi tak akan menikmati masa pensiun dengan tenang. Publik terus menyoroti berbagai skandal selama satu dekade pemerintahannya.

“Dia tidak bisa tidur nyenyak, karena setiap hari emak-emak, BEM, dan netizen membongkar kembali skandal yang pernah terjadi,” tegas Rocky.

Selain kontroversi terkait keabsahan ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pencalonan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Calon Wakil Presiden RI, yang disebut sebagai “penyelundupan hukum,” proyek Whoosh kini menjadi titik sorot utama yang membuat Jokowi semakin sulit mengelak dari tuduhan publik.

Rocky menyoroti keputusan kontroversial Jokowi pada 2015 yang berpaling dari Jepang (JICA) ke China (KCIC) sebagai mitra proyek.

Padahal, Jepang menawarkan pinjaman rendah (0,1 persen) dengan tenor 40 tahun, sedangkan China memberikan skema lebih mahal dengan bunga 2–3,4 persen.

BACA JUGA :  Jokowi Tertangkap Kamera Acungkan 2 Jari dari Mobil Kepresidenan

Akibatnya, biaya Whoosh kini membengkak menjadi $7,27 miliar atau sekitar Rp120,38 triliun, dan peralihan ini bahkan memicu pemecatan Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan saat itu, karena menolak keputusan tersebut.

“Yang menjadi sorotan sekarang adalah kereta cepat. Sulit bagi Pak Jokowi menghindar dari tuduhan publik terkait mark-up,” ujar Rocky, pendiri Tumbuh Institute.

Dugaan ini diperkuat Mantan Menkopolhukam Mahfud MD, yang menyoroti perhitungan biaya per kilometer oleh pihak Indonesia mencapai $52 juta AS, hampir tiga kali lipat dari estimasi China $17–18 juta AS.

“Ini yang menaikkan siapa, uangnya ke mana,” kata Mahfud, seraya mendesak penyelidikan kasus Whoosh.

Selain membebani negara dengan utang yang bunga tahunannya sekitar Rp2 triliun, Rocky menilai proyek Whoosh juga dipaksakan tanpa izin publik.

BACA JUGA :  Jokowi Dinilai Abuse of Power ke Pj Kepala Daerah, Pakar: Pantas Dimakzulkan

Urgensinya dipertanyakan, karena perbedaan waktu tempuh antara Bandung dan Jakarta hanya setengah jam, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha lebih memilih kendaraan pribadi.

“Kalkulasi salah ini menjadikan kereta cepat beban utang negara,” kata Rocky.

Rocky menekankan, proyek yang tidak dilakukan dengan kehati-hatian ini menjadi skandal karena bisa dianggap akibat ketidakcermatan, bahkan kesengajaan.

Mark-up tanpa konsultasi DPR dalam skema Business to Business turut menambah risiko negara jika proyek bangkrut.

“Jadi sekarang, Jokowi disorot bukan hanya karena perilaku politiknya, tapi juga kecenderungan memaksakan proyek tanpa izin rakyat,” pungkas Rocky.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat
Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”
Modal “Mokondo” Tebar Bualan
Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”
KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 250 Penumpang Dievakuasi
Goyangan Janda Muda
Loket Check In Molor, Penumpang Keluhkan Pelayanan Pelabuhan Makassar
Minim Pemeliharaan, Pipa PDAM Makassar Blokade Jalur Nelayan Jongayya

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:28 WITA

Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WITA

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:19 WITA

KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 250 Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agu 2026 - 16:08 WITA