Proyek Irigasi di Lutra Diduga Tipu-tipu Anggaran dan Rugikan Negara

Rabu, 29 Oktober 2025 - 01:57 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Proyek Irigasi di Lutra Diduga Tipu-tipu Anggaran dan Rugikan Negara

Proyek irigasi di Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, terlihat sedang dalam proses pembangunan.

Zonafaktualnews.com – Proyek irigasi di Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga manipulasi anggaran.

Pasalnya, laporan masyarakat yang ditindaklanjuti melalui sidak oleh empat legislator DPRD Lutra dari Dapil III menemukan sejumlah kejanggalan yang bisa merugikan keuangan negara.

Sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh anggota DPRD, Mappa Andi Lantara dan Jamal dari Fraksi Golkar, Anas dari Gerindra, serta Heriansyah Efendi dari PAN, mengungkap fakta penting di lapangan.

Salah satunya adalah tidak adanya papan informasi proyek yang mencantumkan nilai kontrak dan rincian anggaran.

Temuan ini kemudian viral di berbagai media lokal. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak rekanan maupun Balai Besar yang menaungi proyek tersebut.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Lutra dan Bupati Lepas Jalan Sehat Anti Mager, Warga Membeludak

Forum Komunikasi LSM Pers Luwu Utara pun ikut melakukan pemantauan di lokasi proyek di Desa Poreang dan Bungapati.

Ketua Forum, Andi Marwan, membenarkan kejanggalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Benar, proyek irigasi itu dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya selaku rekanan, dengan sumber anggaran dari Balai Besar. Tapi kami tidak menemukan papan informasi yang mencantumkan nilai kontrak. Ini jelas menyalahi prinsip keterbukaan informasi publik,” ujar Andi Marwan, Selasa (28/10/2025).

Andi Marwan menduga, alasan proyek disebut “kolektif” di beberapa titik digunakan sebagai dalih untuk tidak mencantumkan nilai anggaran secara terbuka.

BACA JUGA :  DPRD Luwu Utara Berbagi Kebaikan dengan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

“Jangan sampai publik dikelabui. Proyek ini tersebar di beberapa titik di Luwu Utara, tapi justru terkesan disembunyikan,” tambahnya.

LSM Pers juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Selama dua hari pemantauan, mereka tidak menemukan satu pun pengawas dari Balai Besar, pihak PT Brantas Abipraya, maupun konsultan pengawas.

“Yang ada hanya pekerja lapangan. Bahkan mereka mengaku sebagian pekerjaan dilakukan secara manual karena molen rusak, tanpa ada teguran dari pengawas. Ini sangat fatal,” tegas Andi Marwan.

Kondisi ini, lanjutnya, menunjukkan rendahnya kualitas pekerjaan dan memperkuat dugaan adanya potensi kerugian negara. LSM Pers mendesak Balai Besar untuk turun langsung dan tidak menutup mata terhadap temuan di lapangan.

BACA JUGA :  Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas

“Kami tidak ingin proyek ini dikerjakan asal jadi. Masyarakat berhak menikmati hasil pembangunan yang layak dan transparan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Besar maupun PT Brantas Abipraya belum memberikan konfirmasi resmi terkait temuan dan dugaan tersebut.


(Mahendra/Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu