Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Rabu, 23 September 2026 - 02:20 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Ringkasan

Seorang narapidana kasus kekerasan seksual berusia 30 tahun ditemukan tewas di dalam toilet Lapas Takalar, Sulawesi Selatan. Korban diduga melakukan bunuh diri dengan melilitkan kain sarung di lehernya. Pintu toilet yang terkunci dari dalam sempat didobrak oleh warga binaan lain setelah salat Zuhur.

Kepolisian Resor Takalar tengah melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk sesama tahanan dan petugas piket. Jenazah korban disemayamkan sementara di dalam lapas sembari menunggu kedatangan pihak keluarga, sementara pihak pengelola lapas masih mengumpulkan informasi resmi.

Zonafaktualnews.com – Seorang Napi Lapas Takalar, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di dalam toilet blok hunian, Senin (21/9/2026).

Korban diidentifikasi bernama Angga Pratama (30), narapidana asal Toraja yang berdomisili di Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

BACA JUGA :  Mira Hayati Dikabarkan Akan Pindah Lapas, Indikasi Perubahan Data Disorot

Angga ditemukan tak bernyawa tepat selepas pelaksanaan salat Zuhur sekitar pukul 12.00 WITA.

Tempat kejadian perkara pertama kali diketahui oleh rekan sesama tahanan.

Pintu toilet dilaporkan terkunci rapat dari dalam, memaksa para penghuni blok untuk mendobrak paksa pintu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto, memberikan penjelasan awal terkait insiden tersebut.

“Untuk saat ini diduga gantung diri, bunuh diri dengan cara melilitkan kain panjang berupa seperti sarung, melilitkan di lehernya sehingga pada saat ditemukan oleh rekan warga binaan pada pukul kurang lebih jam 12.00 WITA setelah salat Zuhur,” kata Haryanto, Senin (21/9/2026).

Insiden tragis ini langsung memicu langkah investigasi intensif dari aparat penegak hukum.

Napi Lapas Takalar tewas dengan latar belakang masa hukuman yang masih cukup panjang atas kasus pidana khusus yang menjeratnya.

BACA JUGA :  Viral, Bos Mafia BBM Bar-bar Aniaya Wartawan Online di Takalar

Berdasarkan catatan kepolisian, korban merupakan terpidana dalam perkara kekerasan seksual dengan vonis hukuman selama delapan tahun penjara.

“Informasi dari yang kita terima, warga binaan tersebut tersandung kasus kekerasan seksual dengan vonis 8 tahun penjara,” kata Haryanto.

Penyidik saat ini tengah fokus mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi kunci.

Pemeriksaan mencakup sesama narapidana penemu awal jasad hingga jajaran petugas lembaga pemasyarakatan yang berjaga saat piket.

“Sementara kami dalami, kami masih memeriksa ataupun meminta keterangan dari beberapa saksi-saksi yang pertama kali melihat dan juga ada beberapa pegawai yang piket pada saat kejadian,” jelasnya.

Hingga Senin sore, proses evakuasi jenazah masih tertahan di lingkungan lembaga pemasyarakatan sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dari daerah asal.

BACA JUGA :  Wanita Paruh Baya di Takalar Ditemukan Tewas, Emas 30 Gram Diduga Raib Dirampok

“Masih, masih ada di Lapas sambil menunggu keluarga, keluarga binaan tersebut, almarhum. Jadi informasi keluarga dari warga binaan tersebut sudah dalam perjalanan menuju Lapas Takalar,” beber Haryanto.

Di sisi lain, pihak internal instansi pembinaan narapidana masih berhati-hati memberikan pernyataan lanjutan mengenai kepastian kronologi sebelum investigasi internal rampung.

“Kami sementara menelusuri kebenaran isunya. Akan ada laporan resmi dari pimpinan nantinya,” ucap Humas Lapas Takalar, Munawir, saat dikonfirmasi terpisah wartawan.

Peristiwa hilangnya nyawa Napi Lapas Takalar tewas ini kini sepenuhnya berada di bawah kendali penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap fakta transparan di balik pintu toilet blok hunian tersebut.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar
Protes Pelajar Ricuh di Prancis, Sekolah Dibakar hingga Bentrok dengan Polisi
Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:07 WITA

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:14 WITA

Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:05 WITA

Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar

Berita Terbaru