Jokowi Permainkan Hukum, BEM Unibraw Siap Bergerak Reformasi Jilid II

Sabtu, 3 Februari 2024 - 13:54 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Jokowi Permainkan Hukum, BEM Unibraw Siap Bergerak Reformasi Jilid II

Jokowi Permainkan Hukum, BEM Unibraw Siap Bergerak Reformasi Jilid II

Zonafaktualnews.com – Presiden Jokowi sudah tidak layak lagi memimpin Indonesia hanya membawa rakyat semakin menderita.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya (Unibraw) di Malang, Jawa Timur, menyuarakan reformasi jilid dua.

BEM Unibrawa menilai kondisi negara saat ini tidak baik-baik saja.

“Hari ini saatnya bergerak, negara telah kehilangan muruah. Bukan tidak mungkin reformasi jilid II akan terjadi,” ujar Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Rafly Rayhan Al Khajri, yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (1/2/2024).

Rafly mengatakan saat ini terjadi penyalahgunaan instrumen hukum oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA :  Jokowi Dinilai Abuse of Power ke Pj Kepala Daerah, Pakar: Pantas Dimakzulkan

BEM Universitas Brawijaya menilai pengawasan dan penegakan hukum selama masa kampanye Pemilu 2024 telah kehilangan fungsinya.

Selain itu, kata Rafly, Jokowi telah mempermainkan hukum dengan mengklaim boleh memihak dan berkampanye.

Menurut dia, Jokowi tak membaca UU Pemilu secara utuh.

“Jokowi dan para pembisiknya tidak tahu cara membaca undang-undang. Setiap hari penuh blunder dan klarifikasi,” ujarnya.

Rafly melanjutkan pernah mendapatkan informasi bahwa Mahfud MD dilema untuk meninggalkan kursi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan saat mendaftar jadi calon wakil presiden.

BACA JUGA :  Miris, Lebih dari 1.000 Legislator Main Judi Online

Menurutnya, Mahfud ingin mundur sejak awal demi menjaga etika politik. Namun, Mahfud khawatir membiarkan kabinet Jokowi tanpa kontrol.

“Mundurnya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam adalah sinyal bahwa kekuasaan sudah tidak lagi dikontrol oleh hukum,” tuturnya.

Rafly pun mengatakan BEM Unbraw berencana menggelar aksi demonstrasi. Mereka akan berkoordinasi dengan universitas lainnya.

Sebelumnya, sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) juga menyuarakan kritik kepada Presiden Jokowi.

UGM menilai Jokowi telah melakukan penyimpangan dalam proses penyelenggaraan negara. Lewat ‘Petisi Bulaksumur’, sivitas UGM menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi, kerakyatan, dan keadilan sosial oleh sejumlah penyelenggara negara di berbagai lini dan tingkat.

BACA JUGA :  Dua Menteri Masih Panggil Jokowi 'Bos Saya', Prabowo Tak Dianggap?

Sementara sivitas UII mendesak Jokowi kembali jadi teladan dalam etika dan praktik kenegarawanan.

Jokowi diminta tidak memanfaatkan institusi kepresidenan untuk memenuhi kepentingan politik keluarga melalui keberpihakan pada salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden di Pilpres 2024.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU