Kakak Beradik di Maluku Dianiaya Oknum Brimob, Satu Meninggal, Satu Patah Tulang

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:11 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kakak Beradik di Maluku Dianiaya Oknum Brimob, Satu Meninggal, Satu Patah Tulang

Ilustrasi siswa madrasah meninggal dunia usai dianiaya oknum Brimob Kota Tual, Maluku.

Zonafaktualnews.com – Dua siswa madrasah yang merupakan kakak beradik diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku.

Insiden tersebut terjadi di Kota Tual, Maluku, pada Kamis (19/2/2026), dan berujung duka mendalam bagi keluarga korban.

Salah satu korban, Arianto Tawakal (14), siswa kelas IX Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tual, sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan intensif.

Setelah beberapa jam menjalani penanganan medis, ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT akibat luka serius yang diduga dialaminya usai insiden tersebut.

BACA JUGA :  Dipecat Tidak Hormat, AKBP Achiruddin Ditetapkan Tersangka

Sementara itu, sang kakak, Nasri Karim (15), mengalami patah tulang pada tangan kanan dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Nasri yang telah sadar mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi di ruas jalan sekitar RSUD Maren, Kota Tual. Ia mengaku menyaksikan langsung tindakan kekerasan terhadap adiknya.

“Iya benar, pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,” kata Nasri.

Akibat benturan di bagian belakang kepala, lanjutnya, sang adik mengalami pendarahan dari mulut dan hidung.

Nasri juga menyebut sempat ada upaya untuk menggiring kejadian tersebut sebagai aksi balapan liar. Namun ia membantah keras tudingan tersebut.

BACA JUGA :  Pria Lansia Perkosa Janda Tua di Luwu Berakhir di Tangan Polisi

Video detik-detik evakuasi korban yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob turut beredar di media sosial dan menuai sorotan publik.

Nasri pun menyayangkan cara penanganan terhadap adiknya saat hendak dibawa ke rumah sakit.

“Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” ujarnya dengan nada kesal.

Pihak keluarga menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan penganiayaan murni dan berharap aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara transparan.

BACA JUGA :  Pembacok Pedagang Percut Sei Tuan Ingkar Janji, Polisi Didesak Bertindak

Terkait kejadian tersebut, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor, Kompol Rudy Muskitta, membenarkan adanya insiden yang melibatkan anggotanya. Ia menyampaikan bahwa penanganan perkara telah dilakukan oleh Polres Tual.

“Iya, sementara dalam penanganan Polres Tual,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kronologi lengkap kejadian. Proses penyelidikan disebut masih berlangsung.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana