Zonafaktualnews.com – Warga Kabupaten Bombana, Sultra, dibuat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Rarowatu usai korban tabrak lari, Rian, tidak mendapat pertolongan medis.
Keluarga korban akhirnya terpaksa membawa Rian ke rumah sakit karena petugas puskesmas tak kunjung hadir.
“Kakakku korban tabrak lari, kakinya dan bahunya patah. Harus segera ditangani,” ujar Rista, kakak Rian, Jumat (3/4/2026).
Peristiwa itu terjadi Kamis (2/4/2026) di depan rumah korban di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu.
Luka serius yang dialami Rian membuat keluarga segera menghubungi Puskesmas Rarowatu untuk meminta pertolongan.
Sebelum berangkat, keluarga sempat menginformasikan kondisi Rian kepada petugas medis.
“Kami telepon bidan dulu, katanya nanti ada perawat yang akan datang jika kami bawa ke puskesmas,” ungkap Rista.
Korban tiba di Puskesmas sekitar pukul 07.30 Wita, namun hingga beberapa menit kemudian, tidak ada satupun petugas medis yang menanggapi.
Setelah beberapa kali menghubungi, keluarga diberi tahu bahwa semua perawat sedang sibuk.
Merasa kesal, keluarga memutuskan membawa Rian ke rumah sakit yang berjarak sekitar satu jam dari Puskesmas.
Sebelum berangkat, mereka merekam video untuk menunjukkan kondisi Puskesmas yang kosong dari tenaga medis.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Puskesmas Rarowatu, Asti Purnama, menyatakan bahwa petugas belum masuk kantor saat korban datang.
“Jam pelayanan kami mulai pukul 08.00 sampai 14.00 Wita. Saat petugas datang, pasien sudah tidak berada di puskesmas,” jelas Asti.
Asti menambahkan bahwa Puskesmas Rarowatu bukan fasilitas rawat inap, sehingga tenaga medis tidak wajib berjaga 24 jam. Meski demikian, pihaknya mengaku akan mengevaluasi insiden ini.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Rian terbaring di ranjang Puskesmas tanpa ada petugas yang hadir.
Keluarga korban sempat memeriksa ruangan-ruangan medis, namun tidak menemukan seorang pun yang berjaga.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















