Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Prabowo Subianto (Visual AI)

Ringkasan

Media Belanda de Volkskrant menyoroti kondisi ekonomi Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, menilai sejumlah indikator seperti fiskal, rupiah, PHK, dan arus modal menunjukkan tekanan. Laporan itu memicu bantahan Prabowo, yang menyebut prediksi kebangkrutan tidak terbukti dan menegaskan ekonomi Indonesia tetap kuat.

Laporan tersebut juga membahas kritik terhadap “Prabowonomics”, ketergantungan pada komoditas, dan penurunan kepuasan publik. Meski pemerintah menekankan pertumbuhan dan target jangka panjang, de Volkskrant menilai manfaatnya belum dirasakan luas oleh masyarakat.

Zonafaktualnews.com – Media Belanda de Volkskrant menyoroti kondisi perekonomian Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah laporan bertajuk “Is Indonesië op weg naar bankroet?” atau “Apakah Indonesia Sedang Menuju Kebangkrutan?”.

Analisis yang terbit pada Rabu (29/7/2026) itu mengulas berbagai indikator ekonomi nasional, mulai dari kondisi fiskal, pasar tenaga kerja, hingga arah kebijakan pembangunan pemerintah.

Laporan tersebut memunculkan kembali perdebatan mengenai prospek ekonomi Indonesia. Namun, Presiden Prabowo Subianto membantah keras narasi yang menyebut Indonesia berada di ambang kebangkrutan dan menilai kritik tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa berbagai prediksi mengenai runtuhnya ekonomi Indonesia tidak pernah terbukti.

BACA JUGA :  Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Tak Gagalkan Hak Angket

Bahkan, saat menanggapi kritik yang merujuk pada analisis media asing, ia menyinggung istilah “Londo Ireng” atau “Belanda Hitam”, yang secara historis dikenal sebagai sebutan bagi tentara bayaran asal Ghana dalam pasukan kolonial Belanda, dan kemudian digunakan untuk menyebut pihak-pihak pribumi yang berpihak kepada pemerintah kolonial.

“Mereka masih ada sampai sekarang, yaitu mereka yang mendengarkan orang Belanda,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo juga menyindir berbagai prediksi yang menyebut ekonomi nasional akan kolaps dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, ramalan tersebut terus bergeser dari bulan ke bulan tanpa pernah menjadi kenyataan.

“Mereka mengklaim selama berbulan-bulan bahwa Indonesia akan runtuh. Katanya akan terjadi pada bulan April, lalu Mei, Juni, Juli… Tapi tidak ada yang terjadi!” tegasnya.

Di sisi lain, laporan de Volkskrant menyoroti kontras antara optimisme pemerintah dan sejumlah indikator ekonomi yang dinilai mengkhawatirkan.

Harian asal Belanda itu menilai perekonomian Indonesia tengah menghadapi tekanan, mulai dari gejolak pasar keuangan, kondisi fiskal, hingga meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu sorotan utama dalam laporan tersebut adalah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang disebut terjadi di tengah tekanan terhadap pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah.

BACA JUGA :  Elektabilitas Anies Merosot, Demokrat Sebut Skenario Penguasa

Menurut analisis itu, kondisi tersebut menjadi perhatian internasional karena berlangsung saat ekonomi nasional menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, de Volkskrant menilai pelemahan rupiah masih menjadi salah satu indikator yang patut dicermati. Laporan tersebut juga menyebut lebih dari 30.000 lapangan pekerjaan hilang sepanjang tahun ini akibat gelombang PHK dan penutupan sejumlah perusahaan.

Pemerintah, di sisi lain, tetap menegaskan fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang kuat.

Presiden Prabowo mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang disebut mencapai 5,6 persen, serta optimisme bahwa Indonesia masih berada di jalur menuju salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli.

Meski demikian, de Volkskrant menilai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Sejumlah ekonom yang dikutip media tersebut berpendapat bahwa capaian tersebut masih menyisakan persoalan struktural yang memerlukan pembenahan lebih lanjut.

Laporan itu juga mengulas model kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai Prabowonomics, yakni pendekatan yang mengedepankan peran BUMN, proyek-proyek sosial berskala besar, serta pemanfaatan sumber daya alam sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA :  Presiden Terpilih Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Polri

Menurut de Volkskrant, dinamika tersebut turut memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Harian itu menyebut tingkat kepuasan masyarakat mengalami penurunan dibandingkan awal masa pemerintahannya, seiring munculnya keraguan terhadap efektivitas kebijakan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan.

Analisis tersebut juga menyoroti fenomena capital flight atau arus keluar modal. Investor asing disebut mulai lebih berhati-hati terhadap pasar Indonesia, sementara sebagian warga beraset besar dilaporkan memindahkan dana ke negara yang dinilai menawarkan stabilitas lebih tinggi, seperti Singapura dan Dubai.

Di akhir laporannya, de Volkskrant menilai ketergantungan Indonesia terhadap ekspor komoditas seperti nikel, batu bara, minyak, gas, emas, kayu, hasil perikanan, dan minyak sawit masih menjadi tantangan.

Meski program hilirisasi terus didorong pemerintah, media tersebut berpendapat manfaat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas, yang masih menghadapi tekanan biaya hidup, penurunan daya beli, serta ketidakpastian lapangan pekerjaan.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi