Limbah Tambang Emas Ilegal PETI Cemari Sungai Sekadau, Negara “Tidur Nyenyak”

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Sekadau di Desa Mungguk tampak keruh diduga tercemar limbah tambang emas ilegal (PETI).

Sungai Sekadau di Desa Mungguk tampak keruh diduga tercemar limbah tambang emas ilegal (PETI).

Zonafaktualnews.com – Sungai Sekadau yang dulu jernih dan penuh ikan kini berubah menjadi arus beracun berwarna keruh pekat.

Dari hulu, limbah tambang emas ilegal atau PETI mengalir tanpa henti, meracuni air dan membunuh ribuan ikan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

Di Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, para petani keramba kini hidup dalam keputusasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap hari, ikan mati mengambang dengan perut kembung di air berbau menyengat. Keramba yang dulu ramai panen kini tinggal puing.

“Setiap hari ada ikan mati. Keramba kami tinggal puing. Tapi aparat dan pemerintah? Masih diam saja,” kata Iwan, seorang petani keramba, Sabtu (2/8/2025).

BACA JUGA :  Iblis, Bapak Perawani Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan

Bagi Iwan, yang paling menyakitkan bukan hanya ikan yang mati, tetapi juga matinya kepercayaan terhadap negara.

“Kami nggak minta uang. Kami cuma minta keadilan dan perlindungan hukum. Tapi sampai sekarang, ikan mati terus, dan mereka tetap tutup mata,” keluhnya.

Ironisnya, lokasi keramba Iwan hanya sepelemparan batu dari pusat pemerintahan dan kantor penegak hukum di Sekadau. Namun, aktivitas PETI tetap berjalan seperti tak tersentuh.

“Apa gunanya pidato Kapolda Kalbar soal pemberantasan PETI yang viral itu, kalau faktanya di lapangan nihil tindakan?” sindir Iwan tajam.

BACA JUGA :  Dendam, 7 Mahasiswa Ngaku Polisi Culik dan Aniaya Dosen

Berdasarkan laporan warga, sedikitnya delapan desa di Kabupaten Sekadau kini menjadi sarang tambang emas ilegal:

  • Kecamatan Nanga Mahap: Desa Tembaga, Landau Apin, Kebau, dan Lembah Beringin
  • Kecamatan Nanga Taman: Desa Nanga Koman dan Nanga Engkulun

Semua kegiatan ini berjalan tanpa izin resmi, dan limbahnya bermuara langsung ke Sungai Sekadau.

Hingga kini, belum ada penindakan nyata dari pemerintah daerah maupun kepolisian.

“Kalau nggak viral, nggak ada yang bergerak. Seolah negara ini hanya untuk mereka yang punya kekuasaan,” tegas Iwan.

Bagi warga, kondisi ini seperti mimpi buruk yang dibiarkan berlangsung di siang bolong. Negara seolah “tidur nyenyak” di ranjang empuk kekuasaan, tak terusik oleh jeritan rakyat yang hidupnya tergantung pada sungai.

BACA JUGA :  Ojol di Pontianak Babak Belur Disikut Oknum TNI, Hidung Patah dan Mata Bengkak

Kini, harapan warga tinggal pada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Warga mendesak dibentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas jaringan PETI di Kalimantan Barat, termasuk para aktor intelektual di balik bisnis haram itu.

“Negara harus hadir bukan hanya saat viral. Kami hidup dari sungai. Kalau sungainya rusak, ikan mati, anak-anak kami mau makan apa? Janji nggak bisa digoreng,” pungkas Iwan dengan nada getir.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini
Lagu Siti Mawarni Meledak di Medsos, Liriknya Bikin Bandar Sabu Gerah
Mahfud MD Buka Borok MBG, Makan Cuma Rp34 Miliar, Sisanya ke Mobil dan Kaos
F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Selasa, 28 April 2026 - 09:08 WITA

7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WITA

Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WITA

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WITA

SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini

Berita Terbaru