Kematian Arya Masih Jadi Misteri, Dokter Jiwa: Banyak Kejanggalan Tak Terjawab

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:31 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Polda Metro Jaya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 29 Juli 2029.

Polda Metro Jaya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 29 Juli 2029.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu mendorong kerja sama lintas lembaga kepolisian, forensik, otoritas lokal, hingga Kemlu RI dilakukan secara solid, transparan, dan akuntabel, serta tak ada fakta yang ditutupi dari publik, terus diperjuangkan.

“Bukan hanya keadilan bagi almarhum Arya Daru, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan publik yang tidak boleh luntur. Negara harus hadir bukan hanya setelah kejadian, tapi juga membangun sistem yang mencegah kejadian serupa terulang,” harapnya.

Ia juga menekankan rasa aman adalah hak setiap warga, termasuk bagi mereka yang mengabdi sebagai bagian dari sistem diplomasi negara.

Pentingnya penguatan sistem deteksi dini dan pengamanan ruang-ruang hunian urban, mengingat kasus Arya terjadi di hunian tertutup dengan akses terbatas.

“Kita tak bisa terus menunggu tragedi demi tragedi untuk memperbaiki sistem. Pola pengamanan dan pengawasan di ruang tinggal terutama yang dihuni oleh aparatur sipil dan pejabat publik perlu diperhatikan lebih. “Tidak semua harus diawasi ketat, tapi negara tetap wajib memastikan bahwa ruang hidup warga tidak menjadi ruang rawan,” ulasnya.

BACA JUGA :  Pihak Istana Tanggapi Soal Teror Kepala Babi: "Masak Saja, Nggak Usah Dibesar-besarkan”

Selain itu, lanjut dia, Arya Daru diketahui berjuang dalam advokasi pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) adalah sesuatu hal yang harus dilanjutkan, dimana komitmen Arya pada isu-isu kemanusiaan seperti TPPO adalah bentuk keberpihakan nyata terhadap nilai-nilai keadilan.

“Almarhum bukan hanya diplomat. Ia adalah pejuang kemanusiaan. Di balik tugas formalnya, Arya sebagai diplomat muda membawa empati dan keberanian untuk membela mereka yang rentan,” pungkas Nico.

BACA JUGA :  CCTV Ungkap Sosok Pria Mencurigakan Sebelum Diplomat Kemlu Ditemukan Tewas

Sebelumnya juga beredar informasi dari akun Instagram @nationalsecurity.id yang mengunggah dokumen yang diklaim sebagai hasil autopsi jasad Arya Daru.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa kematian Arya bukanlah bunuh diri, melainkan pembunuhan terencana.

Dalam surat yang ditampilkan, disebutkan secara gamblang bahwa NSA RI menyimpulkan adanya keterlibatan aktor non-negara dan kemungkinan infiltrasi di dalam struktur diplomatik internasional.

Kemudian dari dugaan tersebut menguatkan asumsi bahwa Arya Daru tewas akibat sesuatu yang lebih kompleks dari sekadar tindakan nekat, dan beberapa temuan penting dalam laporan viral tersebut antara lain, jenazah dibungkus plastik dan direkatkan dengan lakban kuning, yang menurut laporan merupakan teknik penghilangan jejak.

Tidak ditemukan racun atau tanda-tanda khas bunuh diri pada tubuh Arya. Terdapat tanda aneh pada bagian perut kiri bawah yang menyerupai kode atau simbol yang belum bisa diidentifikasi.

BACA JUGA :  375 TPPO Diungkap Polri, Modus Terbanyak Jadi PMI Ilegal hingga PSK

Kondisi kunci pintu kamar tidak rusak, menandakan kemungkinan pelaku memiliki akses langsung atau Arya telah dilumpuhkan terlebih dahulu.

Terdapat memar di wajah dan lengan (ditegaskan oleh pemandi jenazah) dan ada pembengkakan pembuluh darah di otak.

Kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan hingga kini masih menjadi sorotan publik, hingga mancanegara.

Arya ditemukan sudah tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat pada Selasa 8 Juli 2025.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Berita Terbaru