Parkir Ramadan Fair di Gowa Disinyalir Jadi Ladang Uang Haram Oknum Pejabat

Jumat, 7 Maret 2025 - 05:14 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Suasana parkir di kawasan Ramadan Fair Gowa yang dipenuhi kendaraan bermotor.

Suasana parkir di kawasan Ramadan Fair Gowa yang dipenuhi kendaraan bermotor.

Zonafaktualnews.com – Ramadan Fair di Kabupaten Gowa menjadi magnet bagi ribuan warga yang setiap malam memadati ruas jalan utama di Sungguminasa, khususnya di sepanjang Jalan Tumanurung dan Jalan Masjid Raya.

Acara tahunan ini tidak hanya menggelikan aktivitas ekonomi, tetapi juga menimbulkan dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat pengelolaan parkir yang tidak transparan.

Forum Pemerhati Pembangunan Daerah (FP2D) Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa keuntungan dari parkir yang mencapai puluhan juta rupiah per malam tidak masuk ke kas daerah.

“Memang ada isu keuntungan dari area parkir masuk ke kantong pejabat yang memiliki kewenangan atas izin Ramadhan Fair, termasuk Dishub untuk parkir, serta izin dari Dispora dan Kesbangpol,” ujar Sekretaris FP2D Sulsel, Erwin.

Erwin menambahkan bahwa parkir di kawasan Ramadan Fair seharusnya menjadi sumber pemasukan bagi daerah, namun justru diduga menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak. FP2D menilai ada indikasi kuat bahwa aliran dana dari parkir dikelola secara ilegal.

BACA JUGA :  Kejari Sungguminasa Didesak Tetapkan Tersangka Kasus JKN RSUD Syekh Yusuf

Tak hanya itu, FP2D juga menyoroti sikap DPRD Gowa yang dinilai tidak transparan dalam menyikapi masalah ini.

“Kami pernah mendengar DPRD mengeluarkan rekomendasi untuk melarang semua aktivitas di kawasan Taman Syech Yusuf dan Taman Sultan Hasanuddin, tetapi kemudian kebijakan itu tiba-tiba hilang tanpa kejelasan. Lebih anehnya lagi, area parkir DPRD Gowa sendiri justru dikomersilkan. Ini menunjukkan adanya kejanggalan,” lanjut Erwin.

Sementara itu, pihak penyelenggara Ramadan Fair menegaskan bahwa parkir bukan dalam kendali mereka, melainkan berada di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Gowa.

“Soal parkir bukan domain kami, itu berada di bawah kendali Dishub Gowa. Hanya itu yang bisa kami sampaikan terkait parkiran,” ujar Rosmini Hamid dalam konferensi pers di Somba Opu.

BACA JUGA :  Raja Gowa ke-38 Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Gowa, Firdaus, belum memberikan tanggapan terkait dugaan aliran keuntungan parkir yang tidak jelas. Upaya media menghubunginya melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapat respon.

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Gowa, Andi Idhil Hafid, mengaku belum mengetahui masalah ini secara mendetail.

“Kami akan cek dulu sebelum berkomentar,” katanya singkat saat dihubungi melalui telepon.

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan bahwa pembayaran parkir dilakukan tanpa adanya karcis resmi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pungutan parkir tidak disetorkan ke kas daerah, melainkan mengalir ke pihak-pihak tertentu secara ilegal.

BACA JUGA :  Penggelapan Motor Berkedok Bantuan, Daeng Puji Tipu Puluhan Warga Gowa

Maraknya parkir liar di kawasan pusat pemerintahan menjadi ironi, mengingat potensi PAD yang besar justru menguap tanpa kejelasan.

Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan DPRD untuk menertibkan sistem parkir agar lebih transparan dan tidak menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak.

Dugaan aliran dana parkir yang tidak transparan kini menjadi sorotan publik, terutama terkait transparansi pengelolaan PAD Gowa.

Masyarakat menantikan sikap tegas dari pemerintah daerah dan DPRD untuk menuntaskan masalah ini serta memastikan bahwa pendapatan dari parkir tidak diselewengkan oleh oknum tertentu.

 

 

(RL/MIR)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang
DPRD Sulsel Klaim Stok BBM Aman, Fakta di Lapangan Warga Antre di Pertamini
Tak Ada Penindakan Tegas Antrean Truk di SPBU Parepare, Satgas BBM Ompong

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Sabtu, 12 September 2026 - 04:29 WITA

Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh

Sabtu, 12 September 2026 - 02:18 WITA

BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring

Sabtu, 12 September 2026 - 01:20 WITA

Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WITA

Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara

Berita Terbaru