JAS Endus Bau Amis Tender Kemenhub Rp739 M, Kontraktor Makassar Terindikasi Curang

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Jaringan Aktivis Sulawesi (JAS), Akbar Busthami

Koordinator Jaringan Aktivis Sulawesi (JAS), Akbar Busthami

Ringkasan

Jaringan Aktivis Sulawesi menyoroti dugaan kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa di Kementerian Perhubungan. Mereka menemukan pola kemenangan tender berulang oleh sejumlah perusahaan yang disebut memiliki keterkaitan dan alamat kantor di Makassar, serta meminta aparat menelusuri kemungkinan persekongkolan.

JAS juga menyoroti proyek di Pelabuhan Laut Sinjai dan menyebut satu perusahaan memenangkan 11 paket pekerjaan senilai sekitar Rp739,6 miliar. Temuan itu akan dilaporkan ke KPK bersama dokumen dan analisis pengadaan untuk ditelaah lebih lanjut.

Zonafaktualnews.com – Jaringan Aktivis Sulawesi (JAS) menyatakan menemukan sejumlah indikator yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator JAS, Akbar Busthami, mengatakan hasil kajian mereka terhadap data pengadaan menunjukkan adanya pola kemenangan tender berulang oleh sejumlah perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan serta alamat kantor di wilayah yang sama, yakni Kota Makassar.

BACA JUGA :  Bos Sritex Iwan Lukminto Terseret Kasus Korupsi Kredit Rp3,6 Triliun

“Berdasarkan penelusuran dan analisis data pengadaan yang kami lakukan, terdapat pola yang menurut kami perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengarah pada dugaan persekongkolan atau praktik yang tidak sehat dalam proses tender,” ujar Akbar Busthami dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Salah satu temuan yang disoroti adalah keterlibatan PT Sulawesi Makmur Pratama sebagai pelaksana pekerjaan dan PT Primatama Prima Konsultama sebagai konsultan pada dua proyek di lingkungan Satuan Kerja Unit Penyelenggara Pelabuhan Laut Sinjai.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua perusahaan tersebut tercatat memenangkan paket pembangunan Pelabuhan Laut Kambuno, Sinjai, pada kontrak tahun jamak (multiyears contract) Tahun Anggaran 2020–2021. Keduanya juga kembali terlibat dalam proyek Pelabuhan Larea-Rea pada kontrak tahun jamak Tahun Anggaran 2026–2027.

Selain itu, JAS turut menyoroti paket supervisi pekerjaan Replacement Fasilitas Pelabuhan Larea-Rea yang dimenangkan oleh PT Primatama Prima Konsultama dengan nilai pagu sekitar Rp1,9 miliar melalui metode penunjukan langsung.

BACA JUGA :  Mobil Dinas Milik Pemkot 'Dikorupsi', Siapa yang Bertanggungjawab Pak Sekda?

Menurut JAS, penggunaan metode tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

JAS juga mencatat bahwa PT Sulawesi Makmur Pratama dalam beberapa tahun terakhir memenangkan 11 paket pekerjaan di lingkungan Kemenhub dengan total nilai kontrak mencapai sekitar Rp739,6 miliar.

Temuan ini disebut perlu ditelaah lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip transparansi, persaingan sehat, dan akuntabilitas.

Selain itu, JAS menyebut perusahaan tersebut diduga berada di bawah kendali manajer utama berinisial “RM”, yang disebut juga aktif pada organ sayap salah satu partai politik pada era Orde Baru. Informasi ini, menurut mereka, masih dalam tahap pendalaman.

BACA JUGA :  Korupsi Komoditi Emas, Pejabat Bea Cukai Diperiksa Kejagung

Akbar Busthami, yang juga disebut sebagai mantan Koordinator BEM Nusantara, menegaskan perlunya penelusuran terhadap kemungkinan keterkaitan antara peserta tender, pejabat pengadaan, dan pihak lain yang terlibat apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Atas dasar temuan tersebut, JAS menyatakan akan melaporkan dugaan ini secara resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan melampirkan dokumen pengadaan, data tender, serta hasil analisis yang mereka klaim dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta KPK melakukan telaah dan penelusuran menyeluruh terhadap seluruh data yang kami miliki. Tujuannya untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara,” kata Akbar.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan
Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:14 WITA

Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA