Parkir Ramadan Fair di Gowa Disinyalir Jadi Ladang Uang Haram Oknum Pejabat

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana parkir di kawasan Ramadan Fair Gowa yang dipenuhi kendaraan bermotor.

Suasana parkir di kawasan Ramadan Fair Gowa yang dipenuhi kendaraan bermotor.

Zonafaktualnews.com – Ramadan Fair di Kabupaten Gowa menjadi magnet bagi ribuan warga yang setiap malam memadati ruas jalan utama di Sungguminasa, khususnya di sepanjang Jalan Tumanurung dan Jalan Masjid Raya.

Acara tahunan ini tidak hanya menggelikan aktivitas ekonomi, tetapi juga menimbulkan dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat pengelolaan parkir yang tidak transparan.

Forum Pemerhati Pembangunan Daerah (FP2D) Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa keuntungan dari parkir yang mencapai puluhan juta rupiah per malam tidak masuk ke kas daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ada isu keuntungan dari area parkir masuk ke kantong pejabat yang memiliki kewenangan atas izin Ramadhan Fair, termasuk Dishub untuk parkir, serta izin dari Dispora dan Kesbangpol,” ujar Sekretaris FP2D Sulsel, Erwin.

BACA JUGA :  Isu Setoran Tambang Ilegal Memanas, Kasat Reskrim Maros Mencak-mencak

Erwin menambahkan bahwa parkir di kawasan Ramadan Fair seharusnya menjadi sumber pemasukan bagi daerah, namun justru diduga menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak. FP2D menilai ada indikasi kuat bahwa aliran dana dari parkir dikelola secara ilegal.

Tak hanya itu, FP2D juga menyoroti sikap DPRD Gowa yang dinilai tidak transparan dalam menyikapi masalah ini.

“Kami pernah mendengar DPRD mengeluarkan rekomendasi untuk melarang semua aktivitas di kawasan Taman Syech Yusuf dan Taman Sultan Hasanuddin, tetapi kemudian kebijakan itu tiba-tiba hilang tanpa kejelasan. Lebih anehnya lagi, area parkir DPRD Gowa sendiri justru dikomersilkan. Ini menunjukkan adanya kejanggalan,” lanjut Erwin.

Sementara itu, pihak penyelenggara Ramadan Fair menegaskan bahwa parkir bukan dalam kendali mereka, melainkan berada di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Gowa.

BACA JUGA :  PT Wings Group Jelaskan Mekanisme PHK dan Upaya Mediasi di RDP DPRD Gowa

“Soal parkir bukan domain kami, itu berada di bawah kendali Dishub Gowa. Hanya itu yang bisa kami sampaikan terkait parkiran,” ujar Rosmini Hamid dalam konferensi pers di Somba Opu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Gowa, Firdaus, belum memberikan tanggapan terkait dugaan aliran keuntungan parkir yang tidak jelas. Upaya media menghubunginya melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapat respon.

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Gowa, Andi Idhil Hafid, mengaku belum mengetahui masalah ini secara mendetail.

“Kami akan cek dulu sebelum berkomentar,” katanya singkat saat dihubungi melalui telepon.

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan bahwa pembayaran parkir dilakukan tanpa adanya karcis resmi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pungutan parkir tidak disetorkan ke kas daerah, melainkan mengalir ke pihak-pihak tertentu secara ilegal.

BACA JUGA :  Istri-Anak Hilang di Gowa, Wawan Terpuruk Memohon Bantuan Warga dan Polisi

Maraknya parkir liar di kawasan pusat pemerintahan menjadi ironi, mengingat potensi PAD yang besar justru menguap tanpa kejelasan.

Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan DPRD untuk menertibkan sistem parkir agar lebih transparan dan tidak menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak.

Dugaan aliran dana parkir yang tidak transparan kini menjadi sorotan publik, terutama terkait transparansi pengelolaan PAD Gowa.

Masyarakat menantikan sikap tegas dari pemerintah daerah dan DPRD untuk menuntaskan masalah ini serta memastikan bahwa pendapatan dari parkir tidak diselewengkan oleh oknum tertentu.

 

 

(RL/MIR)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru