MAKI Laporkan Dua Menteri ke KPK Terkait Dugaan Sertifikat Tanah di Bawah Laut

Jumat, 24 Januari 2025 - 01:11 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

MAKI Laporkan Dua Menteri ke KPK Terkait Dugaan Sertifikat Tanah di Bawah Laut

Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Foto Forum Keadilan)

Zonafaktualnews.com – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, melaporkan dua menteri ke KPK terkait dugaan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah pagar laut perairan Banten.

Boyamin menduga penerbitan sertifikat tersebut tidak sesuai prosedur dan mengandung unsur manipulasi dokumen.

“Dalam laporan saya, disebutkan ada dua menteri yang terlibat. Namun, saya tegaskan, bukan Pak Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN). Mayoritas keterlibatan ada pada Menteri A, sementara sekitar 10 persen sisanya pada Menteri B,” ujar Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Meski menyebutkan inisial, Boyamin enggan mengungkap identitas kedua menteri tersebut secara jelas. Ia juga membantah bahwa Menteri A adalah Agus Harimurti Yudhoyono, mantan Menteri ATR/BPN di era Jokowi.

BACA JUGA :  Tokoh Militer hingga Eks Menteri Turun Aksi, KPK Didesak Bongkar Bunker Jokowi

“Bukan Agus Harimurti. Clue-nya, keterlibatan ini terjadi sebelum masa Pak Nusron Wahid menjabat,” tambahnya.

Boyamin mengungkapkan bahwa klaim atas tanah tersebut sulit dipercaya karena wilayah itu sebelumnya tidak pernah berupa daratan. Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan pada garis pantai dalam beberapa tahun terakhir, sehingga ia yakin terdapat pelanggaran hukum, khususnya Pasal 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pasal ini menyebutkan ancaman pidana penjara antara 1 hingga 5 tahun, serta denda mulai Rp50 juta hingga Rp250 juta,” jelas Boyamin.

Sertifikat di Bawah Laut Dibatalkan

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid telah membatalkan sertifikat tanah yang berada di kawasan pagar laut, Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten.

BACA JUGA :  Pecah Kongsi, Sekjen PDIP Hasto dan Jokowi Saling Ungkap Borok

Hasil investigasi kementeriannya menemukan sejumlah sertifikat yang melanggar garis pantai, termasuk yang berada di bawah laut.

“Faktanya, sertifikat ini berada di luar garis pantai. Setelah dicocokkan dengan data spasial, peta garis pantai, dan dokumen lainnya, kami memastikan adanya pelanggaran,” ungkap Nusron usai meninjau lokasi di Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/1/2025).

Sebanyak 280 sertifikat ditemukan di kawasan tersebut, yang terdiri dari 263 HGB dan 17 SHM.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, pembatalan sertifikat hak atas tanah dapat dilakukan langsung oleh Kementerian ATR/BPN jika terdapat cacat administrasi dan usia sertifikat belum mencapai lima tahun sejak diterbitkan.

BACA JUGA :  Drama Hukum KPK Versus Hasto Bakal Selesai Mirip Teletubbies

“Mayoritas sertifikat ini terbit pada tahun 2022–2023, sehingga memenuhi syarat untuk pembatalan,” jelas Nusron.

Ia menegaskan bahwa area di luar garis pantai tidak boleh menjadi properti privat. “Sertifikat yang melanggar batas pantai cacat secara prosedur dan materi, sehingga harus dicabut,” tegas Nusron.

Dengan pembatalan ini, status hak atas tanah di kawasan pagar laut tersebut dinyatakan tidak berlaku.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah
DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:16 WITA

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WITA

APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Berita Terbaru