Puskesmas Rarowatu di Bombana Tak Peduli Darurat, Korban Tabrak Lari Telantar

Sabtu, 4 April 2026 - 09:40 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Puskesmas Rarowatu di Bombana Tak Peduli Darurat, Korban Tabrak Lari Telantar

Keluarga korban mendampingi Rian di rumah sakit usai petugas Puskesmas Rarowatu tidak hadir saat darurat (Ist)

Zonafaktualnews.com – Warga Kabupaten Bombana, Sultra, dibuat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Rarowatu usai korban tabrak lari, Rian, tidak mendapat pertolongan medis.

Keluarga korban akhirnya terpaksa membawa Rian ke rumah sakit karena petugas puskesmas tak kunjung hadir.

“Kakakku korban tabrak lari, kakinya dan bahunya patah. Harus segera ditangani,” ujar Rista, kakak Rian, Jumat (3/4/2026).

Peristiwa itu terjadi Kamis (2/4/2026) di depan rumah korban di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu.

Luka serius yang dialami Rian membuat keluarga segera menghubungi Puskesmas Rarowatu untuk meminta pertolongan.

BACA JUGA :  Heboh, Guru SMA dan Pemuda di Padang Dipergoki “Adu Pedang” di Toilet Masjid

Sebelum berangkat, keluarga sempat menginformasikan kondisi Rian kepada petugas medis.

“Kami telepon bidan dulu, katanya nanti ada perawat yang akan datang jika kami bawa ke puskesmas,” ungkap Rista.

Korban tiba di Puskesmas sekitar pukul 07.30 Wita, namun hingga beberapa menit kemudian, tidak ada satupun petugas medis yang menanggapi.

Setelah beberapa kali menghubungi, keluarga diberi tahu bahwa semua perawat sedang sibuk.

Merasa kesal, keluarga memutuskan membawa Rian ke rumah sakit yang berjarak sekitar satu jam dari Puskesmas.

BACA JUGA :  Bupati Jeneponto Paris Yasir Berulah! Teriak-teriak di Jalanan Usai Pelantikan

Sebelum berangkat, mereka merekam video untuk menunjukkan kondisi Puskesmas yang kosong dari tenaga medis.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Puskesmas Rarowatu, Asti Purnama, menyatakan bahwa petugas belum masuk kantor saat korban datang.

“Jam pelayanan kami mulai pukul 08.00 sampai 14.00 Wita. Saat petugas datang, pasien sudah tidak berada di puskesmas,” jelas Asti.

Asti menambahkan bahwa Puskesmas Rarowatu bukan fasilitas rawat inap, sehingga tenaga medis tidak wajib berjaga 24 jam. Meski demikian, pihaknya mengaku akan mengevaluasi insiden ini.

BACA JUGA :  Siswi SD di Baubau Digilir 26 Pria, 10 Pelaku Ditangkap, 16 DPO

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Rian terbaring di ranjang Puskesmas tanpa ada petugas yang hadir.

Keluarga korban sempat memeriksa ruangan-ruangan medis, namun tidak menemukan seorang pun yang berjaga.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana