Kantor Penghubung Sultra Jadi Sasaran Kejati, Mungkinkah Ada Kasus Korupsi dengan APBD?

Selasa, 1 April 2025 - 07:11 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kantor Penghubung Pemprov Sultra Digeledah Kejati

Kantor Penghubung Pemprov Sultra Digeledah Kejati

Zonafaktualnews.com – Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Jakarta, yang seharusnya menjadi simpul utama koordinasi, kini berubah menjadi pusat sorotan.

Rabu siang, tim Kejaksaan Tinggi Sultra datang tanpa ampun. Pintu terbuka, ruangan mulai digeledah. Tak ada peringatan, tak ada basa-basi.

Petugas berompi hitam dengan corak merah itu bekerja dengan cepat, menyisir setiap sudut ruangan, mengacak dokumen-dokumen yang seharusnya menjadi rahasia negara.

Foto-foto mereka pun menyebar di grup WhatsApp, hebohkan media sosial. Muncul satu pertanyaan yang menggantung: Ada apa di balik penggeledahan ini?

BACA JUGA :  Eks Pimpinan KPK Sebut Anies Capres Paling Minim Risiko Korupsi

APBD, yang mestinya menjadi aliran dana untuk membangun Sulawesi Tenggara, kini terperangkap dalam kabut keraguan.

Anggaran yang harusnya mengalir deras untuk rakyat, malah terjebak dalam lingkaran kecurigaan. Dana yang hilang, seperti air yang terbuang ke tanah.

Dugaan menguat, penggeledahan ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran yang penuh misteri.

Anggaran yang tidak jelas tujuannya, bahkan kabarnya sudah “dikuburkan” dalam transaksi gelap yang sulit terjangkau pengawasan.

Hingga kini, pejabat terkait masih bungkam. Hanya ada pernyataan singkat dari Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, yang mengatakan penggeledahan. Tapi di balik kata-kata itu, ada lebih banyak yang tak terucapkan.

BACA JUGA :  Kemensos hanya Salurkan Rp 78 T dari Total Rp 497 T, Risma: Sisanya Gak Tahu

Sumber yang beredar menyebutkan bahwa kantor ini bukan sekadar tempat koordinasi.

Di balik dindingnya yang tebal, kantor ini bisa jadi tempat di mana anggaran yang harusnya menghidupi rakyat malah mati, tenggelam dalam permainan yang tak terlihat.

Siapa yang sebenarnya bermain di balik layar? Mengapa anggaran yang seharusnya dipertanggungjawabkan justru bisa lolos begitu saja dari pengawasan? Dan yang paling penting, apakah ini awal dari terbongkarnya kebocoran besar yang selama ini terpendam?

BACA JUGA :  KPK Bakal Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Menag Yaqut

Publik menunggu jawaban. Tapi satu hal yang pasti: anggaran yang mati tak akan bisa bersembunyi selamanya.

Cepat atau lambat, bau busuknya pasti akan tercium, dan kebenaran yang tersimpan dalam bayang-bayang itu akan keluar.

(SB/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Berita Terbaru