BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Petugas kepolisian bersama pihak terkait saat memantau kondisi pelajar di Kendari yang menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan MBG (Foto : Ist)

Ringkasan

Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional SPPG Watubangga di Kendari setelah 57 pelajar mengalami keracunan makanan. Penghentian distribusi ini dilakukan untuk mendukung proses investigasi, sehingga fasilitas tersebut dilarang memproduksi atau mendistribusikan makanan hingga evaluasi selesai.

Seluruh biaya perawatan para korban yang dirawat di beberapa fasilitas kesehatan ditanggung penuh oleh lembaga. Sebagian besar pelajar dilaporkan mulai pulih, sementara tim medis terus memantau perkembangan kondisi fisik dan psikologis mereka.

Zonafaktualnews.com – Kasus Keracunan MBG di Kendari memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas.

Operasional SPPG Watubangga Baruga dihentikan sementara menyusul 57 pelajar keracunan akibat sajian MBG tersebut.

BACA JUGA :  Tak Lagi Kelola Gizi, Dadan Hindayana Kini “Dipromosi” Jadi Tahanan Kejagung

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, menyebutkan bahwa penghentian distribusi ini berlaku efektif sejak Sabtu (19/9/2026) atas instruksi langsung dari pusat.

“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN,” ujar Mulyadi kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).

Selama masa sanksi berjalan, SPPG Watubangga dilarang keras memproduksi atau mendistribusikan makanan hingga ada evaluasi lanjutan.

BGN belum bisa memastikan durasi pembekuan karena investigasi lapangan masih berlangsung.

Mayoritas korban insiden Keracunan MBG Kendari ini merupakan santri dan pelajar dari MTs serta MA Al Askar Kendari.

BACA JUGA :  Berebut "Tempat Basah", Pengemis Serang Penjual Tisu

Mulyadi menjamin seluruh biaya perawatan medis di RS Bahteramas, RS Dewi Sartika, hingga Puskesmas Lepo-Lepo ditanggung penuh oleh lembaga.

“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis,” jelas Mulyadi.

Kepala Puskesmas Lepo-Lepo Baruga, Dewi Sultriana, mencatat ada 28 anak yang sempat dirujuk ke faskesnya.

Saat ini, sebagian besar sudah berangsur pulih dan tersisa dua orang yang masih diobservasi.

“Kalau kesehatan mereka sudah membaik dari waktu mereka masuk, hanya keluhannya masih ada yang pusing-pusing,” kata Dewi.

BACA JUGA :  Pencopotan Dadan Tak Cukup, Netizen: “Usut Korupsi BGN dan Tangkap Si Botak”

Selain fisik, tim medis juga memfokuskan penanganan pada aspek mental para korban yang masuk dalam radar darurat Keracunan MBG Kendari.

Mayoritas pelajar berusia 12 hingga 15 tahun itu berasal dari luar kota seperti Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Bombana sehingga belum semuanya dijenguk orang tua.

“Termasuk kondisi psikologis mereka kami pantau, karena masih ada pelajar yang belum dijenguk sama keluarga mereka,” pungkasnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu
Publik Menanti KPK Sikat Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Summarecon
Jejak WNI di Luar Negeri Didalami Polisi Terkait Kasus Dolar Singapura Rp4,7 Miliar
Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan
Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik
VinFast Diduga Penipu Ulung, Jual Unit Tanpa Baterai, Gowa-Maros Dikadalin

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 02:20 WITA

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Selasa, 22 September 2026 - 19:58 WITA

Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WITA

Publik Menanti KPK Sikat Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Summarecon

Senin, 21 September 2026 - 19:15 WITA

Jejak WNI di Luar Negeri Didalami Polisi Terkait Kasus Dolar Singapura Rp4,7 Miliar

Senin, 21 September 2026 - 01:26 WITA

Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok

Berita Terbaru