CCTV Ungkap Sosok Pria Mencurigakan Sebelum Diplomat Kemlu Ditemukan Tewas

Senin, 14 Juli 2025 - 01:50 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

CCTV Ungkap Sosok Pria Mencurigakan Sebelum Diplomat Kemlu Ditemukan Tewas

Rekaman CCTV pria diduga ADP di kos Menteng sebelum ditemukan tewas (Ist).

Zonafaktualnews.com – Misteri kematian seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) terus bergulir.

ADP ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi (8/7/2025).

Yang membuat geger, kepala korban dililit lakban, memunculkan dugaan kuat adanya unsur kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Polisi telah mengamankan sejumlah bukti penting, termasuk rekaman CCTV dari lingkungan sekitar kosan.

Salah satu temuan paling mencolok adalah kemunculan sosok pria yang mondar-mandir di depan kamar korban di waktu-waktu krusial sebelum jenazah ditemukan.

Dalam video yang dianalisis penyidik, terlihat ADP terakhir kali masuk ke kamar kos pada Senin malam (7/7/2025), pukul 23.23 WIB.

ADP sempat keluar sebentar dengan membawa kantong plastik, lalu kembali ke kamar tanpa barang tersebut, sekitar satu menit kemudian.

BACA JUGA :  Kematian Arya Masih Jadi Misteri, Dokter Jiwa: Banyak Kejanggalan Tak Terjawab

Setelah itu, ADP tidak lagi muncul di kamera, dan diduga tewas tak lama kemudian.

Perhatian penyelidik tertuju pada aktivitas penjaga kos yang terekam di sejumlah waktu mencurigakan.

Salah satu momen terekam pada Selasa dini hari pukul 00.27 WIB, ketika penjaga kos yang hanya mengenakan sarung melintas di depan kamar ADP.

Ia tampak berulang kali menengok ke arah jendela kamar, sambil membawa ponsel di tangan dan bajunya disampirkan di bahu.

Gerak-geriknya menunjukkan ketertarikan pada kamar korban. Bahkan pada pukul 00.27.54 WIB, ia terlihat berdiri tepat di depan pintu kamar korban, dan baru meninggalkan area itu sekitar 20 detik kemudian.

BACA JUGA :  Kematian Arya Masih Jadi Misteri, Dokter Jiwa: Banyak Kejanggalan Tak Terjawab

Tak hanya itu, pukul 05.20 WIB, pria yang sama kembali muncul—kali ini mengenakan kemeja dan celana pendek, sambil membawa sapu.

Ia kembali menengok ke jendela kamar korban, seolah tengah memeriksa sesuatu. Gerakan ini terjadi sebelum akhirnya ia bersama seorang pria lain membuka jendela kamar korban secara paksa.

Dalam rekaman lainnya, tampak penjaga kos dibantu seorang pria berjaket hijau membuka jendela, lalu masuk ke kamar korban dan menemukan ADP telah tewas.

Yang mengejutkan, pria berjaket hijau itu sempat merekam suasana kamar dengan kamera ponsel begitu masuk.

Keterangan polisi menyebutkan bahwa pemeriksaan dilakukan atas permintaan istri korban, yang tak berhasil menghubungi suaminya sejak Senin malam.

Kemunculan berulang sosok penjaga kos di sekitar kamar korban jauh sebelum permintaan tersebut muncul, kini tengah diperiksa lebih lanjut.

BACA JUGA :  Kematian Arya Masih Jadi Misteri, Dokter Jiwa: Banyak Kejanggalan Tak Terjawab

“Penjaga kos diminta mengecek kamar oleh istri korban karena HP suaminya tak bisa dihubungi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Polisi masih menyelidiki apakah sosok pria mencurigakan yang terekam CCTV memiliki keterkaitan langsung dengan kematian ADP.

Rekaman visual ini kini menjadi bagian krusial dalam penyusunan kronologi dan pengungkapan motif di balik kematian tak wajar seorang diplomat negara.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA